Apa itu Benjolan Payudara?

Benjolan payudara adalah pertumbuhan jaringan di dalam payudara yang dapat dipicu oleh infeksi, perubahan hormon, pembengkakan jinak, dan kanker. Banyak kondisi benjolan payudara yang tidak berbahaya dan tidak berisiko serius terhadap kesehatan wanita. Sebagian besar dapat sembuh tanpa pengobatan.

Benjolan payudara dapat beragam, baik dari rupa dan saat diraba. Beberapa berupa pembengkakan yang membuat payudara tampak lebih besar atau padat. Ada pula yang disertai bintik-bintik pada kulit, kemerahan, dan nyeri payudara.

Meski benjolan payudara tidak berbahaya, para wanita dianjurkan untuk segera berkonsultasi pada dokter saat menyadari kehadiran tanda kemungkinan kanker payudara. Tanda ini meliputi benjolan pada payudara yang tidak hilang dalam enam minggu, puting mengeluarkan cairan atau darah, dan puting masuk ke dalam.

Tes diagnostik seperti mammogram, tes pencitraan, dan biopsi dilakukan untuk mengetahui sifat benjolan, jinak atau mengandung sel kanker. Pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebab utama dari benjolan tersebut.

Penyebab Utama Benjolan Payudara

Benjolan payudara dapat berkembang karena berbagai alasan, termasuk:

  • Cedera atau trauma payudara - Payudara memiliki rangkaian pembuluh darah kecil yang dapat pecah akibat cedera atau trauma berat. Hal ini berujung pada perdarahan yang dapat terasa seperti benjolan. Trauma juga dapat menyebabkan kerusakan sel lemak di dalam payudara, sehingga memicu nekrosis lemak.

  • Terapi radiasi untuk area dada

  • Infeksi yang dapat berujung pada perkembangan kantung cairan di dalam payudara

  • Fibroadenoma, yang perkembangannya seringkali dikaitkan dengan hormon reproduksi. Ukurannya cenderung berkembang selama kehamilan atau saat pasien menjalani terapi hormon. Biasanya, fibroadenoma mengecil setelah menopause, saat kadar hormon berkurang.

  • Papiloma intraduktal - Tumor kecil dan jinak ini tumbuh di dalam saluran ASI. Benjolan ini sangat umum pada wanita berusia 35-55 tahun.

  • Mastitis - Jenis infeksi yang umumnya terjadi saat areola cedera ketika seorang wanita sedang menyusui. Cedera ini dapat menjadi lubang atau jalan masuk bagi bakteri. Wanita menyusui juga dapat mengalami saluran ASI tersumbat yang membuat susu menumpuk di balik penyumbatan.

  • Kanker payudara - Tumbuh saat sel kanker tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor.

  • Perubahan fibrokistik - Hormon yang turun naik terkadang dapat menyebabkan perubahan fibrokistik. Akibatnya, muncul payudara terasa nyeri dan muncul benjolan.

Gejala Utama Benjolan Payudara

Gejala benjolan payudara sangat beragam, tergantung pada penyebabnya. Umumnya, pertumbuhan jinak atau non-kanker memicu gejala sementara yang berubah seiring dengan siklus menstruasi wanita atau perubahan kadar hormon. Ini termasuk:

  • Nyeri payudara

  • Nodul yang tidak beraturan dan dapat digerakkan

  • Jaringan payudara yang padat

  • Tekstur benjolan seperti karet

  • Kista yang bulat dengan pinggiran yang jelas

Di sisi lain, benjolan payudara ganas, menyebabkan tanda dan gejala yang tampak jelas saat sel kanker mulai terbentuk di dalam struktur payudara. Gejala ini termasuk:

  • Benjolan yang menetap (tidak bisa digeser) pada jaringan dalam atau kulit payudara

  • Benjolan berukuran tidak beraturan di area payudara atau ketiak

  • Kulit permukaan payudara berwarna merah, membengkak atau bersisik

  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara. Umumnya, payudara yang terserang tampak lebih besar dan padat dari payudara sehat.

  • Nipple discharge (puting mengeluarkan cairan atau darah)

  • Puting ke dalam

  • Payudara berlipat atau cekung

  • Payudara menebal

Terkadang, benjolan payudara ganas sulit dibedakan dengan benjolan non-kanker, khususnya kista payudara jinak dan fibroadenoma. Karena itu, pasien dengan benjolan payudara dianjurkan untuk segera menemui dokter untuk segera mengetahui diagnosis dan mendapat pengobatan.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Wanita yang memiliki benjolan payudara dapat berkonsultasi pada dokter umum, dokter keluarga, atau dokter spesialis kebidanan (ginekolog). Para dokter tersebut dapat melakukan atau meminta tes di berikut untuk menentukan sifat benjolan, apakah jinak atau ganas.

  • Pemeriksaan fisik - Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menentukan lokasi benjolan dan mencari tanda kemungkinan kanker payudara, termasuk perubahan kulit dan keluar cairan dari puting.

  • Mammografi - Hasil pemeriksaan fisik akan menentukan apakah pasien perlu menjalani mammografi. Tes ini memanfaatkan sinar-x dosis rendah untuk mendeteksi perubahan pada jaringan payudara, termasuk kalsifikasi dan pertumbuhan benjolan abnormal.

  • USG - Tes ini seringkali dilakukan untuk menentukan apakah benjolan adalah berupa tonjolan padat atau kista.

  • Pencitraan resonansi magnetic (MRI) - MRI memanfaatkan bidang magnet yang sangat kuat untuk menciptakan gambar payudara yang terperinci. Gambar sangat membantu mengevaluasi benjolan yang tidak dapat terdeteksi oleh USG atau mammografi.

  • Biopsi - Tes ini untuk menentukan sifat benjolan. Tes berupa pengambilan jaringan dengan menyisipkan jarum khusus pada payudara. Jarum akan diarahkan oleh rontgen, USG, atau MRI.

Pengobatan benjolan payudara dimulai dari perawatan sederhana di rumah hingga bedah invasif. Semuanya tergantung pada penyebab benjolan. Contohnya, infeksi payudara diobati dengan antibiotik dan kompres air panas. Drainase juga termasuk bagian dari pengobatan jika benjolan memiliki abses. Pada sebagian besar kasus, dokter menganjurkan dianjurkan pengawasan aktif, di mana pasien akan diamati dan diarahkan untuk menjalani tes diagnostik apabila terdapat gejala baru.

Di sisi lain, kanker payudara seringkali diobati dengan perpaduan antara operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Pasien kanker payudara ditangani oleh tim dokter dari bidang yang berbeda. Tim terdiri dari dokter bedah, spesialis radiasi dan onkologi medis, ahli gizi, dan perawat onkologi.

Berdasarkan ukuran dan lokasi tumor, pasien dapat menjalani mastektomi (pengangkatan payudara total) atau lumpektomi (bedah konservasi payudara). Bedah payudara seringkali diikuti dengan terapi radiasi atau kemoterapi. Tujuannya untuk memastikan tidak ada sel kanker tersisa di dalam tubuh. Pasien yang menjalani mastektomi dapat memilih untuk menjalani prosedur rekonstruksi payudara.

Kanker payudara adalah penyebab kedua kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Namun, angka kematian telah menurun drastis berkat deteksi dini dan pengobatan kanker yang semakin berkembang.

Rujukan:

  • Raftery AT, et al. Breast lumps. In: Churchill’s Pocketbook of Differential Diagnosis. 4th ed. Philadelphia, Pa.: Churchill Livingston Elsevier; 2014. http://www.clinicalkey.com.

  • Fibroadenomas of the breast. American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions/fibroadenomas-of-the-breast.html.

Bagikan informasi ini: