Apa itu Adenokarsinoma Paru?

Adenokarsinoma paru adalah salah satu jenis kanker paru. Ini terjadi saat mutasi DNA tertentu menyebabkan sel-sel tidak normal berlipat ganda dan tumor tumbuh. Seperti kanker paru jenis lain, adenokarsinoma umumnya menyerang perokok aktif atau pasif.

Penyakit ini mendominasi sekitar 40% dari seluruh kasus kanker paru. Umumnya, wanita lebih rentan terserang penyakit ini dan cenderung menyerang orang di bawah usia 45 tahun. Secara umum, adenokarsinoma paru cenderung berkembang secara perlahan dan seringkali terdiagnosis sebelum menyebar ke organ tubuh lain.

Saat terdiagnosis sejak awal, prognosis pasien kanker paru biasanya bagus. Kanker yang terkandung di dalam paru-paru (kanker lokal) dapat diangkat seluruhnya melalui operasi. Namun, bila sel kanker menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, atau otak, kesempatan pasien untuk sembuh sangatlah rendah. Hasilnya akan tetap sama, bahkan jika pasien menjalani seluruh jenis pengobatan kanker.

Penyebab Adenokarsinoma Paru

Alasan yang pasti atas kanker paru yang menyerang sebagian orang masih belum diketahui. Namun, penyakit ini dikaitkan dengan beberapa faktor risiko, seperti:

  • Merokok - Menurut statistik, sebanyak 90% kasus kanker paru disebabkan oleh merokok

  • Terpapar asap rokok (perokok pasif)

  • Terpapar asbestos dan radon

  • Terpapar karsinogen lain, seperti polusi udara

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki faktor risiko akan terserang kanker paru. Banyak orang yang merokok selama bertahun-tahun, namun tidak mengidap kanker. Hal ini berlaku pada orang yang tidak merokok. Tak jarang orang yang tidak pernah merokok malah menderita penyakit ini. Berbagai penelitian dan studi dilakukan untuk memahami alasan sebenarnya yang melatarbelakangi kanker paru. Namun demi keselamatan, para ahli menganjurkan kepada semua orang, yang tidak atau memiliki faktor risiko, untuk berkonsultasi kepada dokter ketika merasakan gejalanya.

Gejala Utama Adenokarsinoma Paru

Kanker paru stadium awal dapat menunjukkan gejala atau tanpa gejala. Tanda-tanda awal adalah batuk yang tidak kunjung sembuh meski telah diobati, mengi, dan batuk berdarah. Gejala lainnya termasuk:

  • Gangguan pernapasan

  • Nyeri dada

  • Demam

  • Sulit menelan

  • Kurang napsu makan

  • Penurunan berat badan

Kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain dapat menyebabkan gejala berbeda, seperti:

  • Sakit kepala dan kejang, apabila kanker menyebar ke otak

  • Nyeri dan fraktur tulang, jika kanker menyebar ke tulang

  • Penyakit kuning dan nyeri perut bagian atas, jika kanker menyebar hingga hati

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien dengan gejala di atas dapat berkonsultasi pada dokter umum atau dokter keluarga untuk mendapatkan pemeriksaan awal. Pasien yang diduga mengidap kanker paru akan dirujuk pada ahli onkologi (dokter spesialis kanker), yang biasanya akan segera melakukan rontgen dada. Tes pencitraan ini memanfaatkan radiasi dosis rendah untuk menciptakan gambar paru-paru.

Apabila menemukan pertumbuhan abnormal di dalam paru-paru, rontgen dada akan dilanjutkan dengan sejumlah tes pencitraan yang lebih sensitif. Tes pencitraan ini dapat menentukan apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, ini dapat memberikan informasi terperinci yang dapat memengaruhi rencana pengobatan untuk pasien.

  • Pemindaian tomografi komputer

  • Pencitraan resonansi magnetik mri

  • Pemindaian tomografi emisi positron

  • Pemindaian tulang

Dokter juga akan mengambil sampel jaringan paru-paru untuk tes atau analisis lebih lanjut. Ini dapat dilakukan dengan

  • Menyisipkan selang tipis yang lentur melalui hidung atau mulut (bronkoskopi)

  • Menempatkan jarum khusus ke dalam dada (biopsi jarum)

  • Biopsi insisi terbuka

Setelah diagnosis kanker ditetapkan, dokter akan beralih untuk menentukan stadiumnya. Stadium kanker dapat menandakan jika kanker belum atau telah menyebar ke bagian tubuh lain.

  • Stadium 1 - Kanker berada di dalam paru-paru

  • Stadium 2 - Kanker telah menyebar ke lapisan paru-paru dan kelenjar getah bening di sekitarnya

  • Stadium 3 - Kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar paru-paru

  • Stadium 4 - Kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang, hati, atau otak

Pengobatan

Kemungkinan terbaik dari pengobatan kanker paru adalah mengangkat seluruh pertumbuhan abnormal melalui prosedur bedah. Ini sangat mungkin dilakukan pada pasien dengan tumor kecil atau kanker stadium awal. Prosedur bedah sering kali diikuti dengan kemoterapi yang dapat membunuh sel kanker yang tersisa di dalam tubuh.

Terkadang, tumor tidak mungkin dapat diangkat seluruhnya karena lokasinya atau pasien terlalu lemah untuk menjalani operasi. Jika kasusnya seperti ini, pasien dapat menjalani kemoterapi dan radioterapi secara terpisah atau bersamaan untuk menyusutkan atau menghentikan pertumbuhan tumor. Kedua pengobatan ini juga daoat mengobati gejala penyakit.

Pilihan pengobatan lainnya, termasuk:

  • Imunoterapi - Memperkuat sistem kekebalan tubuh pasien, sehingga mampu melawan sel kanker.

  • Terapi terarah - Penggunaan obat-obatan yang dirancang untuk menyerang abnormalitas DNA yang menyebabkan adenokarsinoma paru.

Sangat penting bagi pasien untuk memahami bahwa meski pengobatan dinyatakan berhasil, penyakit itu dapat kembali lagi (kambuh). Oleh sebab itu, mereka dianjurkan untuk mengunjungi dokter dan menjalani tes secara rutin. Tujuannya untuk mengenali tanda-tanda penyakit kambuh sejak dini, sehingga dokter dapat segera memulai pengobatan.

Prognosis

Prognosis kanker paru tergantung pada stadium dan seberapa cepat pasien mendapatkan pengobatan. Jika seluruh pertumbuhan abnormal dapat diangkat melalui operasi, prognosisnya akan sangat menjanjikan. Namun, pasien kanker paru stadium akhir, dengan angka ketahanan hidup hingga lima tahun, hanya memiliki kesempatan sekitar 18%.

Rujukan:

  • DiBardino, D.; Saqi, A.; Elvin, J.; et al. “ Yield and Clinical Utility of Next-Generation Sequencing in Selected Patients With Lung Adenocarcinoma.”Clinical Lung Cancer. 2016; 17(6):517-522.e3.

  • Dacic, S. “Molecular genetic testing for lung adenocarcinomas: a practical approach to clinically relevant mutations and translocations.” Journal of Clinical Pathology. 2013; 66(10):870-874.

Bagikan informasi ini: