Apa itu Diabetes?

Diabetes, atau yang juga dikenal dengan diabetes melitus, adalah penyakit metabolisme kronis yang dikarakteristikan dengan tingkat gula darah yang jauh di atas batas normal. Meskipun banyak orang yang memiliki kadar gula darah sedikit di atas normal, jika sudah mencapai tingkatan tertentu maka dapat dikategorikan sebagai diabetes. Namun, ini merupakan tanda awal jika seseorang menderita diabetes.

Diabetes memiliki dua tipe, tipe 1 dan tipe 2. Tipe 2 lebih umum, namun tipe 1 lebih serius karena perkembang dengan cepat dan dapat memburuk hanya dalam hitungan minggu atau hari. Sementara, penderita diabetes tipe 2 biasanya tidak mengalami gejala yang mencolok.

Terlepas dari tipe diabetes yang diderita, mereka yang menderita diabetes akan hidup selamanya dengan penyakit ini. Sehingga, mereka perlu melakukan penyesuaian gaya hidup untuk menangani gejala dan komplikasi yang datang bersamaan dengan penyakit diabetes.

Penyebab Diabetes

Penyebab utama diabetes adalah masalah pada pankreas, sebuah kelenjar kecil yang terletak di belakang lambung dan bertanggung jawab memproduksi hormon insulin. Hormon ini membantu tubuh untuk merubah glukosa dari makanan menjadi energi. Insulin menyaring glukosa dalam darah dan memindahkannya ke sel, di mana glukosa akan digunakan untuk menghasilkan energi.

Jika pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak berfungsi dengan baik, tubuh tidak dapat merubah glukosa menjadi energi. Sehingga, glukosa tetap dalam darah dan meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

Tipe-tipe Diabetes

  • Diabetes Tipe 1 – Disebabkan oleh reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang dan menghancurkan sel yang menghasilkan insulin dalam pankreas. Karenanya, orang yang menderita kondisi ini membutuhkan pasokan insulin buatan seumur hidupnya. Mereka juga perlu memantau kadar gula darah terus menerus dan menjaganya tetap seimbang.

  • Diabetes Tipe 2 – Kondisi ini berkembang saat (A) tubuh dapat menghasilkan insulin namun jumlahnya tidak cukup dan (B) saat sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin yang dihasilkan. Skenario B disebut resistensi insulin. Namun karena insulin masih diproduksi, efek dari diabetes tipe ini tidak begitu parah dan dapat dikendalikan dengan midah. Tapi tidak berarti pasien tidak membutuhkan perhatian medis. Meskipun tidak begitu parah, diabetes adalah penyakit progresif, artinya dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Pengobatan dan penanganan yang tepat dapat mencegah diabetes memburuk.

Diabetes tipe 2 terkait dengan obesitas. Orang yang mengalami obesitas memiliki kecenderungan kadar gula darah yang tinggi. Sehingga, saat tubuh menghasilkan insulin, glukosa sulit disaring dan diubah menjadi energi.

Ada tipe diabetes tambahan yang muncul saat kehamilan. Dikenal dengan sebutan diabetes gestasional, berkembang saat kadar glukosa (gula) darah perempuan meningkat selama kehamilan. Jadi, insulin yang diproduksi tubuh tidaklah cukup. Kebanyakan kasus terjadi saat trisemester kedua dan sembuh setelah anak lahir.

Sementara, penderita diabetes yang hamil beresiko tinggi menurunkan beberapa masalah kesehatan kepada anak dalam kandungannya. Ini kenapa, penderita diabetes yang hamil harus bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk menjaga keseimbangan tingkat glukosa.

Gejala Utama Diabetes

Gejala utama diabetes, antara lain:

  • Rasa haus yang tidak normal
  • Buang air lebih sering, terutama malam hari
  • Merasa lapar terus menerus
  • Merasa lelah tanpa alasan
  • Turunnya berat badan tanpa penyebab jelas
  • Hilangnya massa otot
  • Gatal pada kelamin
  • Sariawan yang muncul terus
  • Penyembuhan sayatan atau luka yang lama
  • Penglihatan kabur


Masalah penglihatan adalah beberapa tanda diabetes. Sehingga pemeriksaan mata terutama bagian belakang dapat mendeteksi penyakit ini. Oleh karena itu, pasien diabetes dianjurkan menjalani pemeriksaan penglihatan tahunan untuk menilai resiko renopati diabetik, yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

Bahaya utama diabetes terletak pada seriusnya komplikasi dan kerusakan permanen yang mungkin timbul karena meningkatnya kadar gula darah. Komplikasinya, antara lain:

  • Kerusakan mata
  • Kerusakan ginjal
  • Masalah saraf
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Hipertensi
  • Amputasi anggota tubuh

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Spesialis yang berfokus dalam menangani diabetes disebut ahli endokrinologi, dan biasanya bekerja sama dengan dokter umum atau dokter keluarga pasien.

Pengobatan yang dapat dilakukan tergantung pada tipe diabetes yang diderita. Penderita diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin terus menerus, juga obat oral. Sementara, penderita diabetes tipe 2, hanya memerlukan obat oral.

Namun, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen diabetes, baik untuk tipe 1 maupun 2. Di antaranya:

  • Mengontrol kadar gula darah
  • Mengontrol kadar kolesterol
  • Mengontrol tekanan darah


Rencana penangan diabetes lengkap, termasuk:

  • Pola makan yang benar
  • Olahraga
  • Pemeriksaan mata diabetik
  • Pemeriksaan kondisi terkait diabetes secara rutin
  • Kebiasaan hidup yang baik, seperti berhenti merokok dan minum alkohol
  • Vaksinasi atau imunisasi


Karenanya, para spesialis ini diperlukan untuk membantu, antara lain:

  • Ahli nutrisi
  • Ahli kesehatan mental
  • Ahli oftalmologi
  • Podiatri


Tambahan lainnya, pengajar informasi tentang diabetes bersertifikat yang juga ahli dalam penanganan diabetes, dapat membantu pasien mempersiapkan dan mengikuti menu makanan, membuat dan menjaga perubahan gaya hidup secara terus-menerus, dan menggabungkan penanganan diabetes dengan seluruh aspek kehidupan pasien.


Rujukan:

  • American Diabetes Association. Standards of medical care in diabetes – 2014. Diabetes Care. 2014; Jan;34 Suppl 1:S14-S80.

  • Buse JB, Polonsky KS, Burant CF. Type 2 diabetes mellitus. In: Kronenberg HM, Melmed S, Polonsky KS, Larsen PR. Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 31.

  • Eisenbarth GS, Buse JB. Type 1 diabetes mellitus. In: Kronenberg HM, Melmed S, Polonsky KS, Larsen PR. Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 32.

Bagikan informasi ini: