Apa itu Demensia?

Demensia bukanlah sebuah penyakit namun merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh penyakit atau kelainan pada otak. Demensia ditandai dengan terganggunya mental seseorang yang menyebabkan gangguan berpikir dan hilang ingatan. Demensia juga dapat menyebabkan perubahan sifat dan perilaku seseorang. Jika tidak ditangani, gejala demensia akan menjadi semakin buruk dan mengganggu kegiatan keseharian seseorang.

Demensia hanya dapat disembuhkan jika penyakit penyebabnya dapat disembuhkan. Sebagai contoh, apabila terjadi akibat penyalahgunaan zat terlarang, demensia dapat dipulihkan pasien berhenti mengonsumsi obat terlarang atau alkohol.

Penyebab Demensia

Demensia dibedakan menjadi dua kategori – demensia yang dapat disembuhkan dan tidak dapat disembuhkan. Kategori pertama adalah demensia yang dapat disembuhkan dengan obat dan penanganan yang baik, sementara kategori kedua adalah demensia yang terus memburuk dan tidak dapat dicegah atau disembuhkan.

Berikut adalah penyebab demensia yang dapat disembuhkan:

  • Penyalahgunaan konsumsi zat terlarang dalam jangka panjang
  • Tumor otak yang dapat diangkat
  • Hematoma subdural (pendarahan di kepala pada rongga subdural)
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Kurangnya vitamin, terutama Vitamin B12
  • Hipoglikemia atau gula darah rendah
  • Hidrosefalus tekanan normal (membesarnya ventrikel otak yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan)

Berikut adalah penyebab demensia yang tidak dapat disembuhkan:

  • Penyakit Alzheimer – Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum. Walaupun biasanya terjadi pada usia 65 tahun ke atas, namun Alzheimer juga dapat terjadi pada umur di bawah itu. Penyebab Alzheimer masih belum diketahui dengan pasti, namun hasil pencitraan otak menggambarkan bahwa adanya plak (timbunan protein beta-amyloid) dan masa jaringan protein tau. Memburuknya penyakit alzheimer berlangsung secara perlahan, 8-10 tahun. Para penderita alzheimer biasanya menunjukan gejala seperti kesulitan untuk mencari kata-kata yang tepat ketika ingin berbicara dan mudah lupa.

  • Demensia Vaskular – Kondisi ini terjadi karena adanya kerusakan otak akibat kurangnya aliran darah menuju otak yang juga menyebabkan kematian beberapa sel otak dan stroke . Demensia biasa terjadi pada penderita tekanan darah tinggi dan pasien yang mempunyai riwayat stroke atau serangan jantung.

  • Demensia Lewy Body – Ini merupakan salah satu jenis demensia yang tidak dapat disembuhkan. Gejala utama yang timbul adalah halusinasi visual dan gejala penyakit Parkinson seperti getaran pada tangan (tremor) dan otot kaku. Penderita demensia Lewy Body dapat mengalami gangguan tidur, termasuk melakukan kegiatan saat bermimpi.

  • Demensia Frontotemporal (temporal bagian depan) – Pada penderita demensia frontotemporal, sel-sel otak yang berada pada lobus temporal dan frontal (daerah depan) mengalami penurunan fungsi, yang berakibat pada kelainan perilaku, bahasa, serta kesulitan dalam berpikir, berkonsentrasi dan bergerak.

Gejala Utama Demensia

Demensia adalah kondisi yang lama-kelamaan semakin memburuk. Penurunan fungsi dapat terjadi dalam kurun waktu yang lama sebelum gejala demensia muncul dan ditemukan. Berikut adalah tanda-tanda demensia:

  • Hilangnya ingatan – Gejala yang paling umum dari demensia adalah hilangnya ingatan, kepikunan dan penuaan. Gejala awal yang sering ditemukan adalah pelupa, seperti lupa meletakkan kunci atau dompet. Gejala ini dapat menjadi semakin buruk seiring berjalannya waktu.

  • Kesulitan berkomunikasi dan mencari kata-kata yang tepat – Penderita demensia sering kali kesulitan dalam mencari kata-kata yang tepat untuk menyampaikan keinginannya. Ketika hal ini bertambah parah, terkadang pasien menjadi mudah frustrasi dan mudah marah.

  • Kesulitan dalam membuat perencanaan dan mengatur suatu hal – Penderita demensia kadang sangat sulit untuk mengerjakan tugas-tugas yang rumit. Hal ini dapat terlihat dari hal-hal yang sederhana seperti mencuci baju atau menyiapkan makanan.

  • Disorientasi atau kebingungan – Selain hilangnya ingatan, penderita demensia sering kali mengalami kebingungan

  • Perubahan psikis – Selain adanya perubahan dari sisi kognitif pasien seperti yang telah disebutkan, penderita demensia juga mengalami perubahan psikis atau mental karena berkurangnya kemampuan otak untuk berpikir, beralasan, dan mengingat secara jelas.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Untuk mendiagnosa seseorang terkena demensia atau tidak, dibutuhkan waktu untuk benar-benar mempelajari gejala yang timbul. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter keluarga atau dokter umum. Pemeriksaan meliputi penyelidikan terhadap kegiatan keseharian pasien, dan kapan gejala-gejala tersebut timbul. Pemeriksaan fisik, laboratorium, dan kemampuan mental juga dibutuhkan untuk mendiagnosa demensia.

Ketika demensia sudah terdiagnosis, dokter umum dapat merujuk pasien kepada dokter spesialis, tergantung pada umur dan gejala yang dirasakan pasien. Dokter spesialis yang mungkin ditemui adalah ahli geriatrik (khusus pasien lanjut usia) atau dokter spesialis saraf.

Salah satu tahap penting dari pengobatan demensia adalah menentukan jenisnya. Ada demensia yang dapat disembukan asalkan penyebab demensia ini dapat dihilangkan. Namun jika pasien mengidap demensia yang tidak dapat disembuhkan, maka satu-satunya cara adalah mengendalikan gejala demensia. Pengobatan yang tersedia adalah sebagai berikut:

  • Penghambat Kolinesterase – adalah sebuah terapi yang mengaktifkan beberapa zat kimia yang dapat meningkatkan kemampuan mengingat dan berpikir pasien.

  • Memantine – bila digabungkan bersama dengan penghambat kolinesterase akan memberikan hasil yang lebih baik.

  • Terapi pekerjaan – Penderita demensia membutuhkan bantuan untuk menjalankan kehidupan kesehariannya dan perawatan yang teratur.

Kapan Perlu Menemui Dokter Spesialis Demensia?

Ketika terdapat kecurigaan timbulnya gejala dari demensia pada anggota keluarga, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan seorang spesialis. Berikut adalah gejala yang sering ditemukan:

  • Bermasalah dengan ingatan sehari-hari atau pikun
  • Bermasalah dalam memusatkan perhatian, membuat sebuah perencanaan atau pengaturan
  • Bermasalah dalam menemukan kata-kata untuk dalam berkomunikasi
  • Bermasalah mengenai gambar dan ruang
  • Bermasalah mengenai arah
    Rujukan:

  • http://www.alz.org/what-is-dementia.asp

  • National Institute of Aging | Demensia. www.nia.nih.gov/health/topics/dementia
Bagikan informasi ini: