Apa itu Kondisi Gigi Darurat?

Kondisi gigi darurat adalah kondisi serius pada gigi, rahang, atau gusi, yang membutuhkan perawatan segera agar kondisinya tidak semakin memburuk dan menyebabkan kerusakan permanen.

Kondisi gigi darurat kebanyakan disebabkan oleh cedera, tetapi juga bisa disebabkan oleh infeksi parah. Kondisi tersebut biasanya disertai dengan rasa yang amat sakit sebagai gejalanya. Akan tetapi, kelainan yang nampak di bagian mulut, seperti bengkak juga dapat dianggap sebagai kondisi gigi darurat.

Bengkak pada gusi dan pipi di wajah menandakan adanya infeksi yang parah. Bila tidak ditangani dengan segera, infeksi bisa menyebar dan bahkan mungkin mencapai otak. Pada kasus semacam itu, kondisi tersebut tidak lagi dianggap sebagai kondisi gigi darurat yang dapat ditangani oleh dokter gigi biasa, tetapi sebagai kondisi darurat medis yang akan membutuhkan keahlian dokter spesialis bagian tubuh yang ikut terpengaruh. Oleh karena itu, sangat penting untuk kondisi gigi darurat menerima perawatan yang tepat.

Kondisi gigi darurat dapat terjadi di segala usia dan pada siapapun. Selain itu, dapat juga terjadi di siang atau malam hari. Sebagian besar klinik gigi hanya membuka praktik selama jam kerja normal. Bila kondisi gigi darurat terjadi di luar jam tersebut dan pasien membutuhkan perawatan segera, akan lebih baik untuk pergi ke unit gawat darurat rumah sakit, di mana para dokternya mampu memberikan perawatan darurat pada gigi.

Penyebab Kondisi Gigi Darurat

Kondisi gigi darurat dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Kebanyakan kondisi gigi darurat terkait dengan cedera olahraga. Bahkan, beberapa di antaranya terjadi di rumah atau di rumah makan. Namun, lebih banyak kondisi gigi darurat yang disebabkan oleh infeksi.

Beberapa jenis kondisi gigi darurat yang paling umum adalah sakit gigi, gigi sempal atau patah, pencabutan gigi sebagian, tambalan lepas atau longgar, gigi copot karena hantaman, mahkota gigi hilang, kawat gigi longgar, bernanah, kawat gigi rusak, serta cedera gusi dan tulang rahang.

Walaupun banyak kondisi tersebut yang mungkin tidak terlihat “gawat” dan dapat diobati di saat jam klinik biasa, hal yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter gigi secepat mungkin untuk mencegah penyakit semakin memburuk.

Sebagai contoh, gigi yang patah atau retak mungkin dianggap tidak membutuhkan perawatan segera, tetapi bila dibiarkan dapat menyebabkan infeksi. Hal itu akan mengakibatkan lepasnya gigi atau bahkan infeksi yang menyebar ke daerah lain dan menyebabkan kerusakan lebih besar.

Gejala Utama Kondisi Gigi Darurat

Gejala umum dari kebanyakan kondisi gigi darurat adalah rasa nyeri atau sakit. Banyak orang yang cenderung mencari klinik gigi hanya saat mereka merasakan sakit. Akan tetapi, dalam banyak kasus, rasa sakit hanya muncul ketika masalah sudah semakin memburuk.

Sebagai contoh adalah sakit gigi. Sakit gigi tidak muncul tiba-tiba, dan biasanya akibat dari gigi yang terinfeksi. Pada banyak kasus, sakit gigi dimulai dari gigi yang retak, tambalan longgar, atau pembusukan. Gigi yang retak dan tambalan yang longgar atau hilang, dianggap sebagai kondisi gigi darurat karena ada kemungkinan besar bahwa hal-hal tersebut dapat menyebabkan infeksi.

Selain rasa sakit, gejala umum lainnya adalah bengkak, mati rasa, dan sensitif.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Perawatan yang Tersedia

Dokter gigi saja, seharusnya dapat mengatasi hampir dari seluruh kondisi gigi darurat. Tetapi, apabila cedera atau infeksi mempengaruhi daerah selain mulut, akan dibutuhkan keahlian dari dokter spesialis lain atau dokter bedah.

Dokter gigi akan memeriksa gigi dan melihat bagian yang bermasalah terlebih dahulu. Ketika masalah sudah diketahui dengan pasti, maka dokter gigi akan menyarankan perawatan.

Pada kasus sakit gigi, dokter gigi akan terlebih dahulu memeriksa penyebab pasti dari rasa sakit. Kebanyakan sakit gigi diakibatkan oleh infeksi. Kemudian, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Obat penghilang rasa sakit adalah yang paling sering diresepkan untuk mengatasi rasa sakit. Pastikan beritahu dokter gigi Anda apabila Anda sensitif dengan obat penghilang rasa sakit tertentu.

Untuk gigi retak atau rusak, dokter gigi akan memeriksa luasnya kerusakan. Jika akar gigi juga telah rusak, dokter gigi akan menyarankan terapi saluran akar. Apabila hanya mahkota gigi yang rusak, menggunakan bahan penyatu juga sudah cukup.

Untuk gigi yang terlepas karena terkena hantaman, ada kemungkinan bahwa dokter gigi masih dapat memasangnya kembali. Tetapi, dokter gigi hanya dapat melakukannya dalam waktu satu jam setelah gigi terlepas. Bila tidak segera, akan semakin mengurangi kesempatan untuk menempelkan gigi kembali.

Apabila terdapat nanah, dokter gigi akan membersihkannya dan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Sangat penting untuk menyadari bahwa adanya nanah adalah kondisi yang serius. Mungkin itu hanya menyebabkan rasa sakit ringan, tetapi ada kemungkinan besar nanah akan menyebar dan mempengaruhi gigi sekitarnya.

Banyak dari kondisi gigi darurat yang disebabkan oleh kebersihan gigi yang tidak terjaga. Menjaga kebersihan gigi setiap hari dan menggunakan pelindung mulut saat berolahraga akan mencegah terjadinya kondisi gigi darurat.

Rujukan:

  • American Dental Association (Asosiasi Gigi Amerika)
  • University of Pittsburgh, School of Dental Medicine (Universitas Pittsburgh, Sekolah Kedokteran Gigi)
Bagikan informasi ini: