Apa itu Masalah Mata Alergi?

Alergi pada mata merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan diderita lebih dari jutaan orang di seluruh dunia. Seperti halnya alergi pernapasan dan kulit, alergi mata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menemukan adanya kuman, bakteri, atau alergen pada mata dan kemudian melawannya sehingga muncul reaksi alergi. Alergi mata umumnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan, namun beberapa jenis alergi mata sangat mengganggu dan dapat merusak bagian mata yang mudah rusak apabila tidak segera diobati.

Masalah mata sering muncul akibat kondisi yang disebut dengan konjungtivitis alergi, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan gejala berikut: mata gatal, merah, terasa terbakar, dan kelopak mata bengkak. Kondisi ini dapat diatasi dengan metode pengobatan sederhana dan tidak mengakibatkan gangguan penglihatan karena bagian mata yang berfungsi sebagai penerima cahaya dan pengirim pesan ke otak tidak terganggu. Alergi mata dapa sangat mengganggu beberapa bagian mata meliputi kelopak mata, membrane mata, dan bagian putih pada mata yang disebut sklera.

Konjungtivitas alergi dibagi ke dalam dua jenis: alergi musiman dan alergi permanen. Konjungtivitas alergi musiman (SAC) hanya terjadi pada musim-musim tertentu karena pada musim tersebut terdapat zat pemicu alergi, seperti serbuk sari. Seperti halnya SAC, konjungtivitas alergi permanen (PAC) juga memiliki pemicu, namun kondisi ini terjadi sepanjang hidup penderitanya. Pemicu PAC sebagian besar ditemukan di dalam ruangan, sepreti tungau debu dan jamur. Namun, kondisi ini juga dapat dipicu oleh faktor-faktor di luar ruangan serta di beberapa lingkungan. Gejala PAC dianggap lebih ringan dibandingkan dengan SAC.

Baik SAC dan PAC biasanya tidak menyebabkan kerusakan mata yang parah. Meskipun begitu, alergi mata yang parah, seperti keratonkonjungtivitis vernal dan keratokonjungtivitis atopik dapat mengakibatkan gangguan penglihatan jika tidak segera diobati.

Keratokonjungtivitis vernal adalah jenis alergi mata yang lebih serius yang penderitanya sebagian besar remaja laki-laki. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja dan memiliki gejala yang mirip seperti konjungtivitis alergi, namun beberapa gejala lainnya termasuk mukus robek dan kepekaan berlebihan terhadap cahaya (fotofobia).

Sementara itu, keratokonjungtivitis atopik lebih sering menyerang penderita laki-laki yang lebih tua yang didiagnosis dengan dermatitis alergi. Selain memiliki gejala yang mirip dengan konjungtivits alergi, pasien penderita keratokonjungtivitis atopik juga memproduksi lendir yang lebih banyak pada kelopak matanya sehingga menyebabkan kelopak mata saling menempel. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada kornea dan menyebabkan penglihatan penderitanya terganggu.

Penyebab Masalah Mata Alergi

Alergen dan zat asing adalah penyebab masalah mata alergi yang paling umum. Serbuk sari dari bunga, pohon, rumput, dan gulma dapat kita temui dalam udara yang kita hirup sehari-hari. Meskipun bagi sebagian besar orang tidak berbahaya, sistem kekebalan tubuh sebagian orang menganggap alergen ini sebagai ancaman dan mencoba untuk menghancurkannya.

Tidak hanya di luar rumah, alergen juga dapat kita temukan di dalam rumah yang nyaman sekalipun. Alergen ini meliputi tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan berbagai zat asing dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Namun, tidak semua orang memiliki reaksi alergi terhadap zat asing ini. Beberapa individu tidak menganggap zat-zat ini sebagai zat asing yang berbahaya sehingga sistem kekebalan tubuhnya tidak menyebabkan reaksi alergi. Gejala Utama Masalah Mata Alergi

Gejala utama dari alergi mata adalah mata merah, mata terasa terbakar, mata berair, dan kelopak mata membengkak. Namun, dalam kondisi yang lebih parah, penderitanya mungkin mengalami kepekaan berlebih terhadap cahaya serta gangguan penglihatan.

Alergi mata mungkin terjadi bersamaan dengan alergi hidung sehingga gejala yang muncul bertambah yang meliputi pilek, bersin, radang tenggorokan, sakit kepala, atau gatal-gatal.

Siapa yang Harus Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Alergi mata ringan biasanya akan hilang tanpa diobati selama penderitanya dapat menghindari alergen tertentu. Dalam sebagian besar kasus alergi mata, obat tetes mata antihistamin dan obat nyeri yang dijual bebas sudah cukup untuk mengobati gejalanya.

Pasien dengan alergi mata parah, sepreti keratokonjungtivitis vernal atau keratokonjungtivitis atopik, harus segera berkonsultasi dengan dokter mata. Alergi ini biasanya menyerang kornea dan dapat membuat penglihatan seseorang memburuk serta terganggu jika tidak segera ditangani oleh dokter mata dengan tindakan yang tepat.

Langkah pertama untuk mengatasi setiap jenis alergi mata adalah untuk menyadarkan diri untuk menjauhi alergen tertentu. Sayangnya, penderita alergi mata mungkin akan kesulitan untuk menghindari beberapa alergen karena jumlahnya yang sangat banyak. Pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan resep suntikan alergi yang dapat meningkatkan daya tahan pasien terhadap alergen tertentu secara bertahap.

Rujukan:

  • Bhatt U, Lagnado R, Dua HS. Follicular Conjunctivitis. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2013: vol 4, chap 7.

  • Snyder RW, Slade DS. Antibiotic Therapy for Ocular Infection. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2013: vol 4, chap 26.

  • Yanoff M, Cameron D. Diseases of the visual system. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 431.

Bagikan informasi ini: