Pengertian dan Gambaran Umum

Arthritis adalah penyakit bersifat kronis dan terjadi seumur hidup dan biasanya menyerang pria dan wanita yang berusia di atas 55 tahun. Pasien dengan arthritis menderita pembengkakan dan kekakuan pada sendi sehingga menyebabkan gerakan tubuh menjadi sulit dan menyakitkan. Jika dibiarkan tanpa dirawat atau ditangani, penyakit ini biasanya akan menyebabkan kerusakan jaringan. Terdapat beberapa jenis arthritis, tetapi jenis arthritis yang paling umum ditemui antara lain adalah:

  • Osteoarthritis (OA) - Osteoarthritis adalah jenis arthritis yang paling banyak ditemukan pada saat proses diagnosis. Penyakit ini disebabkan oleh hancurnya tulang rawan pada bagian sendi. Saat tulang rawan hancur, otot (ligamen) dan bagian lain dari sendi akan tertarik saat tubuh bergerak sehingga menyebabkan rasa sakit.

  • Rheumatoid Arthritis (RA) - RA adalah jenis radang arthritis dimana sinovium (lapisan cairan pelindung sendi) meradang sehingga menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit. Jika dibiarkan tanpa perawatan, RA akan menyebabkan kelainan bentuk pada sendi.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) - Jenis arthritis ini adalah jenis yang menyerang pasien muda berusia enam belas tahun ke bawah. JRA terbagi menjadi tiga jenis: JRA pauciartikular yaitu ketika empat sendi atau kurang yang terserang; JRA poliartikular ketika lebih dari empat sendi terserang dan keadaannya akan terus memburuk; dan JRA sistemis yang menyerang seluruh tubuh.

Penyebab

Agar dapat memahami arthritis lebih baik, marilah kita lihat anatomi dan fungsi sendi. Sendi adalah bagian sistem otot tulang tempat dua atau lebih tulang bertemu, seperti lutut, pergelangan kaki dan pinggang. Ujung dari tulang-tulang ini dibungkus dengan tulang rawan, yaitu sejenis bahan halus seperti spon dan selaput tipis yang disebut sinovium yang mengeluarkan cairan sinovial. Cairan ini merupakan pelumas alami sendi yang dapat membuat tulang bergeser melalui tulang lain secara mulus saat tubuh bergerak.

Arthritis terjadi ketika bagian sendi meradang. Peradangan ini dapat disebabkan oleh kurangnya cairan sinovial, rusaknya tulang rawan, infeksi, penyakit autoimun atau gabungan dari pelbagai faktor, di antaranya:

  • turunan genetik atau sejarah keluarga
  • cedera lama
  • reaksi alergi atau infeksi
  • pekerjaan dengan banyak tekanan pada fisik, seperti pekerjaan dengan gerakan berat dan berulang dengan tekanan pada sendi.
  • Kegemukan (berat badan berlebih dapat memberikan tegangan berlebih pada sendi)
  • Penyakit otoimun yaitu ketika tubuh sepertinya menyerang dirinya sendiri

Banyak pasien arthritis juga melaporkan bahwa jenis makanan tertentu, seperti makanan kaya protein purin, dapat memunculkan atau memperburuk gejala-gejala arthritis.

Gejala-gejala utama

Arthritis awalnya dimulai dengan gejala kecil yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Pasien biasanya mengalami tahapan ketika mereka mengalami rasa lelah yang tak biasa yang diikuti dengan rasa tidak enak badan. Ia juga mengalami kaku sendi, rasa sakit pada bagian yang terkena, pembengkakan, dan demam. Gejala-gejala lainnya juga termasuk rasa kesemutan dan mati rasa, jangkauan gerak yang berkurang, dan menurunnya berat badan.

Sementara itu, arthritis rheumatoid yang merupakan salah satu jenis yang paling umum dari penyakit ini, juga memiliki gejala-gejala sebagai berikut: mata merah, tulang patah, mulut kering, katarak, dan bentol-bentol pada jari. Jenis-jenis arthritis yang lain, seperti osteoarthritis, dapat menyebabkan sendi berubah bentuk, masalah tidur, dan pelemahan otot.

Siapa yang harus ditemui dan jenis-jenis perawatan yang tersedia

Ilmu kedokteran yang melingkupi perawatan arthritis telah mengalami kemajuan dalam dua dekade terakhir. Para ahli arthritis dan para ahli penyakit sendi saat ini menyediakan pengobatan yang sangat efektif seperti misalnya saran medis untuk merawat dan menangani gejala-gejala dari penyakit ini. Di antara beberapa pilihan penanganan rasa sakit yang paling umum direkomendasikan untuk arthritis adalah:

  • Aspirin untuk mengendalikan rasa sakit dan gejala-gejalanya
  • Terapi panas untuk mengurangi pembengkakan
  • Istirahat yang cukup untuk memberikan kesempatan pada sendi untuk sembuh
  • Olahraga yang tepat
  • Terapi kerja dan fisik
  • Kebiasaan makan yang sehat
  • Pengurangan berat badan

Untuk jenis-jenis peradangan arthritis dan arthritis rheumatoid, perawatan yang mungkin dilakukan termasuk pengobatan dengan menggunakan prednisone atau NSAIDs. Namun, penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa meskipun obat-obat ini efektif untuk menangani gejala-gejala arthritis, obat jenis steroid ini memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Obat-obat penghambat COX-2, glukokortikoid, antibiotik, siklosporin (obat penekan kekebalan tubuh), dan obat-obatan biologis yang lebih baru seperti Enbrel (etanersep) dan Humira (adalimumab) adalah obat-obatan yang saat ini direkomendasikan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Untuk kondisi arthritis yang lebih serius, dokter mungkin menganjurkan penggantian sendi secara keseluruhan atau bedah perbaikan untuk orang dewasa.

Ketika Anda harus menemui seorang ahli penyakit persendian atau dokter untuk penanganan rasa sakit

Jika Anda atau orang yang anda cintai mengalami rasa sakit dan kaku pada sendi, khususnya yang sudah berlangsung lama dan terus menerus, hal terbaik yang harus dilakukan adalah tidak menunda untuk menemui dokter. Ahli rheumatologi dan pakar arthritis akan mendiagnosis jenis arthritis yang Anda alami dan merekomendasikan rencana perawatan yang tepat dan cocok untuk penyakit Anda. Kebanyakan bentuk arthritis sekarang ini dapat ditangani dengan program penanganan rasa sakit yang tepat.

Meskipun arthritis merupakan suatu kondisi sulit yang dapat menjadikan tugas harian Anda terasa lebih melelahkan untuk dikerjakan, saat ini telah terdapat terapi, teknik perawatan serta pengobatan yang dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik.

Referensi:

  • Arthritis Foundation. http://www.arthritis.org
  • National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. http://www.niams.nih.gov/Health_Info/Arthritis/
Bagikan informasi ini: