Apa itu Selulitis?

Selulitis adalah infeksi kulit yang berpotensi menimbulkan masalah serius. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri staphylococci dan streptococci. Saat timbul, infeksi ini akan menyebar dengan cepat yang diikuti dengan rasa sakit, sensasi hangat, dan pembengkakan. Tidak seperti infeksi kulit lainnya yang hanya menyerang epidermis atau lapisan kulit paling luar, selulitis juga menyerang lapisan kulit yang lebih dalam, yaitu dermis dan jaringan subkutan, serta kelenjar getah bening. Pada kasus yang parah, infeksi bahkan dapat menyebar ke aliran darah, sehingga mengakibatkan sepsis yang membuat bengkak meluas dan membentuk gumpalan darah,

Selulitis dapat berkembang di mana saja dalam tubuh manusia, namun bagian yang paling umum terserang adalah bagian bawah kaki (terutama tulang kering dan kaki) diikuti leher dan kepala. Infeksi ini, biasanya berkembang karena nanah dan luka yang terbuka, dapat menyebar dengan cepat karena bakteri yang terdapat pada infeksi ini menghasilkan enzim yang menghambat kemampuan jaringan untuk membatasi penyebaran infeksi.

Selulitis tidaklah menular dan seringkali dapat diobati dengan terapi antibiotik selama dua sampai tiga minggu. Namun, jika infeksinya telah menyebar ke lapisan kulit yang lebih dalam sebelum berhasil didiagnosis dan diobati, pasien memiliki kemungkinan mengalami komplikasi yang dapat mengancam nyawa sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius.

Penyebab Selulitis

Karena kulit dan jaringan luar selalu mengalami kontak langsung dengan lingkungan, banyak jenis bakteri yang tidak membahayakan individu yang sehat. Namun, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi mengancam jiwa jika mereka masuk ke dalam tubuh seseorang dengan faktor risiko berikut:

  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu - Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu atau lemah, seperti mereka yang menderita diabetes atau sedang menjalani prosedur kemoterapi, umumnya lebih rentan terhadap infeksi.

  • Riwayat selulitis

  • Penggunaan obat intravena

  • Lymphedema - Pembengkakan lengan atau kaki kronis yang membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi bakteri

  • Obesitas

  • Kelainan kulit tertentu, seperti dermatiti

  • Infeksi kulit karena jamur atau virus

Gejala Utama Selulitis

Gejala selulitis biasanya berkembang dalam waktu 24 jam setelah luka mengalami infeksi. Gejala ini biasanya memburuk dalam waktu yang singkat. Awalnya, kulit yang terkena akan memerah, bengkak, dan nyeri. Saat infeksi menyebar ke jaringan di sekitarnya, gejala yang akan berkembang antara lain:

  • Bernanah

  • Demam

  • Kulit terlihat mengkilap

  • Jerawat kecil atau lecet pada kulit

Jika kondisi tersebut tidak segera diobati, bakteri dapat memengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam dan dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, termasuk menggigil, gemetar, kelelahan, pusing, nyeri otot, malaise, melepuh, dan garis-garis merah. Jika bakteri mencapai aliran darah dan menyebabkan keracunan darah, penderita akan mengalami demam tinggi, denyut jantung menjadi cepat, kebingungan, mental yang terganggu, ucapan yang tidak jelas, dan sulit bernapas.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang menunjukkan gejala selulitis dapat segera berkonsultasi dengan dokter umum ataupun dokter keluarga mereka untuk pemeriksaan dan pengobatan. Pemeriksaan fisik pada daerah yang terkena infeksi serta melakukan analisis sampel dari luka biasanya sudah cukup untuk mendiagnosis kondisi dan mengidentifikasi jenis bakteri penyebabnya.

Selulitis umumnya berhasil diobati dengan obat penghilang rasa sakit dan terapi antibiotik. Prosedur ini dapat berlangsung selama dua sampai tiga minggu tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Hal yang jarang bagi pasien untuk meminta perawatan lebih lanjut selain dari kasus yang jarang terjadi di mana komplikasi berikut terjadi:

  • Infeksi darah dan sepsis - Pasien yang menderita sepsis akan diobati di unit perawatan intensif (ICU) dimana mereka mendapat dukungan untuk fungsi tubuh yang terkena dampak, sementara infeksinya akan ditangani dengan antibiotik yang diberikan melalui infus (intravena). Mereka memiliki kesempatan untuk dapat sembuh total tanpa masalah atau komplikasi jika segera didiagnosis dan ditangani.

  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya - Kasus infeksi serius dapat menyebar ke tulang, otot, dan organ utama seperti paru-paru, jantung, dan otak.

  • Kerusakan jangka panjang pada kelenjar getah bening - Pada beberapa kasus, pembengkakan jaringan tetap tidak terselesaikan bahkan setelah pengobatan antibiotik agresif. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan permanen dan kerusakan jaringan kulit.

Pencegahan

Risiko selulitis dapat dikurangi secara signifikan dengan cara berikut:

  • Mencuci luka yang terbuka dengan menggunakan sabun dan air dapat mengurangi risiko terkena infeksi bakteri. Penting untuk memastikan bahwa luka terbebas dari kotoran sebelum ditutupi kain kasa atau perban.

  • Minumlah setidaknya delapan gelas air setiap hari karena hal tersebut dapat membantu menghalau organisme berbahaya dan racun dari tubuh yang dapat menyebabkan selulitis dan jenis infeksi lainnya.

  • Penggunaan krim pelindung secara teratur dapat mencegah retak atau pengelupasan kulit.

  • Mengobati infeksi kulit superfisial dengan segera.

  • Melakukan pemeriksaan kaki setiap hari untuk melihat apakah ada tanda-tanda cedera.

  • Pertahankan berat badan yang sehat/ideal. Menjadi gemuk atau kelebihan berat badan meningkatkan risiko selulitis.

  • Jika pembengkakan, kemerahan, atau nyeri mulai berkembang, segera konsultasikan dengan dokter untuk perawatan.

  • Makan makanan seimbang yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran; Diet seperti itu bisa membantu mempercepat proses penyembuhan luka secara alami, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Rujukan:

  • Barbara Woodward Lips Patient Education Center. Cellulitis. Rochester, Minn.: Mayo Foundation for Medical Education and Research; 2009.

  • Skin care. American Diabetes Association. http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/complications/skin-care.html.

Bagikan informasi ini: