Apa itu Sendi?

Sendi adalah struktur tubuh manusia di mana mempertemukan dua tulang atau lebih. Ini berfungsi untuk memastikan kerangka tubuh tetap menyatu dan dapat bergerak bebas. Sendi di kelompokkan menjadi tiga berdasarkan rentang pergerakannya, yaitu: 1) sendi mati seperti tengkorak kepala yang tidak dapat bergerak kemanapun; 2) sendi kaku dapat bergerak namun terbatas; 3) sendi gerak seperti bahu, paha, lutut, jari, pergelangan tangan, siku yang dapat bergerak ke depan, ke belakang, memutar, ke samping, dan gerakan penting lainnya.

Sebagai struktur, sendi terdiri dari beberapa bagian termasuk:

  • Tulang rawan - Jaringan yang menutupi permukaan tulang, yang membantu mengurangi gesekan saat tulang-tulang pada sendi bergerak.
  • Ligamen - Karet gelang yang terbuat dari jaringan dengan tekstur alot. Mengelilingi sendi dan menghubungkan antar tulang.
  • Tendon – Atau jaringan ikat yang melekat pada sendi dan tulang untuk otot-otot sekitarnya yang mengendalikan gerakan.
  • Cairan sinovial dan membran - Struktur ini melapisi sendi dan menyegelnya dalam kapsul. Cairan sinovial memungkinkan pelumasan pada sendi untuk menghasilkan gerakan halus.
  • Bursa - Ini adalah kantung berisi cairan yang membantu menjadi bantalan pada gesekan yang terjadi karena gerakan.

Jenis-jenis Penyakit Sendi

Banyak sendi tubuh yang digunakan secara berlebihan sebagai penopang atau membantu pergerakan, ini adalah salah satu penyebab masalah kesehatan pada sendi. Penyebab lainnya adalah penyakit dan cedera yang menimbulkan masalah-masalah seperti:

  • Arthritis – Ini adalah penyakit turunan yang menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembengkakan sendi. Arthritis digolongkan menjadi: 1) arthritis reumatoid, adalah gangguan autoimun, 2) osteoarthritis, penyakit turunan yang terkait dengan penuaan, 3) Arthritis Lyme yang disebabkan oleh infeksi bakteri, and 4) gout, penyakit turunan akibat penumpukan enzim non-aktif dan asam urat.

  • Bursitis - Kondisi ini berhubungan dengan stres yang berlebihan atau jumlah bursa (terletak antara tulang tumit dan tendon Achilles) yang terlalu banyak, sehingga mengakibatkan peradangan dan nyeri pada daerah yang bermasalah.

  • Dislokasi - Suatu kondisi di mana sendi tulang bergeser karena cedera, jatuh atau gerakan tubuh yang tidak biasa. Hal ini menyebabkan deformitas pada sendi dan dapat menyebabkan nyeri, peradangan, dan penurunan mobilitas di daerah yang bermasalah.

  • Keseleo - Masalah yang terjadi ketika ikat jaringan, tendon, dan ligamen yang terkait dengan sendi terlalu meregang atau sobek. Sebuah sendi yang keseleo atau terkilir biasanya bengkak dan sakit dan membutuhkan perawatan segera.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Sendi

Pengobatan untuk cedera dan penyakit sendi bergantung pada penyebabnya. Kebanyakan kasus dapat disembuhkan dengan obat nyeri dan teknik R.I.C.E (istirahat/rest, es/ice, kompresi/compression, dan pengangkatan/elevation). Sementara, kondisi yang lebih serius mungkin membutuhkan rehabilitasi dengan terapi fisik dan kadang pembedahan.

Di bawah ini adalah prosedur dan bedah yang umumnya dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan sendi.

  • Tes pencitraan – Pasien yang mengeluhkan gejala terkait masalah sendi seringkali melalui prosedur pencitraan untuk mendeteksi keretakan tulang atau masalah terkait lainnya. Tes pencitraan antara lain rontgen, CT scan, ultrasound, dan MRI.

  • Aspirasi sendi – Jika pasien dicurigai menderita gout, infeksi, dan psedogout, maka dokter akan menyarankan aspirasi sendiri yang juga dikenal dengan istilah arthrocentesis. Zat yang disuntikkan merupakan kumpulan cairan synovial dari kapsul sendi yang dirancang untuk mengeringkan cairan.

  • Bedah penggantian sendi – Cedera serius atau arthritis kronis dapat diobati dengan bedah penggantian sendi. Namun, ini adalah pilihan terakhir, jika tidak ada lagi pilihan yang dapat dilakukan. Dalam prosedur ini, sendi rusak (biasanya pinggul, lutut, dan bahu) digantikan dengan material sintesis yang menyerupai sendi. Tujuannya untuk menghilangkan nyeri, peradangan, meningkatkan kuatan, serta mobilitas pasien.


Bedah ini memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi dan dapat dilakukan dengan teknik minim invasif. Biasanya bedah ini dapat didukung dengan rehabilitasi progresif untuk hasil optimal.

Bagikan informasi ini: