Definisi & Gambaran Umum

Setidaknya satu dari tiap lima orang Amerika memiliki alergi dan lebih dari 50% populasi telah didiagnosis alergi terhadap setidaknya satu macam alergen (pemicu alergi). Hal ini menjadikan alergi sebagai salah satu dari lima penyakit berkepanjangan/kronis terbesar di Amerika.

Sementara itu, sekitar 15 juta orang Amerika, termasuk anak-anak, memiliki alergi makanan. Ini merupakan reaksi alergi terhadap komponen makanan, biasanya protein, dan/atau turunannya (seperti sirup jagung), dan juga bahan pengawet seperti potassium sulphites dan monosodium glutamates (MSG).

Selama lebih dari beberapa tahun terakhir, jumlah penerimaan kasus darurat karena alergi makanan pada anak-anak meningkat hingga sebanyak 50 persen, meskipun para ahli masih mencoba mengetahui alasan tersebut. Sebagian berpendapat bahwa konsumsi makanan telah berubah selama periode tersebut.

Penyebab Kondisi

Alergi sebenarnya merupakan respon alami tubuh terhadap ancaman. Tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang terdiri dari sel darah putih dan antibodi yang melawan berbagai macam ancaman yang dapat mengarah ke infeksi.

Suatu alergi berkembang ketika sistem kekebalan salah menganggap protein dari beberapa tipe makanan atau turunannya sebagai suatu ancaman. Ketika hal tersebut dianggap sebagai suatu ancaman, antibodi bernama immunoglobulin E (IgE) memerintahkan sistem kekebalan untuk mengeluarkan bahan kimia tertentu seperti histamin.

Segera setelah histamin dikeluarkan, orang tersebut mengalami tanda dan gejala dari alergi. Pembuluh darah terutama yang berada di permukaan kulit melebar dan mulai membengkak, saraf menjadi lebih sensitif, dan sel yang melapisi hidung memproduksi lebih banyak lendir.

Alergi makanan dapat dibagi menjadi dua tipe: non-mediasi IgE dan mediasi IgE. Tidak seperti mediasi IgE, dimana disebabkan karena immunoglobulin tertentu, non-mediasi IgE dipercaya diperantara oleh sel T. Ini adalah sel darah putih yang mencari dan menghancurkan ancaman. Non-mediasi IgE lebih sedikit dipelajari dan karena itu tidak mudah didiagnosis oleh dokter. Bagaimanapun, lebih umum diantara anak-anak dan ditandai oleh munculnya gejala yang tertunda, seperti 28 jam setelah dicerna.

Beberapa pemicu paling umum dari alergi makanan yaitu:

  • Telur
  • Susu
  • Coklat
  • Gandum
  • Kacang
  • Ikan
  • Jagung
  • Gluten (tipe protein yang ditemukan pada beberapa tipe gandum seperti gandum hitam dan jelai (barley))
  • Daging terutama ayam

Di samping menjadi sebuah respon kekebalan tubuh, tidak ada penjelasan pasti mengenai alergi. Bagaimanapun, resiko lebih tinggi jika Anda memiliki riwayat keluarga atau sudah terdiagnosa dengan kondisi alergi seperti eksim atau asma.

Gejala Utama

  • Ruam kulit atau bengkak
  • Mata berair atau bengkak
  • Hidung berair
  • Gatal sekitar mulut atau bibir
  • Gatal di kulit
  • Kembung, nyeri perut, dan kram perut
  • Diare
  • Muntah dan mual
  • Nyeri kepala
  • Nyeri perut
  • Asma
  • Bersin

Suatu reaksi alergi biasanya mudah dan cepat untuk dirawat, tetapi dapat menjadi suatu keadaan darurat ketika pasien mengalami anafilaksis, suatu reaksi alergi berat. Seseorang dengan anafilaksis mungkin dapat mengalami gejala ini dalam lima menit hingga dua jam pencernaan:

  • Cemas
  • Hilang kesadaran
  • Kepala ringan atau pusing
  • Bingung
  • Sulit bernapas
  • Kulit memerah
  • Kram perut berat
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Tekanan darah rendah
  • Kesulitan menelan
  • Gangguan berkemih tanpa sadar (Inkontinensi)

Anafilaksis dapat mengarah ke syok dan oleh karena itu, dapat menjadi berbahaya/fatal.

Kepada Siapa Berobat dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Meskipun dokter umum dapat mengobati alergi makanan, praktisi terbaik dalam penanganan ini adalah seorang ahli alergi atau spesialis alergi. Dokter ini dapat melakukan berbagai macam tes untuk menentukan pemicu dari alergi. Ini termasuk darah dan/atau tes cukit kulit. Kedua pemeriksaan ini ditujukan untuk menentukan kadar immunoglobulin E pada sistem tubuh anda.

Pada tes cukit kulit, seorang ahli alergi meletakkan sedikit larutan yang memiliki bahan pemicu potensial alergi dan menggores permukaan kulit untuk memungkinkan tembusan yang meluas dari larutan. Dokter kemudian mengamati reaksi dari kulit. Jika muncul benjolan kecil pada kulit, maka kemungkinan besar Anda alergi terhadap makanan.

Meskipun tes ini cepat—Anda dapat melihat hasilnya dalam 30 menit—cara ini tidaklah selalu tepat, sehingga ahli alergi mungkin saja memutuskan untuk melengkapinya dengan tes darah.

Jika tidak ada satupun dari tes ini yang memuaskan ahli alergi, maka pasien dapat menjalani tes makanan. Pasien harus memakan makanan secara bertahap sementara dokter mengamati adanya reaksi alergi. Mengingat kemungkinan berat dari reaksi, tes ini harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan hanya dilakukan oleh ahli alergi.

Sebagai terapi, seorang ahli alergi dapat menyarankan:

  • Epinefrin: juga disebut sebagai EpiPen, ini satu-satunya obat yang tersedia untuk reaksi alergi berat seperti anafilaksis. Pasien dapat menggunakannya sendiri dengan menyuntikkannya pada paha. Cara ini akan menunda atau membalikkan gejala, meskipun pasien masih perlu untuk dibawa ke rumah sakit dengan pengobatan yang tepat.

  • Antihistamin: Sesuai dengan namanya, obat ini menghambat pengeluaran histamin masuk ke pembuluh darah. Beberapa jenis yang populer dari anthistamin adalah Benadryl dan Claritin. Obat-obat ini ideal untuk reaksi alergi ringan.

  • Steroid: Steroid dapat digunakan untuk menekan sistem kekebalan yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan pada tubuh. Obat ini juga sering disediakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani pasien.

Ketika seseorang mengalami kecenderungan asma pada alergi makanan, dia dapat menggunakan obat seperti Ventolin atau Proventil.

  • Catatan harian makanan dan alergi: Ahli Alergi dapat mendorong anda untuk membuat catatan harian dari makanan yang telah Anda makan dan reaksi alergi. Ini dapat berguna ketika Anda mencoba menentukan penyebab pasti dari alergi Anda atau ketika ahli alergi melakukan penyisihan bahan makanan.

Tidak ada penyembuhan untuk alergi sejauh ini meskipun beberapa orang telah terbukti merespon pada desensitisasi (usaha mengurangi/menghilangkan alergi pada suatu zat). Disebut juga sebagai terapi kekebalan tubuh (imunoterapi), metode ini merupakan suatu proses ketika alergen dikenalkan secara bertahap, biasanya lebih dari suatu periode tahunan, kepada pasien sehingga sistem kekebalan tidak lagi bereaksi terhadapnya.

Desensitisasi, bagaimanapun, bekerja terbaik pada alergi yang disebabkan oleh sengatan serangga,dan juga serbuk bunga/debu (hay fever) yang berat. Desensitisasi alergi makanan masih dalam pengembangan.

Untuk sementara waktu, hal terbaik untuk mencegah alergi makanan adalah dengan memeriksakan diri Anda sendiri mengenai pemicu alergi dan menghindarinya.

Referensi:

  • http://acaai.org/allergies/types/food-allergies/types-food-allergy/corn-allergy
  • http://www.nhs.uk/Conditions/food-allergy/Pages/Causes.aspx
  • http://www.foodallergy.org/diagnosis-and-testing
Bagikan informasi ini: