Apa itu Neuropati Autonomik Diabetik?

Neuropati autonomik diabetik adalah kelompok penyakit dan sindrom yang menyebabkan kerusakan saraf. Sindrom ini sering kali memengaruhi saraf jantung, saluran pencernaan, sistem peredaran darah, dan kandung kemih. Akibatnya, pasien kerap mengalami gangguan pencernaan, serta masalah detak jantung dan tekanan darah. Ini juga dapat berujung pada inkontinensia dan suhu tubuh tidak stabil.

Sindrom ini dapat disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dalam jangka panjang dan infeksi tertentu, seperti HIV dan AIDS. Selain itu, sindrom ini juga dapat terjadi pada pasien yang terlahir dengan gangguan saraf. Penyebab umum lainnya adalah diabetes.

Neuropati autonomik diabetik merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar glukosa atau gula darah yang tinggi. Ia merusak pembuluh darah dan memompa saraf. Tanpa pasokan oksigen dan nutrien yang cukup, saraf akan mulai kekurangan gizi. Akibatnya, saraf akan kehilangan kemampuan untuk mengirim dan menerima sinyal dari otak. Hal ini menghambat organ dan otot untuk menjalankan fungsi normalnya.

Tidak ada yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Sebab, kerusakan saraf akibat diabetes sering kali bersifat permanen. Namun, ada tindakan-tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani gejalanya.

Penyebab Neuropati Autonomik Diabetik

Neuropati autonomik diabetik (DAN) adalah salah satu komplikasi dari diabetes yang paling umum ditemui. Pasien yang berisiko terserang penyakit ini adalah mereka yang telah mengidap diabetes selama sedikitnya 25 tahun. Mereka yang tak dapat menjaga kadar gula darah normal juga rentan terhadap kondisi ini. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan obesitas.

Gejala Utama Neuropati Autonomik Diabetik

Gejala neuropati autonomik diabetik akan tergantung pada lokasi saraf yang rusak. Ini termasuk:

  • Masalah pencernaan - Kerusakan saraf di sepanjang saluran pencernaan mengakibatkan masalah pencernaan. Kondisi tersebut dapat memperlambat aliran makanan dan zat feses di dalam saluran pencernaan. Untuk itu, pasien kerap merasa kenyang meski hanya makan sedikit. Mereka juga rentan akan sembelit dan nyeri perut. DAN juga merupakan salah satu penyebab gastroparesis. Gangguan tersebut ditandai dengan ketidakmampuan lambung untuk mengosongkan isinya secara menyeluruh.

  • Gejala terkait jantung - Neuropati dapat merusak saraf-saraf jantung dan sistem peredaran darah. Akibatnya, tekanan darah dapat turun secara mendadak. Jantung pasien akan berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat. Selain itu, neuropati dapat menyebabkan serangan jantung senyap, atau saat seseorang mengalami serangan jantung tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Gejala yang hanya sedikit membuat sebagian besar pasien tidak mencoba untuk mendapatkan pengobatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran, sebab dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen yang berujung kematian.

  • Keringat abnormal - Pasien neuropati dapat berkeringat secara berlebihan atau kekurangan. Kondisi ini memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Ini juga meningkatkan risiko sengatan panas dan hipotermia.

  • Gangguan kemih dan fungsi seksual - Neuropati juga dapat merusak saraf kandung kemih dan organ seksual. Hal ini dapat menyebabkan inkontinensia dan infeksi saluran kemih (UTIs). Pasien pria bahkan dapat menderita disfungsi ereksi. Sedangkan pasien wanita kemungkinan mengalami vagina kering.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kerusakan saraf akibat neuropati autonomik diabetik sering kali bersifat permanen. Oleh karena itu, sindrom ini tidak dapat disembuhkan. Sehingga, pencegahan lebih dianjurkan kepada penderita diabetes. Kuncinya adalah menjaga kadar gula darah normal setiap saat. Ini dapat dicapai dengan terapi insulin dan membuat perubahan gaya hidup.

Penting bagi pasien untuk olahraga secara rutin dan makan dengan pola makan seimbang. Mereka juga harus melakukan pemeriksaan neuropati setiap tahun. Pemeriksaan dapat membantu mendiagnosis kondisi sejak stadium awal. Inilah kuncin untuk mencegah perkembangan neuropati.

Pasien diabetes yang menunjukkan gejala-gejala neuropati umumnya tidak perlu menjalani sejumlah tes untuk memastikan diagnosis. Dokter spesialis diabetes (ahli endokrinologi) hanya perlu melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang dialami pasien.

Pengobatan neuropati sebagian besar berfokus untuk meredakan gejala. Ini sering kali dilakukan dengan obat-obatan. Tujuan dari pengobatan ini adalah:

  • Memastikan pasien mampu mengosongkan lambung secara menyeluruh - Tanda-tanda kerusakan saraf pada saluran pencernaan dapat diobati dengan obat-obatan yang memicu kontraksi otot-otot perut. Dengan begitu, makanan di dalam saluran pencernaan dapat mengalir dengan lancar. Obat-obatan seperti itu juga dapat mengobati sembelit dan muntah.

  • Mengobati infeksi - Saat makanan dan zat feses menetap dalam saluran pencernaan lebih lama dari semestinya, pasien menjadi rentan terhadap infeksi. Dalam kasus seperti itu, mereka akan diberi antibiotik.

  • Membantu mengosongkan kandung kemih pasien - Obat-obatan untuk mengosongkan kandung kemih juga dapat diberikan. Ini membantu pasien agar terhindar dari kebocoran urine. Kandung kemih juga bisa mengeringkan kandung kemih dengan menyisipkan sebuah tabung melalui saluran kemih.

  • Meningkatkan fungsi seksual - Obat-obatan, seperti viagra, dapat membantu pasien pria mampu dan dapat mempertahankan ereksi. Sedangkan pelumas vagina dapat mengatasi kekeringan di area vagina bagi pasien wanita.

  • Mengatur tekanan darah - Jika perlu, pasien akan diberi obat-obatan yang dapat mereka minum saat tekanan darah mereka tiba-tiba naik atau turun. Beta-blockers juga dapat diberikan untuk mengatur denyut jantung.

Pasien yang menjalani pengobatan untuk neuropati harus bekerja sama dengan dokter secara kompak. Respons tubuh mereka terhadap pengobatan harus dipantau secara rutin, begitu juga dengan efek samping dan gejalanya. Kemungkinan, dokter perlu menyesuaikan pengobatan dari waktu ke waktu untuk meningkatkan hasil.

Prognosis bagi pasien neuropati tergantung kepada seberapa baik diabetes dapat ditangani. Peningkatan kadar glukosa dapat memperlambat perkembangan neuropati. Namun, penyembuhannya sering kali sangat lambat. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, terutama jika melibatkan saraf jantung. Banyak penderita yang meninggal dunia akibat serangan jantung senyap.

Rujukan:

  • Benarroch E, Freeman R, Kaufman H. Autonomic nervous system. In: Goetz CG, eds. Textbook of Clinical Neurology. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007:chap 21.

  • Ohto T, Iwasaki N, Fujiwara J, et al. The evaluation of autonomic nervous function in a patient with hereditary sensory and autonomic neuropathy type IV with novel mutations of the TRKA gene. Neuropediatrics. 2004 Oct. 35(5):274-8.

Bagikan informasi ini: