Apa itu Alat Prostetik Wajah?

Alat prostetik (tiruan) wajah adalah sebuah alat yang dipasang pada wajah, kepala, kulit kepala, atau mulut, untuk mengembalikan bentuk dan fungsi bagian tubuh yang hilang atau tidak sempurna.

Orang yang memiliki spesialisasi dalam membuat peralatan ini disebut ahli anaplastologi klinis. Di beberapa negara maju seperti Inggris, ahli anaplastologi dikenal sebagai ahli prostetik dan teknologi maksilofasial. Terkadang, orang yang memiliki spesialisasi dalam prostodonsia maksilofasial, seperti pemasangan implan gigi, juga dapat disebut ahli anaplastologi. Perbedaannya lebih jelas terlihat pada negara di mana profesi-profesi tersebut banyak dijalani dan berbeda secara signifikan.

Anaplastologi adalah pekerjaan non-dokter, yang berarti bahwa ahli anaplastologi tidak mendapatkan pelatihan bertahun-tahun sebagai dokter spesialis. Akan tetapi, anaplastologis memiliki latar belakang dan pendidikan dalam kedokteran, terutama biologi. Mereka juga diharapkan mengikuti pelatihan rutin dan melanjutkan pendidikan, terutama bila ada teknik yang baru saja diperkenalkan.

Prostetik wajah telah digunakan selama berpuluh-puluh tahun, terutama dalam bidang industri hiburan. Teknik yang digunakan untuk kedokteran tidak terlalu berbeda. Akan tetapi, alat prostetik wajah yang berhubungan dengan kedokteran, lebih ditujukan untuk rekonstruksi daripada kosmetik. Bahkan, alat prostetik tersebut biasanya disertai dengan asuransi kesehatan. Penciptaan alat prostetik ini membutuhkan keahlian dokter bedah, ahli anaplastologi, dan partisipasi pasien.

Siapa yang Perlu Menggunakan Alat Prostetik Wajah dan Hasil yang Diharapkan

Alat prostetik wajah dianjurkan apabila:

  • Alat prostetik adalah pilihan yang lebih baik daripada operasi – Umumnya, pilihan utama untuk pasien dengan bagian wajah yang tidak sempurna adalah operasi. Sebagai contoh, apabila wajah terbakar parah, pencangkokan kulit menjadi pilihan. Kulit yang sehat diambil dari beberapa bagian tubuh dan dicangkokkan ke wajah. Akan tetapi pada kasus di mana tidak terdapat cukup kulit, langkah terbaik adalah menganjurkan pasien untuk menggunakan alat prostetik wajah.

  • Pasien mengalami dampak trauma fisik – Kecelakaan dan cedera fisik lainnya dapat menyebabkan ketidaksempurnaan atau hilangnya bagian wajah; misalnya mata atau hidung. Alat prostetik ini dapat digunakan untuk memulihkan penampilan wajah.

  • Wajah tidak sempurna akibat kondisi medis – Kondisi ini bisa saja karena bawaan lahir atau akibat dari suatu penyakit. Contohnya, tumor tumbuh pada bagian wajah atau seseorang yang mengalami kanker kulit. Pada kanker kulit, langkah pertama biasanya adalah mengangkat kanker. Pada prosesnya, hal ini dapat menimbulkan banyak bekas luka, bahkan terkadang bekas luka besar pada wajah. Sementara itu, pengangkatan tumor dapat mengakibatkan bagian wajah tidak sempurna dan bahkan pemotongan telinga.

  • Pasien tidak ingin menjalani operasi - Bagi mereka yang masih takut menjalani operasi karena kemungkinan komplikasi dan risiko, mereka dapat memilih untuk menggunakan alat prostetik untuk sementara waktu.

Saat ini, ahli anaplastologi dapat menciptakan alat prostetik wajah yang terlihat sangat alami. 3D printing, salah satu teknik inovatif terbaru dalam kedokteran, dapat menghasilkan alat prostetik yang terlihat seperti asli. Akan tetapi, walaupun dapat membantu memperbaiki fungsi dan bentuk wajah, alat prostetik tidak dapat digunakan seutuhnya sebagai pengganti.

Bagaimanapun juga, alat prostetik wajah dapat membantu memperbaiki keseluruhan penampilan secara signifikan, meningkatkan kepercayaan diri pasien, dan memberi pasien kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan lebih banyak beraktivitas.

Cara Kerja Alat Prostetik Wajah

Menciptakan alat prostetik wajah adalah usaha kerja sama. Prosesnya dimulai dari dokter yang dapat memberikan saran terbaik dalam memilih jenis alat prostetik yang dibutuhkan pasien. Dokter juga bertanggung jawab untuk menentukan apakah pasien memenuhi syarat untuk menggunakan tersebut atau tidak.

Setelah itu, ahli anaplastologi mulai membuat alat prostetik. Ia mungkin menggunakan panduan yang dibantu komputer, atau mengambil cetakan bagian tubuh yang tidak sempurna atau hilang. Berbagai bahan dapat digunakan untuk membuat alat prostetik, tetapi pilihan selalu tergantung pada tekstur dan warna kulit pasien, kenyamanan, serta kemungkinan risiko dan komplikasi saat digunakan. Cetakan akan dikirim ke laboratorium di mana alat prostetik akan dibuat.

Kemudian, pasien akan kembali untuk pengaturan dan pemasangan. Alat prostetik ini biasanya dipasang diluar wajah, yang berarti dapat dilepas saat malam hari. Pada bebererapa kasus, alat prostetik direkatkan ke jaringan kulit dengan menggunakan perekat yang aman untuk tubuh, atau melalui oseointegrasi; implan yang dipasang pada tulang dan berfungsi sebagai pengait alat prostetik.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Alat Prostetik Wajah

Alat prostetik lebih dipilih karena memiliki lebih sedikit risiko dan komplikasi serius dibandingkan operasi. Akan tetapi, alat prostetik memiliki kelemahan tertentu, salah satunya yaitu tidak dapat bertahan selamanya. Umumnya, alat prostetik hanya dapat digunakan dalam kurun waktu 3-5 bulan dan memerlukan perawatan rutin. Alat tersebut juga mungkin harus disesuaikan secara berkala.

Kemungkinan risiko lainnya yaitu alat prostetik yang tidak pas dengan pasien atau menimbulkan alergi. Tetapi, hal seperti itu terjadi apabila ahli anaplastologi belum berpengalaman, pasien gagal bekerja sama selama proses pembuatan, atau dokter yang tidak menanyakan pasien apakah ia alergi dengan bahan yang digunakan atau tidak.

Rujukan:

  • Mayersak RJ. Facial trauma. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen’s Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 8th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2013:chap 42.

  • Hill JD, Hamilton III GS. Facial trauma. In: Flint PW, Haughey BH, Lund LJ, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2010:chap 22.

Bagikan informasi ini: