Apa itu Karsinoma Endometrium?

Karsinoma endometrium adalah kanker yang muncul di dinding bagian dalam uterus atau rahim (endometrium). Kadang kanker yang juga dikenal dengan nama kanker uterus ini, adalah penyakit kandungan ganas yang paling umum ditemui di Amerika Serikat dan berkontribusi sebesar 6% dari seluruh kanker yang diderita wanita. Menurut data dari National Cancer Institute, para penderita kanker memiliki kemungkinan bertahan lima tahun sebesar 95.3%, jika kankernya lokal.

Uterus adalah organ otot berongga yang bertanggung jawab terhadap perkembangan dan pemberian nutrisi pada embrio serta fetus selama kehamilan. Organ ini terhubung dengan serviks, tuba falopi, dan vagina.

Karsinoma endometrial, yang juga dikenal sebagai kanker endometrium disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada endometrium sehingga kanker ganas berkembang.

Ada beberapa jenis kanker endometrium, yaitu endometrioid adenokarsinoma, serous adenokarsinoma, adenoskuamosa karsinoma dan karsinosarkoma.

Endometrioid adenokarsinoma adalah yang paling umum berkontribusi sebesar 75% bagi keseluruhan kasus kanker endometrium. Pada jenis ini kanker berasal dari jaringan glandular. Namun biasanya jenis ini dapat dideteksi dini sehingga kemungkinan sembuh lebih tinggi. Sementara, serous adenokarsinoma berkontribusi sebesar 10% bagi keseluruhan kasus kanker endometrium. Jenis ini beradal dari tumor yang menyebar di nodus limpa dan bagian tubuh lainnya. Adenoskuamosa karsinoma (memiliki elemen karsino dan adenokarsinoma sel skuamosa) dan karsinosarkoma (memiliki elemen sarkoma dan adenokarsinoma) adalah jenis yang paling langka.

Penyebab Karsinoma Endometrium

Meskipun telah ditetapkan bahwa penyebab kanker endometrium adalah pertumbuhan abnormal sel pada endometrium, tapi apa yang menyebabkan sel berlaku demikian belum diketahui. Namun, dokter berteori bahwa hal-hal berikut penyebabnya:

  • Kanker payudara

  • Tidak pernah mengandung anak

  • Bertambahnya usia

  • Obesitas

  • Diabetes Mellitus

  • Menopause terlambat

  • Tingkat esterogen tinggi

  • Gangguan genetik, seperti sindrom kanker usus besar turunan

  • Terapi penggantian esterogen selama menopause

  • Pengobatan dari kanker jenis lain

  • Merokok

  • Sindrom metabolisme

  • Hiperplasia endometrium

  • Keluarga dengan riwayat kanker endometrium

Gejala Utama Kanker Endometrium

Kanker endometrium adalah satu dari sedikit kanker yang dapat dideteksi secara dini karena menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, seperti perdarahan vagina berat dan tidak teratur, yang membuat pasien menemui dokter. 90% pasien kanker endometrium mengalami episode perdarahan berat dan rutin, namun di luar siklus haidnya. Selain perdarahan, pasien juga merasakan uterus yang membesar, keram pada pinggul, dan nyeri perut bagian bawah terutama jika kanker telah menyebar. Kesulitan berkemih dan nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan gejala kanker ini, akan tetapi hanya dialami 10% dari mereka yang menderita kanker endometrium.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang menderita akibat gejala kanker endometrium disarankan untuk menemui dokter sekelas mungkin, karena diagnosa dini dapat meningkatkan kemungkinan suksesnya pengobatan dengan signifikan.

Dokter dapat membuat penilaian awal dan menawarkan tes diagnostik untuk menilai apakah gejala yang muncul disebabkan oleh kanker endometrium. Biasanya pemeriksaan dimulai dari pinggul dan bagian luar vulva, serta serviks menggunakan alat yang disebut sebagai spekulum. Pemeriksaan lainnya yang mungkin dilakukan adalah USG transvaginal (untuk menilai tekstur dan ketebalan endometrium), histeroskopi (untuk memeriksa endometrium dan bagian dalam uterus), dan biopsy dimana dokter akan mengambil sample jaringan dari dalam uterus untuk analisa laboratorium.

Jika sample sel lain dibutuhkan, dokter akan melakukan prosedur bedah yang disebut dilatasi dan kuretase. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker endometrium, pasien akan dirujuk ke spesialis ginekologi onkologi, dokter yang khusus mengobati kanker pada sistem reproduksi wanita.

Pengobatan standar untuk kanker endometrium adalah bedah untuk mengangkat tumor ganas. Biasanya, bedah digabungkan dengan terapi lanjutan seperti kemoterapi dan radioterapi untuk membunuh sel kanker yang tersisa dan menekan risiko kanker muncul kembali. Jenis prosedur bedah yang perlu dilaksanakan tergantung tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien dan apakah sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain atau belum. Tujuannya dari prosedur adalah untuk mengangkat semua organ dan struktur yang mengandung sel kanker. Prosedurnya antara lain histerektomi total (pengangkatan uterus dan serviks), salpingo-ooforektomi bilateral (pengangkatan tuba falopi dan ovarium), histerektomi radikal (pengangkatan serviks, uterus, dan bagian vagina), dan limfadenektomi (pengangkatan nodus limpa dari bagian pelvis).

Untuk pasien dengan kanker endometrium stadium I dan II dan relatif sehat untuk menjalani prosedur bedah, pengobatan yang perlu dijalani biasanya merupakan gabungan salpingo-ooforektomi bilateral dan histerektomi total yang diikuti dengan terapi radiasi internal atau eksternal. Untuk kanker endometrium stadium III, histerektomi radikal biasanya digabungkan dengan salpingo-ooforektomi bilateral yang diikuti dengan kemoterapi. Untuk kasus yang lebih parah atau kambuhan, pengobatan termasuk pengangkatan nodus limpa, histerektomi radikal, dan terapi lanjutan dan juga terapi tertarget. Jika tubuh pasien relatif lemah untuk menjalani prosedur bedah atau jika manfaat prosedur bedah tidak lebih besar dari risikonya, ia diarahkan untuk menjalani perawatan paliatif di mana tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penanganan gejala.

Prognosis Kanker Endometrium

Jika dibandingkan dengan kanker jenis lain, prognosis untuk karsinoma endometrium cukup baik karena dapat terdiagnosa secara dini. Tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun untuk kasus lokal adalah 95%, namun menurun menjadi 69% jika kanker telah penyebar ke organ atau struktur di sekitarnya. Jika kanker telah bermetastasis, menyebar ke organ dengan jarak jauh, tingkat kelangsungan hidup menurun menjadi 17%.

Rujukan:

  • National Cancer Institute. SEER stat fact sheets: endometrial cancer. Surveillance, Epidemiology, and End Results (SEER) Program. Available at http://seer.cancer.gov/statfacts/html/corp.html.

  • Bernstein L, Deapen D, Cerhan JR, et al. Tamoxifen therapy for breast cancer and endometrial cancer risk. J Natl Cancer Inst. 1999 Oct 6. 91(19):1654-62. [Medline].

Bagikan informasi ini: