Apa itu Karsinoma Sel Jernih pada Ginjal?

Ginjal adalah sepasang organ yang bertugas untuk menyaring darah guna menghilangkan zat sisa dan kelebihan cairan. Organ ini terletak di bagian belakang perut, ginjal juga membantu mengendalikan keseimbangan elektrolit dan menghasilkan zat yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Sistem penyaringan ginjal terdiri dari tubulus atau saluran kecil.

Karsinoma sel jernih pada ginjal adalah jenis kanker ginjal yang paling umum. Jumlah kasus kanker ini mencakup lebih dari 90% neoplasma yang berawal dari ginjal. Kanker ini juga bertanggung jawab atas 3% kasus kanker pada pasien dewasa. Kanker ini juga dikenal sebagai karsinoma sel ginjal (renal cell carcinoma/RCC). RCC terjadi ketika sel ganas terbentuk di tubulus ginjal, yang membawa molekul zat sisa dari darah ke urin. Seperti mesothelioma (kanker pada lapisan paru-paru), RCC adalah jenis kanker agresif yang kerap menyebar ke paru-paru dan organ sekitar. Namun, perkembangan metode pengobatan terbaru telah berhasil memperpanjang usia pasien, bahkan pada kasus kanker stadium lanjut.

Penyebab Karsinoma Sel Jernih pada Ginjal

Seperti kanker lainnya, penyebab karsinoma sel jernih pada ginjal belum diketahui. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini paling banyak ditemukan pada pria berusia 50 hingga 70 tahun. Ditemukan pula, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker sel ginjal. Seperti merokok dan konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Selain keduanya, faktor risiko lainnya adalah:

  • Penyakit ginjal polikistik, kelainan genetik atau keturunan yang menyebabkan terbentuknya kumpulan kista jinak di dalam ginjal. Biarpun kista ini tidak ganas, namun pasien dapat mengalami komplikasi, termasuk tekanan darah tinggi dan gagal ginjal.

  • Penyakit Von Hippel-Lindau, kelainan genetik yang dikaitkan dengan tumor. Namun berbeda dari penyakit ginjal polikistik, tumor ini tumbuh pada beberapa organ, termasuk otak dan mata.

  • Riwayat karsinoma sel jernih ginjal dalam keluarga

  • Obesitas

  • Tekanan darah tinggi

Faktor risiko lainnya meliputi terkena paparan asbestos, infeksi hepatitis C kronis, penyakit kistik ginjal didapat, gagal ginjal stadium akhir, dan sklerosis tuberosa.

Gejala Utama Karsinoma Sel Jernih pada Ginjal

Gejala kanker ginjal meliputi nyeri perut, hematuria (darah pada urin), dan adanya nodul yang dapat diraba. Gejala lain yang mungkin terlihat tidak berkaitan dengan penyakit ini adalah hiperkalemia, reaksi leukemoid, wasting syndrome, dan sindrom Cushing. Pasien yang mengalami gejala-gejala ini biasanya tidak mempertimbangkan kemungkinan kanker ginjal, hingga mendapatkan diagnosis melalui pemeriksaan radiografi untuk alasan lain. Gejala non-spesifik lainnya adalah gangguan penglihatan, kulit pucat, pertumbuhan rambut berlebih pada wanita, nyeri di bagian samping tubuh, nafsu makan berkurang, dan penurunan berat badan.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang menunjukkan gejala-gejala di atas perlu menjalani berbagai prosedur diagnostik untuk membantu dokter mendapatkan diagnosis akurat. Pemeriksaan biasanya diawali dengan pemeriksaan fisik dan peninjauan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Uji kimiawi darah juga dilakukan untuk mengukur jumlah zat tertentu yang dilepaskan oleh jaringan dan organ tubuh.

Setelah itu, biasanya dilakukan uji pencitraan, seperti ultrasound, pemindaian CAT, dan MRI. Tujuan uji pencitraan adalah mengambil gambar organ dalam untuk mengidentifikasi kelainan. Jika ditemukan pertumbuhan abnormal, biopsi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan kecil dengan menggunakan jarum tipis. Kemudian, sampel ini diperiksa untuk mengetahui apakah tumor bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker).

Apabila hasil tes menunjukkan bahwa tumor bersifat ganas dan telah menyebar ke organ lain, pasien perlu menjalani uji fungsi hati untuk menghitung jumlah enzim yang diproduksi hati. Jumlah enzim yang abnormal umumnya menjadi indikasi bahwa kanker telah menyebar ke hati.

Untuk menentukan metode pengobatan terbaik, dokter menentukan stadium kanker berdasarkan letak, ukuran, dan derajat tumor. Dokter juga akan mencari tahu apakah ada nodus limfa yang terlibat dan kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh (metastasis jauh).

Kategori stadium I dan II diberikan jika kanker hanya berada di ginjal. Kanker dikategorikan menjadi stadium II jika ukurannya mencapai 7 cm atau lebih. Kanker ginjal stadium III berarti kanker telah menyebar ke nodus limfa sekitar, sedangkan stadium IV berarti kanker telah menyebar ke organ tubuh yang jauh, termasuk otak, tulang, hati, dan paru-paru.

Pengobatan kanker ginjal yang tersedia meliputi pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi. Operasi kanker ginjal yang dapat dilakukan adalah nefrektomi parsial (pengangkatan tumor ganas dari ginjal), nefrektomi sederhana (pengangkatan ginjal), dan nefrektomi radikal (pengangkatan ginjal dan nodus limfa sekitar, kelenjar adrenal, dan jaringan sekitar). Jika kedua ginjal pasien diangkat, pasien akan memerlukan dialisis atau cuci darah seumur hidupnya, serta transplantasi ginjal. Prosedur bedah tersebut biasanya dilanjutkan dengan kemoterapi dan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa.

Pasien juga dapat memanfaatkan terapi biologis atau imunoterapi. Pada prosedur ini, sistem kekebalan tubuh akan diperkuat dengat zat alami atau sintetis yang dibuat di laboratorium. Pilihan pengobatan lain adalah terapi tertarget, yang menyerang sel kanker tanpa membahayakan sel yang sehat.

Semua pilihan pengobatan, termasuk keuntungan dan kekurangannya, akan dibahas dengan terperinci oleh tim medis pasien. Dokter juga harus memastikan bahwa manfaat dari pengobatan lebih banyak daripada risikonya.

Kondisi pasien setelah didiagnosis terkena karsinoma sel jernih pada ginjal akan sangat bergantung pada stadium kanker dan seberapa cepat pengobatan diberikan. Jika pasien kanker stadium I mendapatkan pengobatan sejak dini, kemungkinan besar mereka akan pulih sepenuhnya. Namun, angka bertahan hidup menjadi jauh lebih rendah jika kanker terlambat didiagnosis dan telah menyebar ke organ dengan jarak jauh.

Menurut National Cancer Institute, angka bertahan hidup selama 5 tahun untuk penyakit ini mencapai 70%. Namun, perlu diingat bahwa biarpun kanker telah diobati, pasien masih perlu menghadapi komplikasi jangka panjang dari kanker, seperti fungsi ginjal yang buruk. Karena itulah, cuci darah jangka panjang dan terapi obat biasanya disarankan bagi pasien. Jika ginjal telah berhenti berfungsi sepenuhnya, pasien membutuhkan transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Rujukan:

  • National Cancer Institute: PDQ renal cell cancer treatment. Bethesda, MD: National Cancer Institute. www.cancer.gov/types/kidney/hp/kidney-treatment-pdq.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN clinical practice guidelines in oncology: kidney cancer. Version 2. 2016. www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/kidney.pdf.

Bagikan informasi ini: