Definisi dan Gambaran Umum

Gangguan bipolar adalah kondisi yang juga dikenal dengan nama gangguan manik-depresif ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang sama sekali tidak dapat diperkirakan. Gejalanya meliputi periode mania, atau perubahan suasana hati, yang diselingi dengan periode depresi. Diantara masing-masing periode, pasien berperilaku normal.

Gangguan bipolar didiagnosa menggunakan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Terdapat dua jenis gangguan bipolar: Bipolar I, jika periode manik tunggal muncul paling tidak satu kali; dan Bipolar II, jika terdapat gabungan dari periode depresi mayor dan hipomanik.

Sekitar 1-3% populasi dunia menderita gangguan bipolar. Penyakit ini biasanya menimpa mereka yang berusia 20 hingga 30 tahun. Meskipun jenis kelamin tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi ini, namun pria lebih banyak mengalami periode manik sementara wanita lebih banyak mengalami periode depresif selama hidup mereka.

Penyebab Gangguan Bipolar

Penyebab spesifik gangguan bipolar dan gejalanya masih belum diketahui secara pasti. Namun, sepertinya faktor keturunan ikut berperan di dalamnya. Keturunan memainkan peranan yang cukup dominan, dengan sejumlah gen termasuk di dalamnya. Seseorang anggota keluarga tingkat pertama yang menderita gangguan bipolar sepuluh kali lebih beresiko untuk terkena kondisi ini. Penelitian terhadap anak kembar menunjukkan bahwa 40% dari mereka menderita gangguan ini, sehingga semakin memperkuat dugaan bahwa faktor genetis memegang peranan penting pada kondisi ini.

Beberapa pengambilan gambar otak telah menunjukkan terdapat perubahan terhadap amigdala, bagian pada otak yang mengendalikan suasana hati dan emosi. Beberapa ahli percaya bahwa hal ini, ditambah dengan kelainan pada sirkuit otak, dapat menjadi dalah satu faktor dalam perkembangan gangguan bipolar.

Faktor lingkungan juga dipercaya ikut berperan dalam kondisi ini. Tekanan dan hubungan yang bermasalah seringkali ditemukan pada para pasien gangguan bilopar; sekitar 30-50% pasien dengan gangguan ini pernah mengalami tindakan penyiksaan atau kejadian pada masa kanak-kanak yang membuat mereka cedera emosional (trauma).

Gejala Utama

Gejala utama dari gangguan bipolar adalah mania. Mania digambarkan sebagai periode dimana seseorang mengalami perubahan suasana hati yang terus meningkat selama paling tidak satu minggu. Pada tahap ini, ia akan merasakan paling tidak tiga gejala, yaitu perasaan yang melebih-lebihkan, lebih sering berbicara, bersemangat, tidak dapat berfokus pada satu ide, hanya memerlukan sedikit tidur, perhatiannya mudah teralihkan, dan melakukan kegiatan-kegiatan beresiko tinggi seperti berbelanja atau pelanggaran seksual.

Gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan kekacauan pada tugas, fungsi, atau kegiatan sosial pasien sehari-hari. Gejala-gejala ini dapat menjadi parah, membuat pasien bertindak kasar dan perlu dirawat di rumah sakit agar tidak melukai dirinya sendiri atau orang lain. Gejala fisik, seperti pandangan yang tidak berfungsi atau terganggu, paranoid atau delusi ide juga dapat muncul. Sekitar setengah dari penderita gangguan bipolar pernah berhalusinasi atau mengalami delusi.

Versi mania yang lebih ringan adalah hipomania. Dibandingkan mania, Hipomania tidak mengganggu kegiatan sehari-hari seseorang dan tidak akan berkembang menjadi kegilaan. Banyak pasien yang menderita hipomania diketahui memiliki tingkat energi yang lebih tinggi dan cenderung lebih kreatif.

Periode depresif mayor ditandai dengan keputusasaan, kemarahan, dan kesedihan yang berkepanjangan. Para pasien biasanya adalah orang-orang yang kesepian, dikucilkan atau diperlakukan secara berbeda (diskriminasi). Mereka mengalami gangguan pada tidur, nafsu makan yang menurun, sakit hati, dan tidak bersemangat dalam melakukan segala sesuatu. Beberapa pasien bahkan berpikir untuk bunuh diri dan mungkin pula menjadi gila atau mengalami delusi.

Periode mania biasanya dimulai setelah beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu. Hilangnya selera makan, gangguan saat tidur serta timbulnya rasa cemas dapat menjadi awal periode ini. Periode ini umumnya berlangsung selama beberapa minggu bahkan hingga satu tahun, terutama jika kondisi ini tidak diatasi atau tidak ada penanganan dari dokter diberikan. Fenomena yang dikenal dengan nama siklus cepat juga mungkin terjadi. Pada kondisi ini, para pasien mengalami paling tidak empat kali periode mania atau depresi dalam satu tahun.

Siapa yang Sebaiknya Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Gejala dan perubahan perilaku pada pasien yang menderita gangguan bipolar biasanya diketahui dan dilaporkan oleh anggota kaluarga, teman-teman, atau rekan kerja pasien. Pemeriksaan dan penilaian klinis biasanya dilakukan oleh dokter ahli jiwa atau psikiater. Pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan laboratorium untuk mengatasi penyakit lainnya, seperti penyakit pada kelenjar gondok atau gangguan pencernaan.

Jika pasien didiagnosa menderita gangguan bipolar, maka gabungan antara pengobatan dan penanganan psikiater biasanya diberikan untuk menangani kondisi tersebut. Jika ditangani dengan baik, maka para pasien biasanya akan dapat pulih dan bebas dari gejala setelah dua tahun.

Obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah litium. Mania tiba-tiba (akut) dapat dikendalikan hingga 20%, dan resiko bunuh diri pun menurun. Litium juga dapat mencegah kemunculan kembali dari periode mania dan depresi. Pengawasan ketat terhadap tingkat kandungan litium dalam darah diperlukan. Selain litium, beberapa obat-obatan antikonvulsan dan antipsikotik juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar. Obat-obatan ini meliputi carbamazepine, olanzapine, sodium valproate dan lamotrigin. Dokter biasanya memberikan gabungan dari obat-obatan tersebut.

Beberapa macam terapi yang berbeda dapat menggantikan campur tangan psikiater pada penanganan gangguan bipolar. Beberapa jenis terapi diantaranya terapi perilaku kognitif dan terapi pendidikan pasien dan keluarga. Tujuan dari psikoterapi adalah untuk meredakan gejala, mengenali pemicu gejala serta mencegah kemunculan kembali periode mania dan depresi. Pasien yang rentan biasanya disarankan untuk menghindari lingkungan yang penuh dengan tekanan, menghindari lingkungan dan hubungan yang bermasalah, serta menggunakan strategi perlindungan. Penyiksaan juga biasanya dihubungkan dengan gangguan bipolar sehingga harus dihindari.

Dukungan dari keluarga sangat penting bagi pasien yang memiliki kelainan mental, agar pengobatan dapat selesai sepenuhnya. Pada pasien dengan kondisi yang parah, terutama yang mengalami gejala kegilaan, terapi elektrokonvulsif, atau yang juga dikenal dengan nama ECT atau terapi kejut, juga mungkin akan bermanfaat bagi pasien. Pada kasus periode manik yang parah, pasien harus mendapatkan penganganan dokter di rumah sakit. Banyak program telah dirancang untuk membantu pasien agar tidak harus menghabiskan waktu mereka di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama serta menawarkan layanan di luar rumah sakit, seperti kunjungan ke rumah oleh tim perawatan kesehatan mental, program rawat jalan kesehatan mental dan kelompok pendukung.

Referensi:

  • International Bipolar Foundation: ibpf.org/
  • National Institutes of Health: Bipolar Disorder - www.nimh.nih.gov/health/topics/bipolar-disorder/
  • Depression and Bipolar Support Alliance: www.dbsalliance.org/
Bagikan informasi ini: