Apa itu Gangguan pada Alat Bantu Pendengaran?

Orang yang kesulitan mendengar karena faktor genetik, cedera, usia, penyakit atau gangguan kesehatan sering diberi alat bantu pendengaran untuk membantu menangkap suara. Alat bantu pendengaran dapat memperjelas dan mengirimkan suara langsung ke telinga. Dengan begitu, pengguna alat dapat kembali mendengar dan beraktivitas seperti biasa. Alat bantu pendengaran menggunakan mikrofon untuk menangkap bunyi dari luar. Suara, musik, bunyi di sekitar kita, dan bunyi lain akan diterima oleh mikrofon dalam bentuk gelombang suara. Lalu, gelombang ini akan diproses dan diperjelas. Prosesnya akan bergantung pada jenis alat bantu pendengaran yang digunakan. Setelah itu, sinyal akan ditransmisi ke speaker dalam bentuk getaran suara, lalu diproses oleh sel rambut auditori. Sel rambut yang ada di telinga dapat mengirimkan sinyal dari alat bantu pendengaran ke otak. Kerusakan pada sel rambut biasanya menandai tingkat keparahan gangguan pendengaran. Amplifikasi yang dibutuhkan oleh alat bantu pendengaran untuk mengirimkan sinyal ke otak akan tergantung pada tingkat keparahan tersebut.

Penyebab Gangguan pada Alat Bantu Pendengaran

Walaupun sangat penting, alat bantu pendengaran dapat mengalami gangguan karena kerusakan komponen. Gangguan juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal. Berikut ini adalah hal yang dapat mengakibatkan gangguan pada alat bantu pendengaran: * Banyaknya kotoran telinga – Ini merupakan salah satu hal yang sering menyebabkan gangguan pada alat bantu pendengaran. Karena alat ini digunakan secara rutin, ada risiko kotoran telinga akan menumpuk dan menghalangi sinyal dari alat bantu pendengaran. Sehingga, suara yang dihasilkan menjadi pelan atau tidak jelas. * Masalah pada baterai – Seperti alat lain yang menggunakan baterai, alat bantu pendengaran juga akan mengalami gangguan saat baterai mulai kehabisan energi. Baterai yang lemah akan memengaruhi kualitas suara. Alat bantu pendengaran juga dapat terlihat lemah atau mati apabila baterai tidak dipasang dengan benar. * Terjadi kerusakan atau malfungsi pada alat bantu pendengaran.

Gejala Utama Gangguan pada Alat Bantu Pendengaran

Berikut ini adalah gejala yang dialami pasien saat ada masalah pada alat bantu pendengaran mereka: * Suara siul atau memekik saat alat digunakan – Suara siul atau memekik dapat mengganggu pengguna karena ia harus lebih berusaha untuk mendengar suara yang penting. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh kotoran telinga, volume yang terlalu keras, pemasangan yang tidak tepat, atau baterai lemah. * Alat bantu pendengaran tidak menghasilkan suara – Gangguan ini biasanya disebabkan oleh baterai yang habis, alat belum dinyalakan, volume yang paling kecil, mikrofon atau outlet suara yang tersumbat, atau alat yang rusak total. * Suara yang tidak jelas – Pengguna dapat kesulitan mendengar suara apabila suara teredam, tidak jelas, atau terputus-putus seperti sinyal radio yang lemah sehingga penerimaan menjadi statis. Hal ini biasanya disebabkan oleh baterai yang lemah atau kerusakan pada speaker. * Suara yang terlalu kecil – Ada kemungkinan alat bantu pendengaran memiliki amplifikasi yang tidak sesuai sehingga sinyalnya menjadi lemah. Bila hal ini terjadi, pengguna akan kesulitan mendengar, sama seperti waktu ia tidak menggunakan alat bantu pendengaran. Gangguan ini dapat disebabkan oleh kotoran telinga yang menghalangi alat, volume yang terlalu kecil, baterai lemah atau kerusakan alat.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Biasanya, pengguna dapat memperbaiki gangguan pada alat bantu pendengaran dengan memeriksa alat dan komponennya. Sebagai contoh, pengguna dapat dengan mudah mengganti baterai yang lemah atau habis dengan baterai baru. Harus dipastikan juga baterai dipasang dengan benar. Penumpukan kotoran telinga dapat dicegah apabila telinga dan alat bantu pendengaran dibersihkan secara rutin. Namun, apabila gangguan tetap terjadi, pengguna dapat menemui dokter untuk menjalani pemeriksaan saluran telinga.

Rujukan: * Dugan MB. Living with Hearing Loss. Gallaudet University Press, Washington, DC. March 2003. * Stach BA, Ramachandran V. Hearing aid amplification. In: Flint PW, Haughey BH, Lund LJ, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2015:chap 162.

Bagikan informasi ini: