Apa itu Artritis Alergi?

Artritis adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan peradangan sendi, yang dapat menyebabkan komplikasi serius untuk tulang dan jaringan di sekitar sendi yang terjangkit. Kondisi ini dapat dipicu atau diperparah oleh berbagai macam faktor, termasuk mengkonsumsi makanan dan obat-obatan tertentu.

Pada kasus artritis alergi, sistem imun pasien bereaksi terhadap penyebab alergi, seperti meningkatkan suhu tubuh untuk melawan infeksi. Akan tetapi, respon imunologikal dapat mengakibatkan berbagai komplikasi seperti artritis reumatoid.

Artritis alergi dapat menyebabkan peradangan pada sendi tangan, pergelangan, dan kaki, tetapi juga dapat memengaruhi bagian lain tubuh. Jutaan orang di seluruh penjuru dunia mengalami artritis reumatoid, jumlah tersebut termasuk pada pasien yang mengalami artritis alergi karena sistem kekebalan tubuh tubuh mereka merespon jenis makanan dan obat-obatan tertentu. Artritis alergi juga dapat memengaruhi pasien dari segala usia dan jenis kelamin.

Artritis alergi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sindrom lorong karpal, peradangan pada mata, paru-paru, pembuluh darah, jantung, serta meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke. Sindrom lorong karpal menyebabkan pada tangan tertekan, sehingga memengaruhi saraf yang bertanggung jawab untuk mengendalikan pergerakan dan sensasi pada tangan. Apabila tidak diperiksa dan diobati, artritis alergi dapat juga merusak sendi, tulang, tendon, dan tulang rawan. Pada kasus yang lebih serius, dapat menyebabkan kecacatan pada sendi.

Penyebab Artritis Alergi

Artritis alergi terjadi karena mengkonsumsi jenis makanan dan obat-obatan tertentu, yang memicu respon dari sistem kekebalan tubuh, yang mengakibatkan peradangan sendi. Sebagian pasien yang terkena artritis reumatoid mengalami nyeri sendi setelah makan, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan tertentu bukanlah akar penyebab penyakit ini, tetapi jenis protein tertentu dan bahan lainnya yang ditemukan pada makanan tersebut, seperti:

  • Susu sapi, termasuk makanan yang menggunakan susu sapi sebagai bahannya
  • Telur ayam, termasuk makanan yang menggunakan telur ayam sebagai bahannya
  • Daging babi, termasuk makanan yang menggunakan daging babi sebagai bahannya
  • Sereal dan jenis biji-bijian tertentu
  • Ikan cod


Saluran pencernaan manusia adalah yang pertama dalam mengenali makanan atau obat-obatan yang menjadi penyebab alergi, sistem imun pasien keliru mengenali protein dan zat lainnya pada makanan yang disebut di atas sebagai penyerang berbahaya. Sistem imun pun berlanjut menghasilkan antibodi imunoglobulin E (IgE), yang kemudian akan memulai reaksi berantai yang dapat menyebabkan peradangan sendi.

Sebagian penelitian juga menunjukkan bahwa gluten (sejenis protein dalam gandum) dapat memicu artritis reumatoid pada sebagian orang.

Selain makanan yang disebut di atas, hal berikut ini juga dapat meningkatkan risiko terkena artritis reumatoid dan alergi pada pasien:

  • Faktor genetik, yang berarti keluarga pasien memiliki gen artritis
  • Jenis kelamin – Penelitian memastikan bahwa lebih banyak wanita yang mengalami artritis dibandingkan pria, karena penyakit ini terkait dengan estrogen, hormon pada wanita.
  • Kebiasaan merokok – Perokok lebih rentan terkena artritis reumatoid dan kondisi lainnya yang melibatkan peradangan.

Gejala Utama Artritis Alergi

Pada stadium awal atau gejala ringan alergi terkait artritis reumatoid, yang pertama terpengaruh adalah sendi-sendi kecil pasien. Pasien sering mengalami nyeri pada sendi jari tangan atau kaki. Pada kasus yang lebih parah, peradangan dan gejala lainnya menyebar pada sendi besar seperti pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

Gejala lainnya termasuk:

  • Sendi terasa lembut dan hangat, yang mungkin terlihat bengkak
  • Terasa kaku pada sendi, yang dapat mulai terjadi di pagi hari dan berlangsung berjam-jam
  • Nodul reumatoid, atau benjolan jaringan di bawah kulit lengan, yang terasa keras bila disentuh
  • Lelah
  • Penurunan berat badan
  • Demam


Tidak seperti jenis artritis reumatoid lain, gejala artritis alergi biasanya dapat dilihat setelah pasien mencerna makanan atau obat-obatan yang menyebabkan atau memperparah kondisi tersebut. Pasien juga mungkin mengalami rasa nyeri parah, atau masa peningkatan aktivitas artritis, sebagai reaksi tubuh terhadap penyebab alergi.

Seiring waktu, alergi yang terkait dengan artritis reumatoid dapat menyebabkan kelainan pada sendi. Kondisi tersebut juga dapat mengakibatkan sendi berpindah dari tempat yang seharusnya.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Saat pasien mendapati gejala seperti di atas, terutama setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu, dokter akan menganjurkan pemeriksaan darah untuk mengukur tingkat sedimentasi eritrosit atau ESR. Jika tingkatnya tinggi berarti pasien mengalami peningkatan dalam proses peradangan pada tubuh. Rontgen umum juga dapat dilakukan untuk memantau perkembangan artritis alergi.

Pengobatan primer untuk artritis alergi biasanya diusulkan oleh dokter umum, yang kemudian dapat merujuk pasien pada dokter spesialis, seperti spesialis reumatologi dan tulang.

Pengobatan biasanya fokus untuk mencegah alergi artritis lebih berkembang. Umumnya pasien diberi resep obat-obatan untuk menahan respon autoimun terhadap penyebab alergi, atau untuk meredakan nyeri karena artritis. Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk mencegah kerusakan lebih jauh pada tulang, tulang rawan, ligament, dan tendon.



Rujukan:

  • National Health Services
  • National Rheumatoid Arthritis Society
  • National Institute for Health and Care Excellence
  • American College of Rheumatology: “Rheumatoid Arthritis”
Bagikan informasi ini: