Apa itu Aneurisma Aorta Abdominal?

Aneurisma Aorta Abdominal (AAA) adalah bagian menonjol atau membengkak pada aorta yang melewati perut. Aorta ini merupakan aorta terbesar yang berasal dari jantung ke dada bagian bawah hingga perut. AAA dimulai saat dinding aorta melemah. Tekanan dari darah yang terpompa melewati area yang melemah akan membuat area tersebut mengembang secara perlahan seperti balon.

AAA berukuran kecil biasanya tidak menunjukkan gejala dan seringkali ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani prosedur diagnostik atau pencitraan untuk kondisi medis lain. Namun, AAA yang sudah mengembang terlalu besar dapat pecah dan menyebab perdarahan internal yang mengancam nyawa. Pecahnya aneurisma aorta abdominal adalah penyebab kematian paling banyak ke-15 di Amerika Serikat dan ke-10 penyebab kematian utama pada pria berusia di atas 50 tahun.

Pecahnya aneurisma ini juga meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat terlepas dan pindah ke bagian tubuh lain, di mana menyebabkan sumbatan parsial atau penuh. Jika gumpalan tersebut menetap di arteri yang memasok darah ke otak, maka dapat memicu stroke dan serangan jantung.

Penyebab Aneurisma Aorta Abdominal

Penyebab aneurisma aorta abdominal belum diketahui sepenuhnya. Beberapa dokter menyakini bahwa arteri yang tersumbat (atherosclerosis) menyebabkan dinding aorta melemah dan tekanan darah pada area tersebut meningkat. Penyebab lainnya yang memungkinkan adalah:

  • Gangguan jaringan penghubung turunan

  • Peradangan pembuluh darah (arteritis)

  • Genetik atau diwariskan - Seseorang dengan cacat turunan, seperti Ehlers-Danlos dan sindrom Marfan, memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan aneurisma aorta abdominal

  • Infeksi aorta - Dalam kasus langka, infeksi bakteri dan jamur menyebabkan AAA.

  • Cedera atau trauma pada dinding aorta

Faktor yang dapat meningkatkan risiko AAA, termasuk:

  • Disrupsi anastomosis

  • Diabetes

  • Riwayat keluarga dengan AAA - Seseorang dengan hubungan tingkat pertama dengan penderita AAA, memiliki risiko 25% mengembangkan kondisi ini

  • Tekanan darah tinggi - Seseorang dengan dinding aorta yang melemah lebih mungkin mengembangkan kondisi ini

  • Usia tua - Kondisi ini umumnya didiagnosa pada mereka yang berusia lebih dari 55 tahun

  • Riwayat aneurisma - Seseorang yang pernah memiliki aneurisma tipe lain di bagian tubuh yang berbeda berisiko mengembangkan AAA

  • Merokok

  • Ras - AAA lebih umum dialami ras Kaukasian dibandingkan ras lainnya

Gejala Utama Aneurisma Aorta Abdominal

Aneurisma aorta abdominal berukuran kecil biasanya tidak menunjukkan gejala berarti. Namun, jika AAA membesar dan pecah, maka dapat menyebabkan nyeri parah pada perut, panggul, dan pinggang yang parah. Pecahnya AAA juga dikaitkan dengan perdarahan internal parah yang dapat mengarah pada syok, distensi abdomen, dan massa perut berdenyut. Gejala lainnya meliputi:

  • Mual

  • Muntah

  • Tekanan darah rendah

  • Denyut nadi cepat

  • Hipotensi

Pecahnya AAA adalah salah satu keadaan darurat bedah paling fatal dengan tingkat mortalitas keseluruhan hingga 90%.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kebanyakan AAA yang tidak menyebabkan gejala, ditemukan melalui tes pencitraan standar yang dilakukan selama pemeriksaan kesehatan rutin atau untuk kondisi medis yang tidak terkait. Namun, AAA yang berukuran besar dan menunjukkan gejala dapat didiagnosis dengan tes dan prosedur berikut:

  • Ultrasound

  • CT Scan

  • Angiogram

  • Ekokardiografi transesofagus

Prosedur-prosedur di atas membantu dokter mengetahui ukuran, bentuk, dan lokasi aneurisma dengan tepat.

Pengobatan untuk AAA tidak selalu diperlukan. Aneurisma kecil yang sangat tidak mungkin pecah, jika dipantau secara ketat. Pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi atau CT scan setiap enam bulan untuk memastikan kondisinya tidak berlanjut. Pendekatan ini, yang disebut sebagai pengawasan aktif, dianjurkan jika manfaat pengobatan tidak melebihi risiko yang mungkin terjadi. Untuk memastikan kondisinya tidak memburuk, pasien disarankan untuk:

  • Jadikan perubahan gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur

  • Hindari merokok

  • Minum obat untuk mengendalikan kondisi medis yang bisa memperburuk kondisi, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes

Namun, perawatan segera dimulai jika:

  • Ukuran aneurisma antara 1,9 - 2,2 inci

  • Aneurisme berkembang dengan cepat

  • Pasien mengalami gejala parah

Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah aneurisma aorta perut pecah, baik dengan operasi pembedahan terbuka tradisional atau teknik perbaikan endovaskular. Dokter akan memutuskan pendekatan terbaik berdasarkan bentuk, lokasi, dan ukuran aneurisma, usia pasien, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

  • Pendekatan bedah tradisional - Melibatkan melepaskan dan mengganti bagian aorta yang rusak dengan tabung sintetis. Prosedurnya, yang mengharuskan membuat sayatan besar di perut, dilakukan dengan bius total dan memakan waktu antara tiga dan lima jam. Sebagian besar pasien diharuskan tinggal di rumah sakit selama 10 hari dan diperbolehkan untuk menjalani kegiatan normal mereka dalam waktu enam dan dua belas minggu setelah operasi. Perbaikan bedah terbuka umumnya menghasilkan hasil baik yang bertahan dalam jangka panjang.

  • Perbaikan endovaskular - Pengobatan pilihan untuk aneurisma aorta perut karena sama efektifnya dengan operasi terbuka tapi minimal invasif. Prosedur ini menggunakan sayatan kecil di daerah selangkangan di mana kawat pemandu dimasukkan dan diikat sampai mencapai bagian aorta yang rusak. Kemudian, sebuah stent-graft ditinggalkan pada aorta yang lemah untuk memperkuatnya dan berfungsi sebagai jalur baru untuk aliran darah. Prosedur hanya memakan waktu satu sampai tiga jam dan pasien dipulangkan dari rumah sakit setelah beberapa hari. Banyak yang bisa kembali ke aktivitas normal mereka dalam dua sampai enam minggu setelah prosedur.

Tindak lanjut setelah operasi sangat penting. Pasien perlu menjalani tes fisik dan tes pencitraan berkala untuk memastikan kondisinya membaik dan bahwa cangkok sintetis tidak bocor.

Tingkat kelangsungan hidup pasien dengan AAA yang tidak rusak umumnya baik. Namun, lebih dari 50% orang yang mengalami AAA pecah sebelum mendapat akses ke perawatan darurat tidak dapat bertahan.

Rujukan:

  • Svensjö, S., et al. “Low prevalence of abdominal aortic aneurysm among 65-year-old Swedish men indicates a change in the epidemiology of the disease.” Circulation 124.10 (2011): 1118-1123.

  • Guirguis-Blake JM, Beil TL, Senger CA, Whitlock EP. Ultrasonography screening for abdominal aortic aneurysms: a systematic evidence review for the U.S. Preventive Services Task Force. Ann Intern Med. 2014 Mar 4. 160(5):321-9.

Bagikan informasi ini: