Apa itu Kandung Kemih?

Kandung kemih adalah organ yang berbentuk seperti kantung dan terletak di panggul, di belakang tulang kemaluan. Sebagai bagian sistem sekresi, fungsi utamanya adalah menyimpan urin dari ginjal hingga siap untuk dikeluarkan. Organ ini terdiri dari beberapa lapisan jaringan otot yang dapat menampung urin sebanyak 600 mL.

Saat volume urin di kandung kemih sudah mencapai sekitar 400 mL, respon sistem saraf pusat akan terpicu dan merasakan sensasi penuh. Saat itu terjadi, otot kandung kemih perlahan berkontraksi dan katup sfingter internal terbuka. Lalu, urin akan keluar melalui uretra.

Jenis-Jenis Penyakit Kandung Kemih

  • Infeksi saluran kemih atau cystitis - Kondisi ini ditandai dengan infeksi kandung kemih. Gejalanya antara lain demam tinggi, sering buang air kecil, rasa tidak nyaman saat buang air kecil, dan munculnya darah dalam urin. Masalah ini dialami banyak orang dan mudah diobati dengan terapi antibiotik.

  • Sistitis interstisial – Kondisi ini dikenal sebagai sindrom kandung kemih yang sangat menyakitkan Ditandai dengan nyeri kronis di panggul yang memburuk ketika ada jumlah urin dalam kandung kemih, meningkat. Ini lebih buruk dari sistitis biasanya. Umumnya disebabkan oleh kerusakan kandung kemih dan infeksi kandung kemih kronis.

  • Inkontinensia urin – Biasanya dialami oleh orang berusia lanjut. Kondisi ini ditandai dengan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih, bisa terjadi sesekali atau berulang kali. Disebabkan oleh melemahnya otot yang bertanggung jawab untuk menahan urin di kandung kemih, tetapi juga dapat disebabkan oleh prolaps kandung kemih.

  • Retensi urin - Sebuah kondisi abnormal di mana urin menumpuk di kandung kemih lebih daripada jumlah seharusnya. Biasanya disebabkan oleh kerusakan saraf, pembesaran prostat, atau diabetes. Hal ini menyebabkan urin kembali ke ginjal dan memicu kerusakan, yang berakhir pada gagal ginjal.

  • Batu kandung kemih - Kondisi ini ditandai dengan penumpukan benjolan keras yang terbuat dari mineral, di kandung kemih. Batu-batu tersebut dapat mengiritasi organ dan menghalangi aliran urin.

  • Kanker kandung kemih - Kondisi ini terjadi ketika ada pertumbuhan abnormal dari sel-sel kanker pada lapisan dalam kandung kemih. Orang yang merokok memiliki resiko lebih tinggi terhadap kondisi ini. Selain itu, resiko juga meningkat bagi mereka terkena bahan kimia tertentu dan memiliki infeksi kandung kemih kronis.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Kandung Kemih

  • Operasi suspensi kandung kemih - Prosedur ini dilakukan untuk mengobati inkontinensia urin atau kebocoran urin. Ini adalah prosedur minimal invasif untuk mengatasi masalah kandung kemih, dengan memasukkan sling melalui pembedahan dan ditempatkan di bawah uretra untuk mengembalikan posisi normal kandung kemih.

  • Transurethral cystolitholapaxy - Ini adalah prosedur untuk mengangkat batu kandung kemih kecil. Sebuah tabung kecil dimasukkan ke dalam uretra, lalu laser atau gelombang ultrasound digunakan untuk memecahkan batu menjadi pecahan kecil. Sehingga dapat keluar bersamaan dengan cairan.

  • Reseksi transuteral untuk tumor kandung kemih – Prosedur ini adalah pilihan pertama pengobatan kanker kandung kemih dengan mengangkat tumor melalui uretra. Hal ini umumnya dilakukan dengan biopsi, di mana ahli patologi memeriksa massa untuk melakukan staging dan grading terhadap tumor.

  • Sistektomi radikal – Ini juga merupakan metode pengobatan untuk kanker kandung kemih dengan mengangkat seluruh kandung kemih. Dalam beberapa kasus, organ di sekitarnya yang terkena penyakit juga. Saat ini, sistektomi radikal sudah dapat dilakukan dengan sayatan minimum. Prosedur ini biasanya diikuti dengan pengalihan kemih dari jalur normal.

Bagikan informasi ini: