Apa itu Konsultasi Periodonti Darurat?

Periodonti adalah cabang kedokteran gigi yang mempelajari struktur di sekitar gigi, terutama gusi. Dokter gigi dengan spesialisasi dalam bidang ini disebut dokter gigi spesialis periodonsia. Mereka memiliki fokus dalam tindakan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan untuk gangguan gusi, peradangan mulut, dan pemasangan implan gigi yang merupakan akar gigi buatan dari titanium yang digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang.

Spesialis periodonsia telah terlatih untuk melakukan pengobatan rekonstruktif dan suportif. Pengobatan rekonstruktif adalah upaya mengembalikan bentuk dan fungsi dari rongga mulut yang sakit dengan tindakan intervensi, misalnya cangkok tulang dan jaringan gusi serta augmentasi sinus. Sedangkan pengobatan suportif bertujuan untuk mengendalikan perkembangan penyakit periodontal dan tidak selalu menggunakan pembedahan.

Karena deskripsi pekerjaannya yang sangat spesifik, spesialis periodonsia harus menjalani pelatihan yang lebih intensif daripada dokter gigi umum. Setelah kuliah kedokteran gigi selama 4 tahun, mereka akan mengenyam pendidikan tambahan selama 2-3 tahun dengan fokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit gusi.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Periodonti Darurat

Tidak semua perawatan gigi bersifat darurat. Bahkan, penyakit gusi berkembang dengan sangat lambat. Gejalanya baru bisa mulai terasa setelah bertahun-tahun. Seringkali, gejalanya tidak terlalu terasa dan muncul secara bertahap sehingga tidak dapat langsung disadari dan ditangani oleh pasien. Namun, ada juga kasus di mana perawatan gigi darurat harus dilakukan. Misalnya:

  • Pasien menderita penyakit lain – Pasien yang telah terkena penyakit lain sebelum timbulnya penyakit gusi atau gangguan gigi harus segera diperiksa oleh dokter gigi spesialis periodonti. Ini termasuk pria dan wanita yang didiagnosis dengan diabetes, suatu kondisi metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi. Pasien yang juga berisiko tinggi adalah mereka yang memiliki kelainan sistem imun, misalnya pasien yang menjalani pengobatan untuk kanker dan pasien AIDS atau HIV.

  • Pasien mengalami pendarahan yang berlebih – Suatu hal yang wajar apabila pasien mengalami pendarahan dan memar setelah perawatan gigi (misalnya pencabutan gigi). Namun, seharusnya pendarahan akan berhenti dengan sendirinya karena tubuh akan menggumpalkan darah. Apabila pendarahan tidak berhenti setelah beberapa jam, maka spesialis periodonsia harus segera memeriksa pasien karena ada kemungkinan operasi telah menyebabkan kerusakan pada saraf.


Ada juga kasus di mana gusi mengalami pendarahan karena penyakit telah mulai memburuk. Hal ini merupakan kondisi gawat darurat gigi karena berarti ada lesi atau sayatan yang terbuka pada gusi. Lesi tersebut dapat mengakibatkan infeksi dan pembengkakan.

  • Terjadi pembengkakan pada gusi pasien – Hal ini dapat mengindikasikan adanya infeksi di jaringan dan struktur di sekitar gusi, terutama akar gigi. Infeksi harus segera disembuhkan agar bakteri tidak menyebar ke bagian mulut atau bagian tubuh lainnya.

  • Gangguan periodontal disebabkan oleh trauma – Terjadi secara tidak sengaja atau sengaja, trauma gigi tetap dianggap sebagai kondisi gawat darurat gigi, terutama karena trauma dapat sangat menyakitkan dan menganggu kinerja mulut, misalnya makan dan berbicara.


Dalam kasus gawat darurat, prioritas utama dari dokter gigi spesialis periodonti adalah menstabilkan kondisi pasien dengan menghentikan pendarahan dan pembengkakan secepat mungkin. Selain itu, tindakan lain seperti operasi juga dapat langsung dilakukan. Dokter spesialis, misalnya dokter bedah maksilofasial oral, dapat diminta untuk membantu, terutama dalam kasus trauma yang melibatkan patah tulang.

Cara Kerja Konsultasi Periodonti Darurat

Ada banyak kondisi yang dapat dianggap darurat. Suatu kasus dapat dianggap darurat apabila penyakit periodontal timbul secara mendadak atau perkembangannya menjadi jauh lebih cepat dari perkiraan. Contoh kasus darurat lainnya adalah apabila pasien mengalami trauma, sehingga ia segera membutuhkan pertolongan setelah sampai di rumah sakit atau klinik. Bagaimana pun juga, semua kasus gawat darurat akan menjadi prioritas utama.

Pasien yang membutuhkan perawatan gawat darurat hanya perlu memberitahukan kondisi mereka ke klinik atau rumah sakit. Berbeda dari janji temu biasa, pasien tidak perlu mengatur jadwal konsultasi terlebih dahulu, dan pasien akan ditangani sebelum pasien lain. Pasien juga menjadi prioritas utama saat tindakan pemeriksaan atau diagnostik, misalnya rontgen atau pemindaian.

Karena penyakit periodontal yang darurat membutuhkan penanganan yang cepat, maka dokter gigi spesialis periodonti harus mengambil keputusan dan mengatur pengobatan dengan cepat dan tepat. Inilah salah satu alasan mengapa mereka sangat terlatih dan berpengalaman dalam berpraktik.

Walaupun begitu, pasien tetap harus menjalani prosedur konsultasi biasa, termasuk pemeriksaan riwayat kesehatan. Apabila pasien masih sadar dan dapat diajak berkomunikasi, dokter gigi spesialis periodonti akan menanyakan penyebab gangguan, bagaimana gangguan berawal, serta tindakan dan obat-obatan yang diberikan. Apabila pasien tidak sadar, maka dokter akan menggunakan pengetahuan dan keahliannya, serta informasi dari perawat dan anggota keluarga yang mengetahui tentang kondisi pasien.

Seringkali, perawatan gawat darurat periodonti akan dilakukan di rumah sakit yang memiliki peralatan dan dokter yang dibutuhkan untuk menangani pasien. Namun, beberapa klinik gigi memiliki jam beroperasi yang lama dan dilengkapi dengan alat yang dibutuhkan untuk menolong pasien yang membutuhkan perawatan gawat darurat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Periodonti Darurat

Konsultasi periodonti darurat tidak memberikan jaminan apa pun, yang berarti ada kemungkinan gangguan periodontal yang dialami pasien belum sepenuhnya direstorasi atau disembuhkan. Sehingga, nantinya pasien harus menjalani tindakan gigi tambahan. Dengan mendapatkan perawatan darurat, pasien menjadi lebih berisiko mengalami komplikasi, termasuk pendarahan dan infeksi.

Perawatan gawat darurat juga akan sulit dilakukan apabila pasien tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar atau tidak ada pendamping pasien yang mengetahui tentang kondisi pasien. Apabila hal ini terjadi, maka dokter gigi spesialis periodonti harus segera memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat hanya berdasarkan pengetahuan, keahlian, dan pengalamannya dalam menangani kasus yang serupa.

Rujukan:

  • Amsterdam JT. Oral medicine. In Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 8th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2013:chap 70.

  • Kawar N, Gajendrareddy PK, Hart T. Periodontal disease for the primary care physician. Dis Mon. 2011;57(4):174-183.

  • Chow AW. Infections of the oral cavity, neck, and head. In: Mandell GL, Bennett JE, Dolin R, eds. Principles and Practice of Infectious Diseases. 7th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Churchill Livingstone; 2009:chap 60.

Bagikan informasi ini: