Apa itu Asma?

Asma adalah penyakit paru-paru yang juga disebut sebagai asma bronkial. Asma merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan bernapas karena berbagai alasan. Namun penyebab yang paling umum adalah saluran pernapasan di paru-paru mengalami peradangan sehingga oksigen tidak dapat masuk ke tubuh. Pasien umumnya mendeskripsikan serangan asma seperti bernapas melalui sedotan kertas yang sempit. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa, dengan penyebab dan gejala yang beragam. Banyak “perawatan ajaib” muncul dalam beberapa tahun terakhir dan mengklaim dapat menyembuhkan asma. Namun, hingga sekarang asma masih menjadi salah satu penyebab utama kasus gawat darurat di Amerika Serikat. Berdasarkan angka resmi, sekitar 9,7 % anak Amerika dan sekitar 8,2% orang Amerika dewasa menderita kondisi ini. Ketika tidak ditangani, asma dapat menganggu aktivitas normal sehari-hari. Pada kasus yang lebih parah, asma juga dapat menyebabkan kematian.

Penyebab Asma

Penyebab umum dari serangan asma adalah sebagai berikut:

  • Infeksi, seperti pilek, flu, dan sinusitis.
  • Iritan seperti parfum, pelembut pakaian, semprotan udara, dan alat pembersih.
  • Asap rokok
  • Perubahan cuaca yang mendadak
  • Obat-obatan seperti aspirin
  • Emosi yang kuat, seperti kegelisahan berat, amarah, atau bahkan kebahagiaan yang berlebih
  • Aktivitas fisik berat, termasuk olahraga

Gejala Utama Asma

Penyebab asma dapat berbeda pada setiap penderita, namun terdapat beberapa gejala yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Dada terasa sesak
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Suara mengi atau siulan saat bernapas
  • Tidak dapat bernapas atau napas pendek
  • Napas dangkal dan cepat
  • Kurang berenergi saat beraktivitas
  • Sering batuk ketika berbicara atau tertawa

Orang-orang yang sudah menderita asma cukup lama biasanya menyadari bahwa mereka terkadang merasakan sensasi menggelitik yang aneh pada dagu mereka sebelum serangan terjadi. Beberapa orang lain mengalami rasa panik yang tidak dapat dijelaskan ketika tubuh bereaksi terhadap kekurangan asupan oksigen. Jika Anda menderita asma, atau jika Anda merupakan pengasuh utama bagi penderita asma, sangat penting untuk mengenali gejala utama asma. Memiliki nebulizer atau inhaler sangat membantu jika terjadi serangan asma mendadak.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ketika mencari diagnosis dan perawatan bagi asma, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter umum (dokter keluarga atau spesialis anak). Dokter umum akan melakukan tes fungsi paru serta pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi penyebab timbulnya gejala. Rekam medis pasien juga akan dinilai. Jika pasien memang terkena asma, dokter akan menyusun rencana perawatan berdasarkan gejala dan keparahan kondisi pasien.

Perawatan asma umumnya dikategorikan menjadi perawatan jangka pendek atau perawatan “penyelamatan” dan perawatan jangka panjang atau perawatan “pengelolaan”. Di bawah ini merupakan beberapa obat yang umumnya diresepkan kepada pasien:

  • Obat dan steroid anti-peradangan – steroid yang dihirup merupakan obat utama untuk asma yang membantu menghilangkan pembengkakan pada jalan napas. Ketika steroid ini dihirup, jalan napas pasien akan menjadi kurang sensitif. Dosis yang sesuai harus diberikan dengan tepat, khususnya pada pasien anak-anak. Obat ini hanya dapat digunakan dengan resep dokter.

  • Bronkodilator – tabung bronkus pada penderita asma mengalami radang. Obat ini merelaksasi otot pada daerah bronkus, sehingga pasien dapat bernapas dengan lebih baik. Terdapat bronkodilator yang bekerja jangka pendek untuk perawatan penyelamatan dan jangka panjang untuk pengelolaan penyakit. Bronkodilator jangka pendek tidak boleh digunakan lebih dari dua kali per minggu. Jika dipakai lebih sering, pengobatan pengelolaan mungkin tidak cukup. Ketika hal ini terjadi, pasien sangat dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter umum yang dapat menyesuaikan rencana perawatan.

  • Nebulizer – pasien yang mengalami kesulitan menggunakan inhaler dapat menggunakan nebulizer. Alat ini mengubah obat asma dari bentuk cairan menjadi uap, yang lebih mudah dihirup dan diserap oleh paru-paru. Satu-satunya kekurangan adalah penggunaan nebulizer membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan inhaler. Namun, nebulizer sangat direkomendasikan pada anak dan balita.

  • Prednisone – pasien dengan kasus asma berat diresepkan obat oral bernama prednisone. Prednisone adalah obat kortikosteroid sintetis yang dibuat untuk mencegah dilepasnya zat dalam tubuh yang dapat menyebabkan radang.


Rujukan:

  • “Asthma: Symptoms, Diagnosis, Management and Treatment” - http://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/asthma.aspx
  • “American Lung Association: Asthma” - http://www.lung.org/lung-disease/asthma/
Bagikan informasi ini: