Pengertian dan Gambaran Umum

Bunion adalah kelainan bentuk dari jempol kaki. Kelainan bentuk ini terjadi ketika bonggol kaki berkembang di bawah jempol kaki yang menyebabkan jempol kaki terdorong ke depan dan ke samping menuju jari kaki lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang hebat, terutama karena bunion terletak pada sendi kaki. Ketika berjalan, seseorang secara alami akan menumpukan bebannya pada sendi tersebut, menyebabkan nyeri yang sangat menyiksa.

Penyebab utama dari bunion adalah hasil dari kondisi medis atau keturunan seperti yang dipercaya banyak orang percaya, namun belum dapat ditentukan dipastikan. Di sisi lain, peneliti telah mengenali beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini, salah satunya adalah tekanan yang tidak semestinya yang terjadi ketika seseorang menggunakan sepatu yang terlalu sempit.

Perawatan untuk kondisi ini dapat berupa metode bedah atau non-bedah, seperti memilih sepatu dan obat-obatan. Kunci dari perawatan bunion adalah mencegahnya menjadi lebih buruk. Jika bunion dikenali lebih awal, pasien akan diberi saran atas aktivitas atletik apa yang sebaiknya dihindari, jenis sepatu apa yang sebaiknya dipakai, dan metode lainnya yang dapat mencegah kondisi ini memburuk.

Namun, sangat penting untuk memeriksakan kondisi ini dengan lebih cermat, untuk mengetahui penjelasan rinci mengapa kelainan bentuk ini terjadi, tingkat keparahan, dan jika terjadi kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan kondisi tersebut lebih parah. Sebagai contoh, radang sendi adalah salah satu faktor terjadinya bunion.

Penyebab Kondisi

Dikarenakan penyebab utama dari bunion belum diketahui, ketidaknormalan tersebut diperkirakan sebagai faktor genetik yang berarti kelainan ini diturunkan. Turunan dari ketidakstabilan sendi metatarsal dan ketidakseimbangan otot yang berujung pada kelainan bentuk.

Salah satu fakta menarik tentang bunion adalah bahwa mereka terjadi lebih banyak pada wanita. Pada faktanya, penelitian menemukan bahwa kondisi ini terjadi sekitar 10 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria. Dari hasil tersebut, diperkirakan bahwa penggunaan sepatu menjadi salah satu faktor penyebab. Sepatu yang sempit dan berhak tinggi, pada faktanya, meningkatkan risiko terjadinya bunion. Penelitian juga menunjukkan bahwa bunion lebih umum terjadi di antara orang-orang yang mengenakan sepatu dibandingkan mereka yang memilih untuk bertelanjang kaki.

Kemungkinan lain atau faktor resiko lainnya adalah penyakit radang sendi, seperti rematik. Penyakit ini juga diketahui dapat menyebabkan tulang rusak dan mengalami kelainan bentuk.

Gejala-Gejala Utama

Tidak semua orang yang terkena bunion mengalami gejala-gejala tertentu. Namun, mereka yang melaporkan, menyatakan bahwa gejala yang paling terasa adalah nyeri yang merupakan akibat langsung dari pemberian tekanan pada kaki saat berjalan. Di kebanyakan kasus, nyeri akan hilang ketika orang tersebut beristirahat. Nyeri tersebut digambarkan serupa dengan nyeri yang disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut encok. Encok serupa dengan bunion karena sama-sama menyebabkan pelebaran pada jempol kaki. Namun, pada encok, saat pembengkakan menyusut, jempol kaki kembali pada ukuran normal. Pada bunion, meskipun pembengkakan menyusut, jempol kaki telah mengalami kelainan bentuk. Hal ini terjadi sebab pelebaran jempol kaki terjadi karena pelebaran tulang.

Gejala lain yang terlihat adalah pelebaran sendi, yang tidak hanya menyebabkan kelainan bentuk pada jempol kaki yang membesar, tetapi tampilan keseluruhan kaki juga mengalami kelainan bentuk.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Dokter keluarga Anda adalah orang pertama yang harus Anda temui jika Anda mengalami nyeri pada jempol kaki Anda dan melihat adanya pembengkakan yang sepertinya tidak kunjung menyusut. Ketika Anda menjelaskan gejala-gejalanya, dokter dapat mulai memperkirakan bahwa bunion telah terjadi.

Dokter kemudian akan menilai kondisi dari kaki Anda. Anda kemungkinan akan menjalani rontgen sehingga dokter dapat memeriksa struktur tulang pada kaki Anda. Rontgen juga dapat membantu dokter menentukan kehadiran dari kondisi lainnya, seperti radang sendi.

Ketika dokter telah memastikan bahwa kondisi tersebut adalah benar bunion, Anda akan melakukan perawatan. Meski bunion tidak harus menyebabkan permasalahan lainnya, jika dibiarkan, komplikasi seperti bursitis (peradangan pada kantung cairan sendi), jari kaki palu (lengkungan menyamping pada sendi tengah jari kaki), dan metatasalgia (nyeri dan peradangan pada bola kaki) dapat terjadi. Bursitis adalah kondisi yang dimana terjadi peradangan pada bantalan sendi, yaitu bantalan berisi cairan kecil di dekat sendi. Bantalan ini melindungi tulang, tendon, dan otot. Sementara jari kaki palu adalah kondisi dimana sendi tengah dari jempol kaki mengalami kelainan bentuk. Metatarsalgia, di sisi lain, adalah peradangan pada bola kaki yang menyebabkan sejumlah nyeri.

Perawatan pada bunion meliputi metode bedah dan non-bedah. Metode non-bedah termasuk memilih sepatu yang lebar yang lebih nyaman dan memberikan ruang yang cukup bagi jempol kaki Anda. Dokter juga menyarankan penggunaan bantalan, penyangga, atau membalut kaki sehingga tetap berada pada bentuk normal. Obat-obatan seperti NSAID dan penyuntikan kortison dapat membantu mengendalikan rasa nyeri.

Jika perawatan non-bedah gagal untuk memperbaiki kondisi yang terjadi, dokter akan menyarankan pembedahan. Tujuan dari tindakan bedah adalah menghilangkan jaringan yang bengkak di sekitar sendi, menggabungkan sendi yang terpengaruh sehingga dapat menjadi permanen, sesuai, dan lurus dengan kaki, atau meluruskan jempol kaki dengan mengangkat beberapa tulang. Namun, penting untuk diingat bahwa dokter hanya akan menyarankan pembedahan jika kondisi tersebut telah mulai mempengaruhi kehidupan Anda dan menyebabkan rasa nyeri yang hebat.

Bahkan setelah tindakan pembedahan apapun, Anda akan tetap harus melakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya kembali kondisi tersebut. Perubahan ini termasuk pada pemilihan sepatu dan menghindari pemakaian sepatu berhak tinggi, serta aktivitas yang diketahui dapat memperburuk atau memicu terjadinya bunion.

Acuan:

  • Richardson EG. Disorders of the hallux. In: Canale ST, Beaty JH, eds. Campbellā€™s Operative Orthopaedics. 12th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2012:chap 81.
  • Wexler D, Grosser DM, Kile TA. Bunion and bunionette. In: Frontera WR, Silver JK, eds. Essentials of Physical Medicine and Rehabilitation. 2nd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2008:chap 76.
Bagikan informasi ini: