Apa itu Kondisi Urologi Darurat?

Kondisi urologi darurat adalah kondisi urologi (sistem kemih manusia) pasien yang membutuhkan tindakan medis dari dokter [ahli urologi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/urologi) atau juga tindakan gawat darurat. Jenis kondisi urologi yang dianggap darurat tidak banyak dan hanya beberapa saja. Kondisi urologi darurat ini dapat mengancam nyawa atau komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Penyebab Kondisi Urologi Darurat

Ada beberapa kenis kondisi urologi darurat dengan berbagai faktor resiko dan penyebab. Diantaranya adalah:

  1. Penyimpanan air seni akut – kondisi ini muncul saat seseorang tiba-tiba kesulitan untuk mengeluarkan air seninya. Di saat yang sama, orang tersebut akan merasakan rasa perih di bagian bawah perut, biasanya diakibatkan adanya hambatan di bagian uretra atau di kandung kemih. Hambatan tersebut umumnya diakibatkan oleh adanya penyakit yang diidap orang tersebut, seperti kanker prostat, batu ginjal, infeksi saluran kemih, penggumpalan darah, dan lain sebagainya.

Kondisi urologi darurat semaca ini perlu ditangani dengan kateterisasi darurat, yang akan mengeluarkan semua air seni yang sudah tersimpan di dalam kandung kemih. Pasien akan diberikan beberapa pengujian untuk mendiagnosa apa yang menyebabkan masalah kesulitan buang air kecil pasien dan jugaa untuk mencegahnya terjadi lagi. Jika ada penyakit lain yang ditemukan, perawatan untuk menanganinya akan diperlukan. Jika tidak segera ditangani, pasien dapat menderita kerusakan kandung kemih atau gagal ginjal, yang keduanya dapat menyebabkan kematian.

  1. Penyakit Ginjal – Penyakit ginjal biasanya terjadi karena adanya batu ginjal yang menghalang aliran sistem kemih. Sakit ginjal ini akan menyebabkan rasa sakit di bagian panggul. Saat batu ginjal mengalir melalui ureter, rasa sakit kemudian akan bergeser ke bagian perut. Pasien laki-laki juga mungkin akan merasakan bagian perih pada testis, sedangkan pasien wanita mungkin akan merasakan perih pada labia majora.

  2. Paraphimosis – ini adalah penyakit di mana bagian kulit terluar penis menjadi meradang, yang diakibatkan oleh infeksi, cedera trauma, atau jarang dibersihkan. Peradangan ini dapat membuat kulit terluar penis menjadi tertarik, sehingga akan merusak aliran darah dan memperparah pembengkakan. Tindakan yang dilakukan berfokus untuk mengurangi pembengkakan dan mengembalikan kulit terluar penis ke tempatnya semula. Namun, jika tidak ditangani, paraphimosis dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada penis dan pada akhirnya akan menyebabkan nekrosis. Karena penyakit ini menyerang kulit terluar pasien, penyakit ini hanya akan menyerang bagi pasien yang belum disunat atau yang tidak disunat dengan benar.

  3. Testis yang terpelintir – testis terpelintir terjadi saat pembuluh darah di dalam buah zakar memutar. Akibatnya, aliran darah menjadi terganggu dan mengurangi asupan darah yang seharusnya diterima oleh buah zakar. Jeda waktu untuk mengatasi masalah buah zakar yang memutar hanyalah enam jam. Jika dalam waktu enam jam tersebut masalah memutarnya buah zakar ini tidak diatasi, jaringan di bagian buah zakar tersebut dapat mati dan menyebabkan matinya buah zakar. Jika buah zakar sudah dianggap mati, maka organ tersebut perlu segera diangkat. Tindakan darurat yang dilakukan untuk menangani buah zakar yang memutar juga digunakan pada orchiopexy, yang akan memastikan buah zakar agar tidak kembali terpelintir.

  4. Priapsime – pasien yang mengalami priapisme akan merasakan ereksi penis yang berlangsung lebih dari empat jam. Ereksi penis ini tidak ada hubungannya dengan gairah seksual; ini terjadi karena darah yang mengalir ke penis tidak dapat kembali dari penis, yang membuat ereksi bertambah lama dan menyakitkan. Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang menjadi rentan mengalami kondisi ini, tetapi hampir semuanya berhubungan dengan masalah atau penyakit yang mempengaruhi sirkulasi darah. Beberapa contohnya adalah leukimia atau [penyakit sel bulan sabit] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/penyakit-sel-darah-bulan-sabit). Kondisi urologi darurat ini juga mungkin dapat terjadi sebagai efek samping dari mengonsumsi obat-obatan untuk masalah disfungsi ereksi dalam dosis berlebih. Situasi darurat ini dapat ditangani dengan cara mengeluarkan darah yang tertahan pada penis. Jika tidak segera ditangani, pasien yang pernah menderita priapisme dapat menderita bekas luka pada penis dan bahkan ketidakmampuan untuk mengalami ereksi secara permanen.

  5. Fournier’s Gangrene – dengan tingkat kematian nyaris mencapai 50%, Fournier’s Gangrene adalah infeksi pada alat kemaluan yang berkembang dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian jaringan. Karenanya, penyakit ini perlu ditangani secepat mungkin. Infeksi jenis Fournier’s Gangrene dapat disebabkan berbagai macam alasan, tetapi ada kecurigaan infeksinya lebih banyak disebabkan penggunaan steroid, konsumsi alkohol berlebih, dan penyakit menahun seperti diabetes. Gejala yang biasanya berhubungan dengan penyakit ini adalah kemaluan yang memerah, membengkak, dan rasa yang menyakitkan pada kandung kemih atau daerah di sekitar anus dan alat kelamin.

Gejala Utama Urologi Darurat

Beberapa indikator paling kuat dari kondisi urologi darurat adalah:

  • Rasa [sakit pada perut] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/nyeri-perut) yang sangat menyakitkan
  • Rasa sakit di daerah kemaluan
  • Kesulitan untuk buang air seni
  • Tanda-tanda terkena infeksi, seperti pembengkakan dan kemerahaan
  • Demam


Meskipun kebanyakan kondisi urologi darurat menyerang penis dan karenanya lebih sering menyerang pria ketimbang wanita, beberapa kondisi juga dapat menyerang wanita. Dalam beberapa kasus untuk golongan pediatri (anak-anak) dan juga golongan ibu sedang hamil, beberapa hal harus diperhatikan selama perawatannya. Penting bagi pasien untuk langsung mendapatkan pertolongan medis secepatnya ketika merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan pada gejala-gejala di atas. Tindakan medis perlu segera diberikan untuk memastikan tidak adanya konsekuensi yang mungkin muncul di kemudian hari.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Kondisi darurat urologi dapat langsung diperiksa oleh dokter ahli urologi di instansi gawat darurat. Departemen gawat darurat dalam rumah sakit dilengkapi dengan berbagai macam perlengkapan untuk menangani kondisi darurat apapun.

Kondisi darurat urologi biasanya ditangani dalam dua tahap. Tahap pertama adalah untuk mengurangi rasa sakit dan gejala lainnya. Ini biasanya dilakukan dengan cara mengeluarkan air seni, darah, atau infeksi, tergantung dari jenis kondisi darurat yang dialami pasien. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin akan diperlukan. Tindakan lanjutan dan pengujian diagnostik lain kemudian akan dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut berulang.

Rujukan: * American Urological Association

Bagikan informasi ini: