Apa itu Pankreas?

Pankreas adalah organ kelenjar yang memanjang pada dinding posterior abdomen, tepat di belakang lambung, yang memiliki beberapa fungsi dalam sistem pencernaan. Pankreas dikelilingi oleh hati, limpa, kantung empedu, dan usus kecil. Separuh pankreas berada di antara limpa dan lambung, sedangkan bagian lainnya yang disebut kepala, terhubung dengan bagian utama usus kecil, yaitu duodenum atau usus dua belas jari.

Fungsi pankreas layaknya endokrin, ia melepaskan beberapa hormon penting bagi tubuh yang mengalir dalam darah, seperti somatostatin, insulin, glukagon, dan pancreatic polypeptide. Pankreas merupakan salah satu organ di dalam sistem pencernaan, yang bertugas melakukan sekresi pada enzim atau getah usus agar dapat menghancurkan makanan.

Anatomi pankreas yang berbentuk seperi berudu, terbagi ke dalam:

  • Kepala - Bagian paling lebar dari pankreas ini, berada di lekukan usus dua belas jari. Kepala pankreas adalah tempat di mana lambung mengeluarkan sebagian makanan yang telah dicerna dan dicampur dengan enzim yang dilepaskan oleh pankreas ke dalam usus kecil. Separuh kepala pankreas mengerjakan proses uncinate, yang berkembang dari cairan pankreas ventral dan menempel di sekeliling vena superior mesenteric dan arteri mesenteric.

  • Badan – Bagian terbesar dari pankreas ini terletak di dasar lambung.

  • Ekor – Bagian ini berada di dekat pinggiran cekung limpa. Ekor pankreas berisi hormon pancreatic polypeptide yang akan menghambat sekresi enzim pankreas dan kontraksi kantung empedu.

Pankreas terbentuk oleh dua primordial yang terpisah, yaitu pankreas dorsal dan ventral, dimana bagian dorsal terlihat lebih awal dan menghidupkan hampir seluruh bagian pankreas. Hal ini diikuti dengan pembentukan pankreas ventral, di samping saluran empedu yang membentuk kepala pankreas dan proses uncinate. Kedua primordial ini akan bergabung membentuk pankreas dan segera melakukan fungsi eksokrin, sedangkan fungsi endokrin atau pelepasan hormon baru dimulai setelah 10 minggu. Saat masa pembentukan, pankreas akan memutar ke arah kiri, hal ini dipicu oleh pertumbuhan dinding lambung yang berbeda, karena lambung dan hati juga mengalami pertumbuhan. Hal ini membuat separuh pankreas berputar di sekeliling usus dua belas jari.

Jenis-jenis Penyakit Pankreas

  • Pankreatitis - Kondisi peradangan pankreas ini, dapat bersifat akut maupun kronis ini. Pankreatitis seringkali disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol, fibrosis sistik, pembedahan yang dilakukan di area perut, batu empedu, darah dengan kadar kalsium tinggi, dan pengobatan tertentu.

  • Kanker pankreas - Kanker dapat tumbuh pada pankreas saat sel yang berada dalam pankreas mengalami kerusakan atau berkembang biak dengan cepat. Kanker pankreas terbagi ke dalam tiga jenis, adenokarsinoma merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Karsinoma adenosquamous dan karsinoma sel squamous termasuk kasus yang jarang.

  • Insufisiensi Eksokrin Pankreas (EPI) – Kondisi ini terjadi apabila tubuh kekurangan enzim eksokrin pankreas, sehingga terjadi kegagalan pencernaan atau ketidakmampuan mencerna makanan.

  • Pancreas Divisum - Kondisi kongenital dimana dorsal dan ventral tidak mampu melebur bersama.

  • Diabetes Tipe 1 - Kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel yang memproduksi insulin di dalam pankreas.

  • Diabetes Tipe 2 – Gangguan metabolik jangka panjang ini terjadi bila terdapat penumpukan glukosa dalam aliran darah, karena pankreas tidak mampu memproduksi dan melepaskan hormon insulin dalam jumlah yang tepat.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Pankreas

  • Prosedur Whipple - Pengobatan bedah yang dilakukan untuk kanker pankreas, dimana kepala pankreas, usus dua belas jari, kantung empedu dan sebagian kecil lambung akan diangkat.

  • Bedah pseudokista - Prosedur penghapusan pseudokista atau rongga berisi cairan yang menyerupai kista ini, dapat dilakukan secara konvensional maupun dengan teknik minimal invasif.

  • Transplantasi pankreas - Prosedur ini dilaksanakan apabila kerusakan pankreas tidak dapat diperbaiki atau pankreas tidak berfungsi dengan baik. Transplantasi pankreas dilakukan untuk mengangkat pankreas yang berpenyakit dan mengganti dengan pankreas sehat dari pendonor yang telah meninggal.

  • Transplantasi sel islet - Prosedur ini merupakan prosedur penelitian di mana sel yang memproduksi insulin yang diambil dari pankreas donor akan di tanam pada penderita diabetes tipe 1 untuk menekan kebutuhan akan insulin.

Bagikan informasi ini: