Apa itu Gigi?

Gigi adalah bagian kecil yang terdapat di rahang atas atau bawah. Setiap gigi tertanam di dalam gusi, akarnya menembus garis gusi dan masuk ke tulang rahang. Jika di total jumlah gigi dari tulang rahang atas maupun bawah, berjumlah 32 gigi. Gigi dibedakan menjadi lima jenis, dengan fungsi yang berbeda-beda. Jenis gigi antara lain adalah:

  • Gigi seri – Untuk memotong makanan, ini adalah delapan gigi berbentuk chisel di bagian tengah dari rahang atas dan bawah.

  • Gigi taring – Ini adalah gigi tajam di samping gigi seri. Dinamai gigi taring karena ujung atau puncaknya yang runcing serta dapat merobek dan merenggut makanan.

  • Gigi geraham kecil – Geraham kecil dapat membantu menghancurkan dan merobek makanan. Gigi ini juga dikenal sebagai bicuspid.

  • Gigi geraham – Dapat mudah dikenal karena bentuknya yang besar dan rata dengan beberapa ujung lancip di atasnya, geraham sangat penting untuk mengunyah makanan.

  • Gigi bungsu – Setiap orang dewasa memiliki empat gigi bungsu. Gigi yang juga disebut geraham ketiga ini biasanya mulai tumbuh pada usia 18 tahun.

Setiap gigi terdiri dari beberapa lapisan dengan ketebalan dan kekuatan yang berbeda. Lapisan paling luar adalah enamel, yang kebanyakan mengandung kalsium fosfat, suatu mineral yang dikenal sangat kuat. Maka dari itu, enamel menjadi bagian gigi yang paling keras dan kuat.

Sedangkan dentin adalah lapisan sel aktif di bawah enamel. Dentin menutupi pulpa atau jaringan lunak gigi. Setiap gigi ditahan oleh sementum dan ligamen periodontal. Keduanya mengandung jaringan ikat kuat yang terhubung ke tulang rahang.

Gigi memiliki beberapa peran penting bagi tubuh manusia. Gigi sangat penting untuk memotong, mengunyah, dan menghaluskan makanan. Dengan begitu, manusia dapat mengonsumsi makanan dengan baik. Selain itu, gigi juga membantu manusia dalam proses berbicara.

Jenis-jenis Penyakit Gigi

Gigi akan menjadi bermasalah saat ada kerusakan akibat kurangnya perawatan, terlalu sering digunakan, dan cedera traumatis. Masalah pada gigi yang paling umum adalah:

  • Gigi berlubang atau karies – Gigi akan menjadi berlubang saat enamel rusak, sehingga lapisan dalam gigi akan terkena bakteri. Apabila tidak diobati, gigi berlubang dapat menyebabkan masalah gigi yang lebih serius, seperti gigi busuk.

  • Periodontitis – Biasanya disebabkan oleh perawatan kesehatan dan kebersihan gigi yang buruk, periodontitis ditandai dengan peradangan pada lapisan dalam gigi, terutama pada ligamen periodontal dan sementum.

  • Gingivitis – Ini adalah kondisi di mana terjadi radang gusi. Gingivitis seringkali disebabkan oleh penimbunan plak dan karang gigi di permukaan gigi dekat gusi.

  • Plak – Ini adalah lapisan lengket yang terdiri dari bakteri dan zat lain yang tertinggal di permukaan gigi setelah mengonsumsi makanan manis.

  • Karang gigi – Karang gigi adalah lapisan keras dan tebal yang menumpuk di permukaan gigi. Karang gigi timbul saat plak tidak dibersihkan dan bercampur dengan mineral yang ada di mulut. Plak yang berubah menjadi karang gigi hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Gigi

  • Kawat gigi (ortodonti) – Ortodonti adalah cabang kedokteran gigi yang terfokus pada perbaikan susunan dan posisi gigi dengan menggunakan kawat gigi.

  • Implan gigi – Ini adalah akar gigi buatan untuk menggantikan gigi yang hilang.

  • Pencabutan gigi – Pencabutan gigi perlu dilakukan jika gigi sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Namun, pencabutan gigi juga terkadang dilakukan sebagai bagian perawatan ortodonti.

  • Bedah gusi – Fungsi utama bedah gusi adalah mengobati periodontitis dan gingivitis. Prosedur ini juga dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan gusi.

  • Bedah gigi bungsu – Prosedur ini perlu dilakukan jika gigi bungsu beresiko membahayakan gigi di sekitarnya atau tidak dapat keluar karena kekurangan tempat di rahang. Karena posisinya, gigi bungsu juga susah dibersihkan sehingga rentan terkena infeksi. Pada kasus seperti ini, pencabutan gigi bungsu dapat menghentikan gejala dan mencegah infeksi.

Bagikan informasi ini: