Apa itu Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing?

Bibir sumbing dan langit mulut sumbing adalah kumpulan dari berbagai penyakit yang meliputi “celah” pada wajah pasien, yang dikenal secara teknis sebagai celah orofasial. Pasien dapat menderita bibir sumbing atau langit mulut sumbing, atau keduanya pada saat yang bersamaan. Pada kasus bibir sumbing, pasien memiliki celah yang jelas terlihat pada bibir atasnya, yang dapat berlanjut sampai ke hidungnya. Berapapun jumlah atau di manapun letak celah di bibir atas – pasien dapat memiliki satu celah pada salah satu sisi bibir atau tepat di tengah bibir, atau memiliki dua celah pada kedua sisi – kondisi ini masih tetap dikenal sebagai bibir sumbing.

Sedangkan langit mulut sumbing tidak dapat langsung terlihat dengan melihat pasien saat mulutnya tertutup. Pada bagian atas mulut pasien terdapat celah yang langsung mengarah ke hidungnya. Bibir dan langit mulut sumbing meliputi celah pada bibir atas dan langit-langit mulut yang terjadi pada saat yang bersamaan. Pasien bisa saja hanya menderita salah satu dari kedua kondisi ini, atau keduanya. Hal ini dapat terjadi karena langit-langit mulut dan bibir dari seorang janin tumbuh secara terpisah. Kedua kondisi dikenal sebagai kelainan bawaan, dan dalam sebagian besar kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Jenis penyakit ini dapat menyebabkan banyak masalah bagi bayi serta orangtuanya, seperti kesulitan makan dan berbicara. Beberapa pasien juga mengalami gangguan pendengaran dan infeksi telinga yang sering muncul.

Satu dari 700 bayi yang lahir setiap tahunnya menderita bibir sumbing dan langit mulut sumbing, dan penelitian menunjukkan bahwa ada lebih banyak bayi Amerika Asli, Latin, atau Asia yang dilahirkan dengan kelainan ini. Ada lebih banyak bayi laki-laki yang terkena bibir sumbing sedangkan bayi perempuan cenderung memiliki celah pada langit-langit mulut tanpa celah pada bibir yang lebih terlihat.

Pengobatan utama untuk penyakit ini adalah operasi, yang harus dilakukan saat pasien masih berusia muda.

Penyebab Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Sebagian besar kasus bibir sumbing dan langit mulut sumbing penyebabnya tidak diketahui, yang berarti kondisi ini tidak dapat dicegah. Celah pada bibir dan langit-langit mulut janin dapat didiagnosis sejak dini saat kehamilan, namun kondisi ini tidak dapat disembuhkan saat janin masih berada di dalam kandungan.

Penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor genetik. Tumbuhnya wajah janin di dalam kandungan dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan, sehingga besar kemungkinan terjadi kelainan pada fitur wajah. Apabila jaringan dari kedua sisi bibir dan pipi tidak bertemu di tengah, maka akan menyebabkan timbulnya celah. Pada beberapa janin, bibir atas dapat bertemu dan menyatu, namun terdapat celah pada langit-langit mulut. Jaringan pada bibir atas dapat memiliki celah yang jelas terlihat tanpa kelainan apapun pada langit-langit mulut. Selain itu, kelainan dapat terjadi pada bibir atas dan langit-langit mulut.

Dalam beberapa studi, peneliti menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik – mereka menemukan bahwa bibir dan langit-langit sumbing menurun dalam keluarga, dengan adanya beberapa anak yang terkena kelainan ini apabila orangtua atau saudara dekat mereka juga memiliki kelainan ini. Para peneliti juga telah mengidentifikasi beberapa gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan bagian wajah.

Menurut beberapa penelitian genetik tentang celah pada tubuh, ada beberapa sindrom yang dapat menyebabkan kelainan wajah pada bayi. Sebagai contoh, Sindrom Stickler dapat menyebabkan bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut, serta rabun jauh dan nyeri sendi Sindrom Van der Woude dan Sindrom Loeys-Dietz juga merupakan penyebab genetik yang umum.

Faktor lingkungan juga dapat dianggap sebagai kemungkinan penyebab bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut. Hipoksia maternal, atau kekurangan oksigen pada beberapa bagian tubuh (atau seluruh bagian tubuh), dapat dikaitkan dengan kondisi ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan saat ibu sedang hamil juga dapat memengaruhi pertumbuhan janin, seperti konsumsi alkohol, merokok, dan menjalani perawatan untuk tekanan darah tinggi Penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap pestisida, beberapa bahan dari makanan yang dimakan ibu, konsumsi vitamin, obat antikonvulsan, penggunaan obat terlarang, paparan terhadap bahan kimia seperti timah, dan faktor serupa dapat mengganggu pertumbuhan fitur wajah janin yang normal.

Gejala Utama Bibir Sumbing dan Langit Mulut Sumbing

Bibir sumbing seringkali lebih terlihat dibandingkan langit mulut sumbing. Gejala utama dari bibir sumbing adalah celah atau sayatan pada bibir atas. Celah ini dapat ditemukan pada satu sisi dari bibir atas atau di bagian tengah, serta di kedua sisi bibir atas.

Sementara itu, celah pada langit-langit mulut kemungkinan tidak mudah ditemukan saat pemeriksaan rutin pada wajah anak. Gejalanya meliputi suara yang sengau (karena langit-langit mulut anak tidak sempurna sehingga tidak dapat mengucapkan kata dengan baik), tidak mampu menghirup atau menghembuskan udara, dan susu yang keluar dari hidung saat bayi menyusui.

Bayi yang memiliki celah pada langit-langit mulutnya juga lebih berisiko terkena infeksi telinga karena kondisi mereka menyebabkan kemungkinan terjadinya penimbunan cairan pada bagian tengah telinga.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ada banyak ahli medis yang dapat mengobati bibir sumbing atau celah pada langit-langit mulut. Dokter bedah plastik dapat mengevaluasi serta melakukan operasi untuk mengobati kondisi ini. Apabila bayi mengalami komplikasi pada telinga, dokter THT atau ahli audiologi dapat membantu.

Dokter bedah mulut, dokter gigi, dan dokter ahli ortodonti juga dapat membantu pengobatan pasien. Dokter bedah mulut memenuhi kualifikasi untuk mengubah posisi rahang atas untuk meningkatkan fungsi dan penampilan dari bagian wajah tersebut. Pada tahap akhir, seorang ahli terapi wicara dapat membantu memperbaiki cara berbicara pasien, apabila operasi dilakukan setelah anak dapat berbicara.

Rujukan:

  • Friedman O, Wang TD, Milczuk HA. Cleft lip and palate. In: Cummings CW, Flint PW, Haughey BH, et al, eds. Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 4th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2005:chap 176.

  • Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF. Cleft lip and palate. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007:chap 307.

  • Tinanoff N. Cleft lip and palate. In: Kliegman, RM, Behrman RE, St. Geme III JW., Schor NF., Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 302.

  • Arosarena OA. Cleft lip and palate. Otolaryngol Clin North Am. 2007 Feb;40(1):27-60.

Bagikan informasi ini: