Apa itu Palsi Serebral?

Palsi serebral adalah gangguan saraf yang disebabkan oleh kerusakan atau perkembangan yang tidak normal. Ini terjadi pada pada bagian otak yang mengatur gerak, postur, dan keseimbangan. Sering kali, gangguan ini berkembang pada janin saat masih dalam masa kehamilan, namun ini juga dapat terjadi ketika atau setelah persalinan. Meski tidak progresif atau mengancam nyawa penderita, kondisi ini tidak dapat disembuhkan, bersifat permanen, dan berpotensi membuat penderita lemah.

Palsi serebral adalah jenis cacat motorik yang paling umum terjadi pada anak. Kondisi ini menyerang empat dari seribu anak yang baru lahir. Ini bisa bersifat ringan, sedang, atau berat. Apabila pasien mengalami sedikit tremor gerak, namun dapat hidup lama dan kualitas hidupnya baik, dia tetap memerlukan bantuan kecil dari orang sekitarnya. Di sisi lain, pasien yang menderita palsi serebral sedang memerlukan pengobatan, penyangga untuk berjalan, dan teknologi adaptif untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari. Pada kasus yang berat, pasien seringkali lumpuh total. Mereka perlu memakai kursi roda sepanjang hidup mereka. Mereka juga dapat mengalami komplikasi, termasuk kejang-kejang dan kerusakan intelektual, kerusakan penglihatan atau pendengaran.

Ada empat jenis palsi serebral, antara lain:

1.) Palsi serebral spastik - Jenis yang paling umum ini mendominasi hingga 75% dari seluruh kasus palsi serebral. Palsi serebral spastik ditandai dengan refleks berlebihan, persendian kaku, gerakan tersentak, dan kekencangan otot atau tonus otot meningkat. Kondisi ini membuat penderita kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengambil benda kecil atau berjalan. Palsi serebral spastik dibagi menjadi:

  • Diplegia spastik - Kekakuan otot terjadi terutama di bagian kaki

  • Hemiplegia spastik - Hanya menyerang salah satu sisi tubuh

  • Kuadriplegia spastik - Menyerang semua tangan dan kaki

2.) Palsi serebral diskinetik - Ini terjadi pada sekitar 15% dari seluruh kasus palsi serebral. Jenis SP ini dikaitkan dengan fluktuasi tonus otot, yang beragam dari mulai terlalu kendur hingga terlalu ketat.

3.) Palsi serebral ataksia - Jenis palsi serebral yang paling langka. Ini ditandai dengan gerakan kaki, lengan, tangan, dan tubuh yang tidak normal. Pasien kerap tidak mampu menyeimbangkan dan kesulitan melakukan gerakan yang tepat. Sehingga, pekerjaan mudah seperti menggunakan gunting dan menulis menjadi terasa sangat sulit.

4.) Palsi serebral campuran - Pada kasus yang langka, pasien menunjukkan gejala dari sedikitnya dua jenis palsi serebral.

Penyebab Palsi Serebral

Palsi serebral terjadi sebagai akibat dari perkembangan otak yang tidak sempurna. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika otak mengalami cedera atau kerusakan sebelum bayi lahir, saat persalinan atau dalam beberapa tahun pertama. Kerusakan otak dapat disebabkan oleh:

  • Trauma kelahiran selama persalinan dan melahirkan

  • Infeksi tertentu dalam masa kehamilan, seperti flu burung dan rubela.

  • Paparan radiasi

  • Pertumbuhan janin terhambat karena kekurangan plasenta

  • Cedera atau infeksi yang menyerang otak bayi, seperti meningitis

  • Stroke neonatal - Berbeda dengan kepercayaan orang, bayi juga berisiko terkena stroke. Stroke neonatal terjadi bila otak bayi kekurangan oksigen akibat adanya penyumbatan di dalam pembuluh darah. Kondisi ini terjadi pada satu dari 4,000 bayi.

  • Periventricular leukomalacia (PVL) - Salah satu jenis cedera otak yang ditandai dengan kerusakan substansi putih periventricular pada otak. Kondisi ini diyakini terjadi karena infeksi intrauterus atau saat janin tidak mendapat pasokan darah atau oksigen yang cukup selama dalam masa kehamilan. Sekitar 60-100% bayi yang mengalami PVL terdiagnosis palsi serebral.

  • Mutasi genetik yang memengaruhi perkembangan normal otak.

Risiko palsi serebral dapat meningkat karena faktor-faktor berikut:

  • Kurangnya perawatan antenatal

  • Berat badan bayi terlalu ringan

  • Kelahiran ganda

  • Pre-eklampsia berat

  • Usia ibu terlalu muda atau terlalu tua

Gejala Utama Palsi Serebral

Gejala palsi serebraldapat bermacam-macam, tergantung pada jenis yang diderita pasien.Gejala-gejala yang muncul, termasuk:

  • Perkembangan terhembat, seperti tidak dapat berjalan di usia 12-18 bulan, atau tidak mampu berbicaraatau menyusun kalimat di usia 24 bulan

  • Sulit untuk tertidur atau mudah terbangun

  • Sulit mengikuti presisi gerak

  • Terlalu banyak mengeluarkan air liur

  • Gangguan mata, sepertigerak mata tidak dapat diatur

  • Sulit makan atau menelan

  • Fluktuasi tonus otor

  • Tuli

  • Tidak mampu mendongak saat berbaring tengkurap (pada bayi)

  • Gerakan yang tidak disengaja (gemetar)

  • Koordinasi otot yang buruk

  • Postur tubuh tidak sempurna

  • Skoliosis

  • Kejang-kejanb

  • Otot kaku dengan refleks yang normal atau berlebihan

  • Inkontinensia urine

  • Walking on tip-toes

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Bayi dan anak-anak yang menderita palsi serebral diobati oleh dokter spesialis saraf anak. Dokter ini memiliki spesialisasi dalam mendiagnosis, mengobati, dan menangani penyakit dan gangguan yang menyerang otak dan sistem saraf.

Palsi serebral didiagnosis melalui tes dan prosedur berikut:

  • Pemeriksaan fisik, meninjau rekam medis dan gejala pasien, serta menilai gerakan dan disabilitas pasien

  • Tes pencitraan, seperti USG kranium, pencitraan resonansi magnetik (MRI), dan tomografi komputer (CT-scan) - Untuk mendapatkan gambar otak yang detail.

  • Elektroensefalogram (EEG) - Tes yang mengukur dan merekam aktivitas kelistrikan otak.

  • Tes darah - Untuk memeriksa kadar kimiawi, plasma, dan kromosom.

Tidak ada yang dapat menyembuhkan palsi serebral. Namun, berbagai macam terapi tersedia untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional pasien, menangani komplikasi, dan mengobati gejala, seperti nyeri. Pasien palsi serebral biasanya diberi perawatan oleh tim medis profesional. Tim dokter dikepalai oleh dokter anak yang mengatur program pengobatan dan perawatan medis pasien dalam jangka panjang. Tim dokter dapar terdiri dari:

  • Ahli terapi okupasi, fisik, berbicara, dan perkembangan - Terapi fisik, okupasi, berbicara, dan bahasa adalah bentuk pengobatan bagi anak-anak yang menderita palsi serebral. Terapi ini membantu menangani kerusakan fisik pasien secara efektif dan mengoptimalkan mobilitas untuk membantu perawatan sendiri, fungsional, dan kemandirian.

  • Dokter spesialis bedah tulang - Pada beberapa kasus, pasien memerlukan bedah tulang sebagai pengobatan untuk gangguan muskuloskeletal akibat palsi serebral, seperti pinggul yang tergelincir dan skoliosis.

  • Dokter spesialis saraf anak - Dokter yang memiliki spesialisasi dalam menangani dan mengobati anak-anak yang mengidap penyakit atau gangguan yang memengaruhi otak, sumsum tulang, saraf, dan otot.

  • Psikolog atau psikiater - Ahli kesehatan jiwa dapat membantu pasien, serta keluarga pasien,untuk lebih memahami disabilitas pasien.

  • Ahli terapi rekreasi

  • Guru pendidikan khusus

  • Ahli diet - Pasien palsi serebral mendapat kebaikan dari makanan yang tinggi kalsium, fosfor, dan vitamin D. Ahli pola makan, seperti ahli gizi dan ahli pola makan, dapat bekerjasama untuk menyusun pola makan yang membantu menjaga kekuatan tulang pasien.

Rujukan:

  • Cerebral palsy: Hope through research. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. http://www.ninds.nih.gov/disorders/cerebral_palsy/detail_cerebral_palsy.htm.

  • Van Eerden, Peter. “Summary of the Publication, ”Neonatal Encephalopathy and Cerebral Palsy: Defining the Pathogenesis and Pathophysiology,“ by the ACOG Task Force on Neonatal Encephalopathy and Cerebral Palsy”.

  • Pakula AT, Van Naarden Braun K, Yeargin-Allsopp M. “Cerebral palsy: classification and epidemiology,” in Cerebral Palsy, Volume 20, Number 3. Edited by Linda J. Michaud, MD, PT. 2009, W.B. Saunders Company, Philadelphia, PA. p437.

Bagikan informasi ini: