Apa itu Paru-paru?

Kedua, untuk mengeluarkan karbon dioksida yaitu limbah yang diproduksi tubuh. Proses ini dinamakan pernapasan. Selain itu, paru-paru memiliki fungsi sekunder, yaitu menyediakan aliran udara yang membentuk suara saat seseorang berbicara.

Paru-paru terdiri dari dua organ yang berisi udara. Masing-masing organ terletak di tiap sisi toraks. Paru-paru, baik yang kanan maupun kiri, terhubung dengan trakea atau pipa angin dengan beberapa cabang yang disebut bronkioli dan memiliki cabang lebih kecil dengan sebutan bronkiolus. Namun tidak berhenti sampai disitu, bronkiolus memiliki cabang dengan ukuran mikroskopik yang dikenal dengan nama alveoli. Paru-paru memiliki 300 – 500 juta alveoli, yang ditopang oleh lapisan pembuluh darah tipis dan sel yang disebut interstitium.

Paru-paru sebelah kanan memang lebih besar daripada yang kiri karena berbagi tempat dengan jantung. Perbedaan lainnya adalah paru-paru kanan memiliki tiga lobus, sedangkan yang kiri hanya dua. Lobus-lobus tersebut bagian bronkopulmonari dan lobula yang berbeda.

Jenis-jenis Penyakit Paru-paru

Masalah pada paru-paru muncul ketika jaringan paru-paru terpengaruh oleh faktor-faktor tertentu seperti merokok, sering terpapar zat berbahaya, dan infeksi. Beberapa masalah dan penyakit yang menyerang paru-paru antara lain:

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) – Kondisi ini terjadi karena kerusakan pada paru-paru yang membuatnya kesulitan menghirup udara. PPOK biasanya disebabkan karena merokok. Dengan gejala yang paling mudah dikenal yaitu sesak napas.

  • Empisema – Ini adalah salah satu bentuk dari PPOK yang dapat merusak dinding alveoli yang rapuh, sehingga udara terjebak dan mengganggu proses bernapasa.

  • Bronkhitis Akut atau Kronis – Kondisi ini merujuk pada infeksi di bagian saluran udara paru-paru yang berukuran besar, seperti bronkioli. Pada kasus akut, bronkhitis disebabkan oleh virus dengan gejala timbulnya batuk mendadak. Di sisi lain, pada kasus kronis, bronkhitis biasanya terkait dengan kebiasaan merokok dan dikarakteristikan oleh batuk kambuhan dan kesulitan bernapas.

  • Pneumonia – Ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru. Biasanya disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae.

  • Asma – Asma adalah kondisi jangka panjang di mana bronkioli mudah sekali meradang, sehingga saluran udara menyempit dan terblokir sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Serangan asma biasanya disebabkan oleh alergi, polusi udara, dan infeksi virus.

  • Tuberkulosis (TBC atau TB) – Ini adalah bentuk dari pneumonia progresif disebabkan oleh bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis. TBC menyebabkan batuk kronis, demam kambuhan, dan turunya berat badan.

  • Kanker paru-paru – Kondisi ini berkembang ketika ada pertumbuhan abnormal pada sel yang terjadi di salah satu bagian paru-paru. Kebanyakan kanker paru-paru terkait dengan kebiasaan merokok.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Paru-paru

Ada beberapa prosedur dan bedah yang umum dilakukan untuk menangani atau mengobati kondisi paru-paru, di antaranya:

  • Biopsi paru-paru – Ini adalah prosedur di mana sebagian kecil jaringan paru-paru di ambil untuk keperluan diagnostik.

  • Transplantasi paru-paru – Prosedur bedah besar ini akan mengangkat paru-paru yang sakit dari tubuh dan menggantinya dengan paru-paru sehat yang didapatkan dari donor.

  • Lobektomi – Ini merujuk pada prosedur bedah di mana satu lobus atau lebih diangkat dari paru-paru. Ini dilakukan jika ada pertumbuhan sel kanker ganas di beberapa lobus.

  • Pneumonektomi – Bedah ini dilakukan untuk mengangkat salah satu atau kedua paru-paru. Pnemonektomi menjadi pilihan jika kanker tidak lagi dapat diobati dengan lobektomi.

Bagikan informasi ini: