Apa itu Kulit?

Kulit merupakan organ tubuh terbesar yang menutupi seluruh permukaannya. Kulit berfungsi sebagai pelindung tubuh dari cedera dan patogen. Kulit juga mengatur suhu tubuh, mengendalikan kehilangan cairan yang tak terasa (insensible fluid loss), serta menyimpan vitamin D, lemak, dan air.

Kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu:

  • Epidermis – Epidermis adalah lapisan pelindung dan tanpa pembuluh darah dari kulit. Lapisan ini 90% terdiri dari sel skuamosa atau keratinosit, yang menghasilkan keratin. Fungsi utama keratinosit adalah melindungi tubuh dari kerusakan kulit akibat panas, kehilangan cairan, virus, jamur, bakteri, dan parasit. Setiap bagian tubuh memiliki ketebalan epidermis yang berbeda; paling tebal di telapak kaki dan tangan, sedangkan paling tipis di kelopak mata (sekitar 0.05 mm).

  • Dermis – Lapisan ini terletak di antara epidermis dan hipodermis. Dermis terdiri dari dua lapisan, yaitu dermis papilla dan retikular, yang membantu melindungi tubuh dari tegangan dan tekanan. Dermis juga mengandung kelenjar apokrin, jaringan penghubung, pembuluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat, dan pembuluh limfatik. Pada lapisan ini termoreseptor dapat ditemukan, yang mendeteksi panas dan mekanoreseptor, yang peka terhadap sentuhan.

  • Hipodermis atau jaringan subkutan – Hipodermis merupakan lapisan kulit yang paling tebal. Lapisan ini dilekatkan oleh serat elastin dan kolagen pada dermis. Hipodermis sebagian besar terdiri dari adiposa atau sel yang mengumpulkan dan menyimpan lemak. Hipodermis juga mengandung pembuluh darah dan saraf yang lebih besar daripada yang ditemukan di dermis.

Jenis-jenis Penyakit Kulit

  • Ruam – Ruam merupakan istilah untuk semua jenis perubahan warna atau peradangan kulit yang membuat kulit terlihat tidak normal. Contohnya adalah cacar air, rubella, urtikaria, intertrigo (ruam kulit di lipatan tubuh), rosacea, dan eksim. Ruam dapat disebabkan oleh obat-obatan, suhu ekstrim, gigitan serangga, kondisi medis, atau infeksi.

  • Jerawat – Jerawat merupakan gangguan kulit yang paling umum. Setidaknya 85% orang pasti pernah terkena jerawat, yang muncul saat kulit tersumbat oleh bakteri, kulit mati, atau minyak.

  • Kanker kulit – Jenis kanker yang paling umum ini terjadi akibat terlalu banyak terkena sinar ultraviolet dari matahari atau tempat tidur pencoklatan kulit.

  • Psoriasis – Psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan peradangan dan kerak. Psoriasis terjadi saat antibodi tubuh menyerang sel kulit, sehingga sel bereproduksi dengan sangat cepat dan menumpuk di kulit.

  • Kurap – Kurap adalah gangguan kulit akibat infeksi jamur yang banyak ditemukan pada anak. Penyakit ini dapat menular dan biasanya timbul di kulit kepala dan kaki.

  • Ketombe – Ketombe merupakan gangguan umum pada kulit kepala yang dapat diakibatkan oleh kulit kering, dermatitis seboroik, penyakit saraf, atau infeksi jamur.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Kulit

Selain kanker kulit jenis tertentu, kebanyakan kelainan kulit tidak membahayakan nyawa dan dapat disembuhkan dengan perawatan yang konservatif dan non-invasif. Beberapa perawatan dan prosedur kulit umum adalah:

  • Kortikosteroid – Steroid topikal merupakan pilihan utama untuk mengobati berbagai peradangan kulit karena obat ini sangat efektif untuk menghentikan gejalanya. Steroid sering digunakan untuk mengobati eksim, dermatitis kontak, sengatan serangga, dan psoriasis.

  • Antibiotik – Antibiotik oral dan topikal dapat diberikan untuk mengatasi kelainan kulit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, misalnya selulitis.

  • Obat anti virus dan anti jamur – Kedua obat ini digunakan untuk menangani kelainan kulit yang disebabkan oleh virus atau jamur, seperti kurap dan athlete’s foot.

  • Bedah kulit – Ini merupakan prosedur invasif yang dilakukan untuk menangani kanker kulit. Salah satu teknik bedah kulit yang khusus adalah prosedur Moh’s. Dengan tingkat keberhasilan 98%, prosedur ini dikenal sebagai satu-satunya teknik yang paling efektif untuk menghilangkan karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal.

Bagikan informasi ini: