Apa itu Vagina?

Vagina adalah bagian dari sistem reproduksi wanita. Vagina berfungsi sebagai saluran penghubung ke rahim, dengan labia dan vulva sebagai jalan masuknya. Di ujung dalam, vagina terhubung langsung dengan serviks (leher rahim).

Vagina digunakan tubuh untuk mengeluarkan menstruasi, yang berawal dari rahim. Selama hubungan seksual, otot vagina yang elastis dan lunak serta lapisannya yang lentur akan memberikan kenikmatan dan pelumas saat penis memasuki vagina. Organ ini juga berfungsi sebagai tempat keluar janin saat persalinan.

Tergantung pada usia dan ras, wanita dapat memiliki bentuk vagina yang beragam. Namun kebanyakan wanita memiliki vagina berwarna merah agak muda. Secara anatomi, vagina terletak di belakang uretra dan kandung kemih wanita. Introitus dan lubang uretra – tempat keluarnya urin—dilindungi oleh labia, juga dikenal sebagai bibir luar vagina.

Dinding vagina terdiri dari empat lapisan jaringan: lapisan mukosa yang terbuat dari epitel skuamosa berlapis tanpa keratin, lamina propria yang terbuat dari jaringan ikat, lapisan serat otot halus, dan adventitia yang merupakan jaringan ikat di lapisan terluar.

Sirkulasi darah di daerah vagina diatur oleh arteri rahim, vagina, rektum tengah, dan pudendal internal.

Jenis-jenis Penyakit Vagina

Penyakit vagina merupakan kondisi patologi yang dapat memengaruhi sebagian atau seluruh bagian vagina. Banyak spesialis kandungan yang menyarankan menjaga kesehatan vulva dan vagina untuk mencegah penyakit ini.

  • Penyakit menular seksual atau PMS. Infeksi yang juga disebut penyakit kelamin ini dapat tersebar melalui hubungan seksual dengan vagina. Wanita yang aktif secara seksual namun tidak menggunakan pengaman rentan terkena infeksi seperti gonore, herpes kelamin, klamidia, dan HPV (human papillomavirus).

  • Benjolan vagina. Benjolan di dinding vagina atau bagian dasar introitus selalu dikategorikan sebagai kondisi abnormal. Salah satu jenis benjolan vagina yang paling umum adalah kista Bartholin yang timbul akibat penyumbatan di kelenjar dekat introitus vagina. Benjolan juga dapat disebabkan oleh herpes simplex, ditandai dengan banyak benjolan berkerak yang berisi cairan.

  • Candidal vulvovaginitis. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan ragi berlebih di daerah vagina, yang dapat menyebabkan gatal, rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, bercak merah atau bengkak di sekitar vagina, serta keluarnya cairan yang putih dan kental. Kondisi ini juga dikenal sebagai infeksi ragi vagina.

  • Bacterial vaginosis. Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan bakteri di daerah vagina dan biasanya ditandai dengan cairan vagina yang berbau tidak sedap dan berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dari infeksi ragi, penyakit ini biasanya tidak menyebabkan gatal dan gejala lain.

Jenis-jenis Prosedur dan Bedah Vagina

  • Histerektomi vagina. Ini adalah prosedur bedah untuk mengangkat serviks dan rahim melalui vagina.
  • Rejuvenasi vagina. Prosedur kecantikan yang bertujuan untuk mempercantik vagina dengan mengencangkan saluran vagina dan/atau mengubah bentuk labia dan vulva.
  • Vaginektomi. Prosedur untuk mengangkat seluruh atau sebagian vagina yang dapat disarankan bagi pengidap kanker vagina.
  • Rekonstruksi vagina. Prosedur untuk membuat vagina baru atau tiruan yang sering disarankan bagi pasien yang telah menjalani vaginektomi.
Bagikan informasi ini: