Apa itu Otak?

Otak adalah organ dengan bobot ringan, yaitu tiga pon. Meskipun begitu, otak dapat mengendalikan seluruh fungsi tubuh manusia. Otak merupakan bagian sistem saraf pusat, yang mengontrol pernapasan, aliran jantung, pencernaan, dan sekresi hormon serta ekskresi. Otak juga bertanggung jawab untuk menafsirkan informasi dari dunia luar dan mengendalikan pikiran, ucapan, memori, gerakan, dan menanggapi setiap rangsangan.

Otak, yang dilindungi oleh tengkorak, terdiri dari:

  • Otak atau korteks - Ini merupakan bagian terbesar dari otak manusia dan dibagi menjadi empat bagian yaitu, lobus temporal, frontal, oksipital, dan parietal. Otak terdiri dari dua bagian kanan dan kiri, yang disatukan oleh sebundel serat yang disebut corpus callosum. Secara umum, otak sebelah kanan mengendalikan kemampuan musik dan spasial. Sementara kontrol otak kiri bertanggung jawab terhadap menulis, pemahaman, dan berbicara.

  • Cerebellum - Terletak di bagian belakang otak, fungsi utamanya adalah untuk mengkoordinasikan dan mengatur aktivitas otot. Bagian ini juga terlibat dalam mengatur takut dan senang serta beberapa fungsi kognitif seperti bahasa dan perhatian.

  • Sistem limbik - Terletak di belakang otak besar, terdiri dari amigdala, hipotalamus, thalamus, dan hippocampus.

  • Brain stem - Terdiri dari medulla, otak tengah, dan pons, bagian dari otak ini hanya ditemukan di bawah sistem limbik dan bertanggung jawab untuk detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah.

Jenis-Jenis Penyakit Otak

Penyakit otak datang dalam berbagai bentuk, dan dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Infeksi otak - kategori ini meliputi:
  1. Meningitis - Sebuah jenis infeksi yang menyebabkan lapisan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, meradang.
  2. Abses otak - Infeksi dari salah satu kantong di otak, biasanya disebabkan oleh bakteri.
  3. Ensefalitis - Sebuah kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan radang jaringan otak.


  • Cedera Otak - Ini termasuk gegar otak, trauma, dan pendarahan otak dalam. cedera otak dapat menyebabkan sakit kepala, masalah ingatan, perubahan kepribadian atau mood, dan bahkan stroke.

  • Epilepsi - Sebuah kondisi yang ditandai dengan kejang berulang-ulang karena impuls listrik yang berlebihan atau abnormal di otak. Epilepsi dapat disebabkan oleh infeksi kondisi genetik, cedera kepala, stroke atau infeksi otak.

  • Tumor otak - Ini mengacu pada pertumbuhan jaringan abnormal di otak. Terlepas jika mereka jinak atau ganas, ini menimbulkan masalah karena memberikan tekanan berlebih pada otak dan tengkorak.

  • Penyakit neurodegenerative - Ini adalahpenyakit otak yang menyebabkan sel-sel otak dan saraf untuk perlahan-lahan memburuk, menimbulkan berbagai gejala. Contohnya adalah penyakit Huntington, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer (ditandai dengan hilangnya memori dan fungsi mental), dan demensia (penurunan fungsi kognitif).

  • Penyakit pembuluh darah otak - ini adalah masalah-masalah kesehatan yang terkait pembuluh darah pada otak, di antaranya:

  1. Stroke - Ketika aliran darah dan oksigen ke otak terganggu, menyebabkan sel-sel otak menjadi rusak
  2. Stroke iskemik - Sebuah jenis stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah di arteri
  3. Stroke hemoragik - Ini terjadi, ketika ada penumpukan darah di otak yang menciptakan tekanan dan penyumbatan.


  • Aneurisma otak - Ketika pembuluh darah membengkak dan melemahkan salah satu bagian otot. Jika pecah, kondisi ini dapat menyebabkan stroke.

  • Kondisi autoimun otak - Penyakit otak yang disebabkan oleh faktor autoimun. Contohnya adalah vaskulitis (radang pembuluh darah) dan sklerosis ganda (ketika tubuh merusak sarafnya sendiri).

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Otak

  • Kraniotomi - Ini adalah jenis operasi yang melibatkan membuat sayatan di kulit kepala dan lubang di tengkorak (penutup tulang) dekat daerah yang sakit. Ini digunakan untuk menghilangkan tumor otak, mengalirkan darah atau cairan, menjepit aneurisma, atau mengangkat jaringan otak yang abnormal.

  • Biopsi otak - Dalam prosedur ini, sejumlah kecil jaringan otak atau tumor diangkat dari otak. Kemudian diperiksa oleh ahli patologi untuk menentukan apakah tumornya ganas atau jinak.

  • Operasi endoskopi endonasal - Sebuah operasi otak minimal invasif di mana tumor atau lesi di otak dikeluarkan melalui hidung dan sinus.

  • Neuroendoscopy - Serupa dengan operasi endonasal, prosedur ini juga merupakan metode invasif minimal untuk menghilangkan tumor otak.Namun tidak seperti kraniotomi yang membuat lubang besar, operasi ini hanya membutuhkan lubang kecil di tengkorak untuk mengakses daerah-daerah yang sakit.

Bagikan informasi ini: