Apa itu Tiroid?

Kelenjar tiroid adalah bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk menghasilkan hormon tiroid agar setiap sel tubuh dapat berfungsi dengan baik. Hormon tiroid mengatur metabolisme tubuh atau kemampuan untuk mengubah kalori menjadi energi, yang memiliki pengaruh terhadap detak jantung, pola napas, siklus menstruasi, temperatur tubuh, tekanan darah, dan fungsi vital tubuh lainnya. Gangguan apapun pada produksi hormon tiroid, baik pada kelenjar pituitari, hipotalamus, atau tirod, dapat menyebabkan hipertiroidisme (produksi hormon berlebihan) atau hipotiroidisme (produksi hormon yang terlalu sedikit).

Kelenjar tiroid terletak di bagian leher, posisinya sedikit di bawah jakun atau bagian tulang rawan yang menonjol. Bentuknya seperti kupu-kupu berukuran dua inci, yang sayapnya atau lobus membungkus batang tenggorokan, yang kadang-kadang menyatu di tengah dengan sepotong jaringan tiroid yang disebut isthmus.

Karena merupakan bagian dari sistem endokrin, kelenjar tiroid menghasilkan dan melepaskan hormon Triiodothyronine (T3) dan Thyroxine (T4). Hormon ini dihasilkan dari iodin yang didapatkan tubuh dari makanan dan garam beryodium.

Walaupun kelenjar tiroid adalah satu-satunya kelenjar yang memproduksi hormon T3 dan T4, namun yang mengirimkan isyarat pada kelenjar tiroid untuk mengurangi atau melebihi produksi hormon adalah kelenjar hipotalamus dan pituitari. Kelenjar hipotalamus melepaskan hormon pelepas TSH untuk merangsang kelenjar pituitari agar memproduksi hormon tirotropin atau TSH (Thyroid Stimulating Hormone), sehingga kelenjar tiroid mampu memproduksi hormon T3 dan T4. Kadar hormon tirotropin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari menandakan jumlah hormon yang harus diproduksi oleh kelenjar tiroid.

Jenis-jenis Penyakit Tiroid

Gangguan yang berhubungan dengan tiroid biasanya muncul bila kelenjar pituitari gagal menyampaikan kadar TSH yang harus diproduksi, menyebabkan produksi hormon T3 dan T4 menjadi berlebihan atau terlalu sedikit, sehingga memicu kondisi:

Hipotiroidisme - Kondisi ini ditandai dengan kadar hormon T3 dan T4 yang terlalu sedikit. Karena terlalu umum, gejala yang muncul seringkali menyerupai penyakit lain. Gejala ini meliputi lelah, depresi, berat badan naik, sembelit, kadar kolesterol naik, dan alergi dingin. Jika tidak segera ditangani, hipotiroidisme dapat menyebabkan efusi pleura (cairan di dalam paru-paru), efusi perikardial (cairan di sekitar jantung) atau pembengkakan hati.

Hipertiroidisme - Kondisi ini adalah kebalikan dari hipotiroidisme, dapat terjadi jika produksi hormon T3 dan T4 terlalu berlebihan. Penderita hipertiroidisme akan mengalami gangguan kecemasan, kegelisahan, sensitif terhadap suhu tinggi, rambut rontok, dan siklus menstruasi berkurang.

Jenis-Jenis Prosedur/Bedah Tiroid

Umumnya, mengobati penyakit kelenjar tiroid diawali dengan menentukan kadar hormon TSH dan hormon T3 dan T4 dengan menggunakan:

  • Tes darah – Uji darah dapat mengenali produksi hormon yang terlalu sedikit atau berlebihan. Jika kadar T4 rendah, dapat dipastikan bahwa kelenjar tiroid mengalami gangguan karena tidak memproduksi hormon dengan baik. Namun bila tiroid tidak mendapat kadar hormon tirotropin yang tepat, maka masalah ada pada kelenjar pituitari.

  • Radioimmunoassay – Prosedur ini merupakan metode yang sangat sensitif dalam mengenali dan mengukur konsentrasi hormon. Radioimmunoassay memperlihatkan kadar hormon T3 dan T4 dengan lebih akurat dan dapat mengenali kelenjar yang menyebabkan malfungsi.

  • Pemindaian dan USG tiroid – Prosedur ini ditujukan untuk mendeteksi kehadiran nodul atau anomali yang memicu kelainan produksi hormon.

Sementara untuk pengobatan, obat-obatan dan terapi penggantian hormon (HRT) yang paling sering diberikan untuk mengatasi gangguan kelenjar tiroid. Obat anti-tiroid diberikan untuk mencegah kelebihan produksi hormon T3 dan T4, sedangkan HRT diterapkan pada pasien yang kekurangan atau tidak memiliki hormon T3 dan T4. Radioaktif iodin dan prosedur bedah hanya dibutuhkan bila pasien menderita gangguan tiroid serius, namun kedua prosedur ini tetap memerlukan HRT karena kelenjar tiroid berpotensi mengalami kerusakan atau pengangkatan.

Bagikan informasi ini: