Apa itu Migrain Perut?

Migrain perut adalah salah satu jenis migrain. Alih-alih sakit kepala, kondisi ini justru menyebabkan nyeri di sekitar pusar.

Kondisi yang umum terjadi di kalangan anak-anak berusia lima hingga sembilan tahun ini sangat jarang ditemukan pada orang dewasa. Nyeri yang disebabkan oleh migrain perut dapat berskala ringan, sedang, atau berat. Ini juga membuat penderita muntah dan mual. Gejalanya kerap muncul dan hilang. Gejala tersebut dapat berlangsung selama dua jam hingga tiga hari.

Migrain perut dapat terasa sangat menyakitkan dan tidak nyaman. Namun, ini jarang menyebabkan kekhawatiran. Pada beberapa kasus, nyeri akan membaik dengan sendirinya atau bila ditidurkan. Jika tak kunjung membaik, pasien akan diberi obat. Migrain perut tidak menyebabkan gangguan kesehatan serius dan akan sepenuhnya hilang saat anak memasuki usia sekitar 11 atau 12 tahun.

Penyebab migrain perut belum diketahui. Namun, faktor genetik diyakini berperan dalam memicu kondisi ini. Migrain perut sering kali terjadi pada anak-anak yang memiliki sanak keluarga yang pernah mengalami penyakit ini. Berdasarkan hasil riset, penyakit ini menyerang 2 - 4% anak di seluruh dunia. Banyak dari mereka yang kerap mengalami migrain kepala saat mencapai usia dewasa.

Gejalanya pertama dapat timbul saat pasien berusia antara lima hingga sembilan tahun. Pada beberapa kasus, gejala muncul saat seorang anak merasa kesal atau terlalu cemas.

Kondisi ini lebih umum dialami anak perempuan daripada laki-laki.

Penyebab Migrain Perut

Penyebab migrain perut masih belum diketahui. Namun, kondisi ini diyakini terjadi karena kadar serotonin dan histamin yang rendah. Serotonin adalah neurotransmiter yang berperan dalam mengatur proses siklus tubuh. Ia juga berperan terhadap kebahagiaan dan kesejahteraan seseorang. Orang-orang dengan tingkat serotonin rendah dapat menderita depresi. Histamin juga merupakan zat kimia yang diproduksi oleh tubuh. Ia dilepaskan selama reaksi alergi.

Faktor genetik juga diyakini dapat memicu kondisi ini. Sebanyak 60% pasien migrain perut memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi ini.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa kecemasan dan terlalu stress dapat memicu kadar histamin dan serotonin menurun. Para ahli mengatakan hal ini dapat menyebabkan terjadinya migrain perut.

Faktor lain yang dipercaya sebagai pemicu migrain perut adalah makanan yang mengandung banyak nitrat (seperti makanan olahan) dan terlalu banyak menelan udara.

Gejala Utama Migrain Perut

Seperti halnya migrain kepala, kondisi ini juga menyebabkan nyeri berat. Namun, alih-alih sakit kepala, nyeri terasa di bagian tengah perut. Gejala lainnya berupa mual dan muntah. Beberapa anak juga merasakan sakit kepala berat dan keram. Ini dapat terjadi secara mendadak dan tanpa tanda apa pun.

Banyak anak yang kehilangan nafsu makan karena merasakan nyeri yang luar biasa. Akibatnya, berat badan mereka menurun, terutama bila kondisi ini kronis. Gangguan ini juga dapat menyebabkan serangan panik dan kecemasan karena beberapa anak merasa tiap episode traumatis terhadap tiap episode migrain.

Sebagian besar pasien sering merasa mengantuk dan tidak bersemangat. Banyak yang memilih untuk diam di rumah daripada bermain atau mengikuti kegiatan sekolah.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Umumnya, migrain perut dapat cukup sulit didiagnosis. Sebab, saat ini belum ada tes yang secara khusus dirancang untuk kondisi ini. Selain itu, banyak anak yang kesulitan menjelaskan gejala mereka dengan baik.

Sejumlah tes kesehatan digunakan untuk memeriksa penyakit dan gangguan dengan gejala yang sama. Ini termasuk penyumbatan usus, penyakit Crohn, dan sindrom usus rengsa (IBS). Gangguan kejang juga dapat diperiksa melalui tes ini.

Dokter juga meninjau rekam medis dan melaksanakan tes fisik. Keduanya diikuti dengan tes laboratorium yang termasuk tes darah dan urine. Tes pencitraan tidak selalu dilaksanakan karena biayanya relatif mahal. Namun, pada beberapa kasus, dokter mungkin meminta pasien menjalani tes MRI dan CT-scan.

Jika hasil tes menemukan gangguan yang menyebabkan gejala yang sama, pasien akan didiagnosis dengan migrain perut.

Pengobatan migrain perut dimulai dengan melegakan gejala. Dokter sering kali memberi obat-obatan yang sama digunakan untuk mengobati migrain kepala. Pasien juga diberi larutan rehidrasi yang dapat diminum untuk mengganti cairan dan mineral yang hilang akibat muntah-muntah. Bila diperlukan, mereka dibawa ke rumah sakit untuk diberi asupan cairan melalui selang infus selama beberapa hari. Mereka juga akan diberi obat pencegah mual.

Selain melegakan gejala, tujuan lain dari pengobatan adalah mencegah serangan mendatang. Ini pun dapat dicapai dengan penggunaan obat-obatan. Biasanya yang digunakan adalah obat untuk depresi. Obat ini dapat menghentikan efek serotonin. Obat-obatan lain yang juga digunakan, di antaranya obat untuk kejang dan antihistamin.

Upaya pencegahan lain kemungkinan termasuk menghindari pemicu tertentu, di antaranya makanan yang mengandung nitrat. Jika pemicunya tidak diketahui, dokter akan menganjurkan pasien (atau orang tua mereka) untuk menghindari produk olahan susu dalam apa saja yang mereka makan atau lakukan. Hal ini membantu mengidentifikasi faktor yang mungkin memicu gejala migrain.

Pasien juga dianjurkan untuk:

  • Makan dengan pola seimbang yang kaya akan buah-buahan dan sayur-sayuran.

  • Menghindari makanan olahan dan cepat saji.

  • Minum banyak air untuk membantu tubuh mengeluarkan racun.

  • Istirahat yang cukup.

  • Belajar mengelola stres dan kecemasan.

  • Lebih aktif secara fisik.

Prognosis bagi pasien migrain perut sangatlah bagus. Pengobatan sangat efektif, tidak hanya dalam meredakan gejala, namun juga mencegah serangan mendatang.

Rujukan:

  • Dignan F, Abu-Arafeh I, Russell G. The prognosis of childhood abdominal migraine. Arch Dis Child. 2001 May;84(5):415-8.

  • Gelfand AA. Episodic syndromes that may be associated with migraine: A.K.A. “the childhood periodic syndromes”. Headache. 2015;55(10):1358-1364.

  • The International Headache Society. https://www.ichd-3.org/1-migraine/1-6-episodic-syndromes-that-may-be-associated-with-migraine/1-6-1-recurrent-gastrointestinal-disturbance/1-6-1-2-abdominal-migraine/

Bagikan informasi ini: