Apa itu Indung Telur?

Ovarium adalah sepasang organ reproduksi wanita dengan panjang sekitar 1,5 inci dan berbentuk seperti kacang almond. Organ ini menghasilkan sel telur yang dikenal dengan beberapa istilah seperti ovum dan oocyte. Terletak di daerah panggul dan di dekat ujung saluran tuba. Setiap dinding lateral memiliki satu ovarium.

Selain menghasilkan telur, organ ini mempunyai peran penting lain, yaitu menghasilkan hormon seks. Di antaranya, estrogen dan progesterone, yang penting dalam siklus menstruasi dan masa kehamilan.

Selama ovulasi, terjadi sekali selama siklus menstruasi, ovarium melepaskan sel telur yang dapat menjadi kehamilan jika berhasil dibuahi oleh sperma. Jika tidak dibuahi, sel telur akan pecah dan keluar saat menstruasi.

Ovarium terbuat dari tiga sel yang berbeda, yaitu sel epitel, yang meliputi permukaan luar ovarium; sel benih, yang ditemukan di dalam ovarium yang berkembang menjadi telur; dan sel stroma, yang membentuk jaringan ikat atau penopang ovarium.

Jenis-jenis Penyakit Indung Telur

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau kista ovarium – Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang tumbuh dalam ovarium. Biasanya jinak, dan bukan kanker pada wanita kurang dari 50 tahun. Beberapa wanita mengalami PCOS, di mana banyak kista kecil terbentuk di ovarium. Meskipun juga tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan berbagai efek samping termasuk menstruasi yang tidak teratur, berat badan, rambut tubuh lebih banyak, jerawat, masalah insulin, dan bahkan kemandulan.

  • Gagal ovarium prematur - Kondisi ini terjadi ketika indung telur berhenti memproduksi sel telur sebelum seorang wanita mencapai usia 40 tahun. Wanita dengan kondisi ini, biasanya memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dan mengalami kesulitan untuk hamil.

  • Kanker ovarium – Kanker ini yang biasanya dimulai di dalam rahim. Kanker ovarium sering sulit untuk dideteksi secara dini, dan mungkin memiliki gejala ringan bahkan tidak ada gejala hingga mencapai stadium lanjut.

  • Torsi ovarium - Ini terjadi ketika ovarium menjadi bengkok. Hal ini dianggap sebagai keadaan medis darurat karena jika pengobatan tertunda dapat mengakibatkan hilangnya ovarium.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Indung Telur

  • Laparoskopi atau operasi laparotomic untuk kista ovarium - Kista ovarium biasanya diobati dan diangkat dengan teknik laparoskopi minimal invasif atau pembedahan laparotomic. Di mana sayatan kecil akan dibuat di perut untuk memasukkan laparoskop dan instrumen bedah kecil lainnya. Setelah itu kista diangkat. Jika dicurigai sebagai kanker, prosedur diikuti dengan biopsi di mana kista diangkat selanjutnya dianalisis di laboratorium.

  • Ooforektomi - Ini adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat satu (unilateral) atau kedua (bilateral) ovarium. Hal ini biasanya dilakukan sebagai pengobatan untuk Tuba ovarium abses (TOA), kanker ovarium, dan endometriosis. Ooforektomi dapat dilakukan sebagai prosedur tunggal atau digabungkan dengan salpingectomy (pengangkatan tuba fallopi) atau histerektomi (pengangkatan seluruh rahim).

  • Pengangkatan ovarium profilaksis - Operasi ini dilakukan untuk mengangkat ovarium pada wanita yang memiliki resiko kanker ovarium dan payudara yang tinggi. Prosedur ini direkomendasikan bagi yang positif untuk BRCA1 atau BRCA2 mutasi gen dan yang memiliki kerabat tingkat pertama yang menderita payudara dan/atau kanker ovarium.

Bagikan informasi ini: