Apa itu Nekrosis Avaskular?

Nekrosis avaskular adalah kondisi menyakitkan yang terjadi akibat tulang kekurangan pasokan darah. Tanpa pasokan darah yang cukup, secara perlahan tulang akan keropos dan akhirnya mati. Disebut juga sebagai osteonekrosis, kondisi ini dapat menyerang tulang dan sendi di bagian tubuh mana pun. Namun ini lebih umum terjadi pada pergelangan kaki, bahu, lutut, dan panggul. Bila tidak diobati, ini akan berujung pada artritis berat, yang membuat penderita tidak mampu lagi menggerakkan persendiannya.

Gangguan ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit atau persendian yang mengalami trauma berat. Namun pada beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui. Perkembangan penyakit ini dapat dihambat dengan mengonsumsi obat-obatan yang tersedia. Sayangnya, tak jarang ada banyak pasien yang perlu secepatnya menjalani operasi.

Kondisi ini terjadi pada sekitar 200.000 orang di Amerika Serikat setiap tahun. Ini dapat menyerang siapa saja dari segala usia. Namun umumnya kondisi ini menjangkiti orang yang berusia di atas 30 tahun. Bila didiagnosis dan diobati sejak dini, banyak pasien yang dapat sembuh tanpa mengalami gangguan kesehatan berkepanjangan.

Penyebab Nekrosis Avaskular

Gangguan ini dapat terjadi saat tulang atau sendi tidak menerima pasokan darah yang cukup. Ini dapat terjadi karena:

  • Gangguan pembuluh darah - Pembuluh darah dapat menyempit karena penumpukan lemak. Mereka juga dapat tersumbat oleh bekuan darah. Kedua kondisi tersebut dapat menghalangi sejumlah darah yang melintasi pembuluh darah.

  • Trauma tulang berat - Tulang yang tergelincir atau patah dapat mengganggu aliran darah normal.

  • Artritis - Artritis membuat sendi membengkak. Penyakit artiritis yang dikaitkan dengan nekrosis avaskular adalah gout, osteoartritis, dan artritis reumatik.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko nekrosis avaskular pada seseorang adalah:

  • Diabetes, atau kadar gula darah tinggi

  • Anemia sel sabit, yang dapat menyebabkan pengeroposan tulang

  • Konsumsi alkohol berlebihan, yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam pembuluh darah.

  • Penyakit Gaucher - Penyakit yang disebabkan oleh penumpukan unsur lemak pada beberapa organ, sehingga organ-organ itu akan membengkak dan mengalami malfungsi.

  • HIV/AIDS

  • Penggunaan bisfosfonat dalam waktu yang lama - Bisfosfonat digunakan untuk mengobati penyakit yang menyerang tulang. Namun, penggunaan berkepanjangan dikaitkan dengan peningkatan risiko osteonekrosis rahang.

  • Transplantasi organ

  • Pankreatitis

  • Terapi radiasi - Penelitian membuktikan bahwa pengobatan kanker ini dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

  • Penggunaan steroid - Penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang kerap dikaitkan dengan lebih dari 30% kasus nekrosis avaskular. Meski peranan obat ini dalam pembentukan nekrosis avaskular masih belum jelas, dokter meyakini bahwa ini ada kaitannya dengan cara tubuh mencegah pemecahan unsur-unsur berlemak.

  • Lupus eritematosus sistemik - Gangguan kronis yang menyebabkan jaringan ikat meradang. Ini dapat memengaruhi sejumlah organ, serta tulang.

Gejala Nekrosis Avaskular

Pada awalnya, gangguan ini tidak menyebabkan gejala apa pun. Namun ketika mulai memburuk, nyeri akan timbul saat memberi beban atau tekanan pada tulang atau sendi yang sakit. Biasanya, nyeri akan mereda ketika penderita istirahat. Namun jika tidak diobati, nyeri dapat dirasakan bahkan saat penderita istirahat.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Nekrosis avaskular dapat didiagnosis dan diobati oleh spesialis tulang (dokter atau dokter bedah tulang). Para dokter tersebut melakukan rontgen saat pasien mengeluhkan nyeri tulang. Rontgen dapat memperlihatkan masalah dan perubahan pada tulang yang dapat menjelaskan asal gejala. Kemudian, tes pencitraan yang lebih sensitif dilakukan untuk mendapat informasi tambahan. Di antaranya adalah MRI, CT scan, dan pemindaian tulang.

Pengobatan tergantung pada keparahan penyakit. Jika terdiagnosis saat stadium awal, ini akan diatasi dengan konsumsi obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan untuk meredakan gejala dan mencegah kondisi memburuk adalah:

  • Obat antiradang

  • Pengencer darah

  • Obat penurun kolesterol

  • Pereda nyeri

Dokter mungkin akan merekomendasi prosedur berikut:

  • Terapi fisik, untuk meningkatkan rentang gerak persendian

  • Istirahat - Pasien dapat dianjurkan untuk tidak terlalu membebani atau menekan sendi atau tulang yang sakit hingga sembuh. Pasien dapat melakukannya dengan istirahat total atau menggunakan kursi roda.

Pengobatan tersebut dapat memperlambat perkembangan penyakit. Namun, sebagian besar pasien akan langsung memerlukan operasi. Prosedur yang dilakukan untuk mengobati nekrosis avaskular adalah:

  • Cangkok tulang - Tulang sehat diambil dari bagian tubuh pasien. Kemudian, tulang tersebut dipindahkan ke area penyakit untuk memberi dukungan.

  • Osteotomi - Tulang yang rusak dipotong dan ligamennya diganti. Ini membantu mengurangi tekanan pada tulang atau persendian yang sakit.

  • Dekompresi inti - Tulang bagian dalam diangkat agar pembuluh darah baru dapat terbentuk.

Rujukan:

  • Whyte MP. Osteonecrosis, osteosclerosis/hyperstosis, and other disorders of the bone. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman’s Cecil Medicine . 24th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier Saunders; 2011:chap 256.

  • Questions and answers about osteonecrosis (avascular necrosis). National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases.http://www.niams.nih.gov/Health_Info/Osteonecrosis/default.asp.

  • Firestein GS, et al. Kelley’s Textbook of Rheumatology. 9th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2013. http://www.clinicalkey.com

Bagikan informasi ini: