Memang wisata medis memiliki banyak kelebihan, seperti lebih banyaknya pilihan dokter spesialis dan pelayanan yang lebih baik. Lantas, apa yang menjadi kekurangannya? Tingkat resiko dari wisata medis dapat berbeda di tiap negara tujuan dan prosedur yang dilakukan. Berikut ini adalah beberapa resiko yang mungkin terjadi dan perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan melakukan wisata medis ke luar negeri.

Pasien perlu membayar lebih

Beberapa negara biasanya memberikan pilihan harga yang kompetitif dan konsisten pada penyedia layanan medis publik atau swasta bagi warganya, namun tidak begitu dengan wisatawan medis. Banyak dari dokter yang membebankan biaya lebih pada wisatawan medis. Selain itu, mereka hanya memiliki sedikit kekuatan untuk bernegosiasi, atau malah tidak mengetahui biaya yang sewajarnya dibebankan pada pasien. Masalah ini hanya bisa dihindari jika pasien memiliki informasi lengkap yang bisa didapatkan dengan penelitian mendalam, akan tetap hal tersebut memakan waktu dan sulit dicapai. Oleh karena itu, banyak pasien mencari bantuan dari perusahaan tertentu untuk memastikan bahwa mereka tidak perlu membayar lebih.

Kualitas layanan tidak terjamin

Karena wisatawan medis membayar lebih banyak daripada warga lokal, maka mereka lebih berharga bagi para dokter. Sehingga dokter seringkali melebih-lebihkan keahlian untuk menjadi pilihan utama para wisatawan. Misalnya, seorang dokter memang memiliki gelar spesialis dan sertifikat, namun pengalaman praktiknya masih sedikit dalam menjalankan prosedur tertentu. Pasien yang ditangani oleh dokter tersebut memiliki resiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Selain itu, ada dokter yang tidak transparan mengenai berapa banyak prosedur serupa yang dilakukan dalam satu tahun. Namun, perusahaan yang memiliki kontrak kerjasama dengan dokter dapat mendapatkan informasi ini dan memastikan kebenarannya. Sehingga, kualitas layanan kesehatan dan keahlian di bidang tertentu bisa dinilai secara objektif.

Bagikan informasi ini: