Pengertian dan Gambaran umum

Demam Berdarah adalah infeksi virus yang melemahkan dan menyakitkan tubuh seseorang, menyebabkan beberapa gejala khas termasuk demam tinggi. Penyakit menular ini ditularkan melalui perantaranya, yaitu nyamuk. Hal ini berarti penyakit ini tidak bisa ditularkan dari manusia ke manusia lain, tetapi memerlukan nyamuk untuk menularkan darah yang telah terinfeksi. Demam Berdarah ini seringkali didiagnosis dengan mengecek semua gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan darah untuk mengecek adanya virus dan antibodinya. Demam Berdarah ini dapat mengenai semua golongan usia, termasuk anak kecil. Pada beberapa kasus, dapat berakibat fatal.

Penyebab Kondisi

Virus dengue, yang ditransmisikan melalui nyamuk, menyebabkan demam berdarah; hal ini berarti jika nyamuk menghisap darah orang yang telah terinfeksi, ia menjadi perantara yang memudahkan virus menginfeksi orang lain yang terisap darahnya oleh nyamuk yang sama. Ada empat tipe virus dengue yang menyebabkan infeksi dengue, tetapi mereka berhubungan erat; mereka juga berhubungan dengan virus yang menyebabkan penyakit West Nile dan infeksi demam kuning. Hal ini berarti bahwa virus dengue yang paling umum di daerah tropis, seperti India, Asia Tenggara, Cina Selatan, Taiwan, Kepulauan Pasifik, Kepulauan Karibia, Meksiko, Afrika, dan Amerika Selatan. Oleh karena itu, jika seseorang dicurigai mengalami demam berdarah, perlu ditanyakan secara rutin apakah ia akhir-akhir ini telah melakukan perjalanan ke daerah tropis.

Gejala Khas

Nama “demam berdarah” dapat menipu, bila seseorang menderita infeksi dengue, bukan hanya demam, tetapi beberapa gejala berikut.

  • Ruam kulit
  • Nyeri yang sangat hebat di kepala dan otot
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri kepala yang parah
  • Nyeri otot dan sendi yang parah
  • Gemetar dan menggigil
  • Diare
  • Muntah
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Perdanahan ringan, seperti gusi berdarah, atau hidung berdarah

Beberapa gejala ini biasanya muncul empat hingga enam hari setelah seseorang terinfeksi, dan dapat berakhir hingga 10 hari. Ketika gejala ini muncul, pasien harus mencari perawatan secepatnya karena ini adalah infeksi progresif. Hal ini berarti infeksi ini memiliki kecenderungan untuk menjadi serius dan bahkan dapat berakhir fatal jika tidak terobati. Ini adalah saat dimana demam berdarah menjadi berbahaya. Karena gejala-gejala ini sangat umum, penyakit ini seringkali didiagnosis sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Banyak orang yang secara tidak sengaja dituntun untuk percaya bahwa penyakit ini tidak memerlukan perawatan, sampai hal itu terlambat. Oleh karena itu, observasi gejala-gejala secara hati-hati sangatlah penting. Jika lebih dari satu dari gejala-gejala di atas dirasakan bersamaan dan tidak kunjung reda, tindakan keselamatan yang baik adalah berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat.

Beberapa kasus dari infeksi dengue yang dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Pendarahan di bawah kulit
  • Bintik merah, terutama di kaki
  • Pendarahan intestinal
  • Penurunan signifikan dari tekanan darah, yang mengarah pada syok

Pada kasus yang lebih lanjut, demam berdarah dapat berkembang menjadi demam hemoragik dengue dan sindrom syok dengue. Ketika kebanyakan kasus dari demam hemoragik dengue atau sindrom syok disebabkan oleh virus dengue tipe 2, penyakit ini juga dapat berkembang dari virus yang sama yang menyebabkan demam dengue biasa. Hal ini yang disertai dengan sistem imun yang melemah atau orang yang sebelumnya telah terinfeksi demam berdarah meningkatkan risiko berkembangnya demam berdarah.

Dari semua hal di atas, demam berdarah memiliki efek berbahaya pada tubuh jika dibiarkan saja. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan perbesaran hati atau kerusakan nodus limfe dan pembuluh darah. Hal ini juga dapat menyebabkan kegagalan sistem sirkulasi dan risiko pendarahan masif. Beberapa komplikasi serius ini yang dapat berakibat pada kematian.

Siapa yang Membutuhkan Perawatan dan Tipe Pengobatan yang Tersedia

Demam Berdarah. Jika anda mengalami demam tinggi secara tiba-tiba yang diikuti dengan gejala lainnya yang tertulis di atas, segera pergi ke dokter keluarga Anda atau [dokter umum}(https://www.docdoc.com/id/id/info/speciality/dokter-umum) untuk diagnosis. Ketika didiagnosis demam berdarah, dokter akan menuliskan resep untuk periode menunggu waspada, di mana Anda akan diberi pereda nyeri biasa yang sama dengan pengobatan demam biasa, seperti asetaminofen. Beberapa obat lainnya, seperti aspirin, kortikosteroid, dan obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) dihindari karena adanya efek terhadap darah. Pasien juga dianjurkan untuk beristirahat, minum banyak cairan, dan segera memberitahu dokter jika terdapat gejala baru atau demam tingginya terjadi kembali, yang menyebabkan suhu tubuh pasien turun dan naik kembali; suhu tubuh pasien yang tak menentu, di mana demam turun dan balik tinggi lagi, adalah sinyal yang paling sering pada kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh dengue daripada flu biasa.

Karena kurangnya pengobatan antiviral spesifik yang dapat melawan virus dengue, pengobatan dengue difokuskan pada pereda gejalanya, seperti mengganti kehilangan cairan, dan mencegah gejala lainnya, seperti pengobatan pendarahan secara proaktif bahkan sebelum hal itu terjadi. Untuk melakukannya, jumlah platelet dan level hematocrit pasien harus diawasi per hari dimulai dari hari ketiga hingga 1 atau 2 hari setelah gejala tersebut mereda. Jika jumlah trombosit dan tingkat hematocrit normal atau meningkat terus-menerus, pasien dapat dirawat jalan di bawah pengawasan ketat.

Demam hemoragik dengue. Demam hemoragik dengue didiagnosis jika level hematocrit pasien terus meningkat sementara jumlah trombositnya terus menurun. Pada kasus ini, ia harus segera dirawat di rumah sakit untuk menerima hidrasi secara terus-menerus dan penggantian platelet hingga kondisinya pulih kembali.

Sindrom syok dengue. Pasien yang dicurigai memiliki atau didiagnosis sindrom syok dengue harus dimasukkan ke ruang unit perawatan intensif, di mana mereka akan diberi jalur intravena sentral untuk mengganti volume darah; hal ini merupakan hal mendesak terutama saat pasien mengalami pendarahan internal. Tekanan darah harus dimonitor ketat dan darah harus dites secara teratur. Kateter intravaskular umumnya dihindari karena dapat meningkatkan risiko pendarahan. Ekspander plasma, transfusi plasma, transfusi trombosit, dan transfusi darah dapat dibutuhkan tergantung pada keparahan kondisi pasien.

Tanda yang menunjukkan kepulihan pasien dari infeksi dan telah melewati fase kritis yaitu tidak demam dalam 24 jam tanpa penggunaan antipiretik, peningkatan nafsu makan, peningkatan umum dari kondisi klinis, level urin normal, level hematocrit stabil, jumlah platelet normal, dan tidak ada tanda distres pernapasan. Jika seseorang mengalami syok, ia harus pulih dari semua gejala tersebut selama minimal 48 jam sebelum dianggap baik kembali.

Saat ini, dengan bantuan pengobatan lanjutan, para ahli sedang mencari pengukuran preventif yang potensial, seperti vaksin dengue untuk anak-anak di daerah tropis atau daerah yang berisiko demam berdarah.

Referensi:

  • Malavige GN, Fernando S, Fernando DJ, Seneviratne SL. (2004). “Dengue viral infections.” Postgraduate Medical Journal.
  • Villar L, Dayan GH, Rivera DM, Cunha R., Deseda C., Rivas E., et al. (2015). “Efficacy of a tetravalent dengue vaccine in children in Latin America.” The New England Journal of Medicine.
  • Milada T. “Dengue fever.” South Sudan Medical Journal.
  • Nishiura H., Halstead S. “Natural history of dengue virus (DENV)-1 and DENV-4 infections: Reanalysis of classic studies.” The Journal of Infectious Diseases.
  • Simmons C., Farrar J. et al. (2012). “Dengue.” The New England Journal of Medicine.
Bagikan informasi ini: