Apa itu Overdosis Acetaminophen

Acetaminophen adalah obat yang banyak digunakan untuk mengobati nyeri tubuh, demam, dan sakit kepala. Obat ini juga digunakan untuk mengobati pilek, artritis, dan sakit gigi. Cara kerja dari obat ini diketahui sangat efektif dan aman. Tapi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih, bisa menjadi amat berbahaya.

Setiap obat yang masuk ke dalam tubuh akan dimetabolismekan oleh hati. Namun, jika seseorang mengonsumsi lebih dari kemampuan metabolisme hati, maka sel hati dapat mengalami kerusakan. Kemudian, hal tersebut akan memicu gagal hati akut, yaitu kondisi medis yang serius di mana hati akan berhenti bekerja dengan baik. Bila tidak segera diobati, bisa menyebabkan cairan menumpuk di otak. Hal ini juga dapat menyebabkan perdarahan di saluran cerna dan infeksi yang mengancam jiwa. Apabila telah terjadi, cara yang bisa dilakukan mengobati kondisi ini adalah transplantasi hati. Untuk prosedur ini, hati yang sakit akan dikeluarkan dan diganti dengan hati yang sehat yang didapatkan dari donor.

Overdosis obat bisa disengaja seperti pada kasus orang yang bunuh diri. Tapi sebagian besar kasus terjadi secara tidak sengaja. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari kebingungan atau ketika seseorang tidak yakin kapan obat berikutnya harus diminum. Orang yang paling berisiko mengalami gagal hati karena overdosis obat adalah orang-orang yang hatinya sudah rusak.

Penyebab Overdosis Acetaminophen

Banyak kasus terjadi secara tidak disengaja. Berikut adalah beberapa kemungkinan tentang bagaimana kasus tersebut bisa terjadi:

  • Mengambil berbagai jenis obat dengan bahan aktif yang sama. Hal ini bisa terjadi jika pasien tidak membaca atau memahami label produk.

  • Merasa bahwa obat yang dikonsumsi terlalu lemah. Sehingga, pasien berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mengonsusmsi lebih banyak.

  • Meminum obat berikutnya terlalu cepat atau dalam waktu yang berdekatan.

  • Tidak sengaja menggandakan dosis. Contohnya adalah ketika seorang ibu memberi anaknya obat tanpa menyadari bahwa sang ayah sudah melakukan hal yang sama.

  • Pengukuran takaran obat cair yang salah. Dengan demikian, disarankan agar alat ukur yang disertakan dengan produk harus selalu digunakan. Menggunakan sendok biasa bisa memberi anak dosis lebih banyak dari yang mereka butuhkan.

  • Seorang anak yang memiliki akses mudah untuk menjangkau obat mungkin secara tidak sengaja menelannya.

Gejala Utama Overdosis Acetaminophen

Banyak orang tidak memperhatikan adanya tanda terkena racun sampai dengan 24 jam setelah mengkonsumsi obat. Hal ini dapat menimbulkan masalah karena bisa menunda tindakan perawatan. Penting untuk dicatat bahwa semakin awal kondisi ini diobati, maka akan semakin baik hasilnya.

Setelah sekitar satu hari, gejalanya akan mulai terlihat. Ini termasuk perasaan umum seperti sakit, mual, dan nyeri di perut. Tanda lainnya adalah muntah dan pusing. Kondisi tersebut bisa berkembang dengan sangat cepat, terutama berlaku untuk orang dengan hati yang sudah rusak. Bila ini terjadi, biasanya gejalanya ialah urin gelap, warna kekuningan pada kulit dan mata, dan kotoran berwarna seperti tanah liat.

Jika diobati segera, kondisinya bisa disembuhkan serta komplikasi serius juga bisa dihindari. Hasilnya akan lebih baik lagi jika pasien mendapatkan pengobatan sebelum gejala muncul.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Penting bagi pasien yang mengalami kondisi ini untuk segera mendapat perawatan darurat. Hal ini berlaku bahkan jika mereka tidak memiliki gejala. Untuk membantu dokter untuk melakukan diagnosis dengan cepat, biasanya pasien atau teman mereka disarankan untuk membawa semua botol obat yang mereka miliki di rumah mereka. Kemudian, melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda kerusakan hati. Selain itu, tes darah dapat digunakan untuk menentukan jumlah obat yang terdapat dalam darah pasien. Tes fungsi hati dan tes urine juga bisa dilakukan.

Pasien dengan kondisi ini diobati dengan N-acetylcysteine. Obat ini dapat diberikan melalui mulut atau melalui jalur intravena (IV). Hal ini dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada sel hati namun tidak bisa membalikkan kerusakan yang telah terjadi. Dokter juga akan mengosongkan perut pasien sekaligus memberikan arang aktif. Zat ini menyerap berbagai zat jahat dalam perut dan usus. Ada kemungkinan besar untuk sembuh jika pengobatan diberikan dalam delapan jam setelah overdosis. Jika pengobatan tertunda, kemungkinan besar kerusakan permanen pada hati akan terjadi. Hal ini dapat menyebabkan gagal hati.

Dengan pengobatan yang tepat dan tepat waktu, maka kematian jarang terjadi. Pasien yang dinyatakan memiliki kondisi sehat akan cepat pulih dari kondisi tersebut. Sedangkan pasien yang sudah memiliki hati rusak, cenderung lebih mengembangkan masalah medis yang serius.

Rujukan:

  • Brennan, Z. FDA amends liver warning labeling guidance for some OTC drugs containing acetaminophen. Retrieved from http://www.raps.org/Regulatory-Focus/News/2015/11/16/23608/FDA-Amends-Liver-Warning-Labeling-Guidance-for-Some-OTC-Drugs-Containing-Acetaminophen/

  • U.S. Food and Drug Administration. (2014, January 1). FDA recommends health care professionals discontinue prescribing and dispensing prescription combination drug products with more than 325 mg of acetaminophen to protect consumers. Retrieved from http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/ucm381644.htm

Bagikan informasi ini: