Apa itu Darah?

Darah adalah cairan tubuh yang terbuat dari jaringan hidup, mengalir di seluruh bagian tubuh melalui kumpulan jaringan pembuluh darah.

Darah memiliki bagian cair dan padat. Bagian cair yang mengisi lebih dari separuh bagian darah disebut plasma, terbuat dari campuran air, protein, dan garam. Sedangkan bagian padat terbuat dari sel darah putih dan merah, serta trombosit. Sel-sel ini terus diproduksi oleh sumsum tulang untuk mengganti sel-sel tua yang mati. Sel darah merah hidup selama 120 hari, sel darah putih hanya hidup untuk satu hari, sedangkan trombosit bertahan hingga enam hari.

Darah memegang beberapa peran penting, termasuk:

  • Mengirimkan nutrien atau zat gizi pada sel-sel di dalam tubuh.
  • Membuang limbah proses metabolisme dari dalam sel.
  • Sel darah merah mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh organ dan jaringan tubuh.
  • Sel darah putih melindungi tubuh dari infeksi.
  • Trombosit memproduksi gumpalan darah jika terdapat luka atau goresan.

Jenis-jenis Penyakit Darah

  • Perdarahan – Kondisi saat darah keluar dari pembuluh yang pecah. Perdarahan dapat terjadi secara eksternal, seperti darah yang keluar dari luka terbuka, atau internal, yang disebabkan oleh trauma.

  • Leukimia - Leukimia adalah jenis kanker darah, dimana sel darah putih berkembang biak dengan sangat cepat. Kondisi ini dapat merusak jaringan tubuh dan mengancam nyawa penderita.

  • Anemia – Anemia adalah kondisi dimana kadar sel darah merah sangat rendah, sehingga organ-organ tubuh kemungkinan tidak mendapat oksigen yang cukup. Oleh karena itu, kondisi ini cenderung membuat nafas menjadi pendek dan mudah lelah.

  • Hemofilia – Gangguan yang memengaruhi protein gumpalan darah pada trombosit. Tanpa protein yang cukup, darah tidak akan mampu membeku dengan baik sehingga menyebabkan pendarahan tak terkendali.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Darah

  • Transfusi darah – Transfusi darah dilakukan jika pasien menderita kehilangan darah atau perdarahan berat dan tubuhnya tidak mampu menggantikan darah yang hilang.

  • Transfusi trombosit – Beberapa gangguan kesehatan menyebaban kadar trombosit menurun drastis, kondisi ini sangat berpotensi pada kematian. Pada kasus ini, trombosit dari donor darah akan dipisahkan dan digunakan untuk mengembalikan trombosit ke kadar normal.

  • Kemoterapi – Kemoterapi dilakukan untuk mengobati kanker darah. Prosedur ini memerlukan konsumsi obat-obatan yang dirancang khusus untuk menghancurkan sel-sel kanker.

  • Biopsi sumsum tulang – Prosedur diagnostik ini bersifat sangat penting. Sumsum tulang pasien akan diambil untuk diperiksa lebih lanjut. Pada prosedur ini, sebuah jarum tebal akan dimasukkan ke tulang, biasanya pada tulang besar di sekitar pinggul, sehingga sumsum tulang dapat terjangkau untuk mengambil sampel yang akan diteliti.

Bagikan informasi ini: