Apa itu Kelainan Jaringan Ikat?

Kelainan atau penyakit jaringan ikat adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi yang memengaruhi jaringan ikat tubuh. Sampai saat ini, ada 150 jenis kelainan jaringan ikat yang telah teridentifikasi.

Tubuh kita terdiri dari saraf, otot, lapisan epitelium dan jaringan ikat. Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi sebagai “perekat” pada tubuh dan menghubungkan organ tubuh. Jaringan ikat juga berperan untuk fungsi jenis jaringan lain serta berperan sebagai penopang struktur tubuh.

Jaringan ini terdiri dari dua bagian : sel dan matriks extracellular. Matriks ini terdiri dari protein fiber dan matriks lainnya terbuat dari polysaccharide, yang terbuat dari sel di dalam matriks extracellular.

Tergantung pada pembentukan matriksnya, jaringan ikat dapat diklasifikasikan sebagai jenis yang longgar atau yang tebal. Jaringan ikat longgar adalah jaringan di mana kolagen yang membentuk matriks hanya sedikit. Jenis ini sering ditemukan pada lapisan organ dan di bawah jaringan epitelium. Sel dan subtansi dasar dari jaringan ini ada sangat banyak. Jaringan ikat tebal disebut tebal karena seratnya ada banyak dan terlihat tebal. Sel dan subtansi dasar pada jaringan ini ada lebih sedikit. Jaringan ikat ini terletak di luar organ tubuh. Jenis jaringan ikat tebal yang umum adalah tulang, ligamen, dan sendi.

Jaringan ikat dapat terkena penyakit karena berbagai penyebab, termasuk resiko genetik, cedera, dan infeksi. Penyakit dapat menyerang bagian tertentu saja atau menyerang banyak organ tubuh (sistemik). Selain itu, gejala yang terjadi bisa ringan tetapi juga bisa parah, bahkan sampai mengancam nyawa.

Tergantung dari jenis penyakitnya, sebagian besar penyakit yang menyerang jaringan ikat tidak dapat disembuhkan. Namun, perkembangannya dapat diperlambat dan gejalanya dapat ditangani.

Penyebab Kelainan Jaringan Ikat

Kelainan jaringan ikat dapat terjadi karena beberapa alasan berikut ini:

Genetik – Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi akibat faktor genetik. Pertama, pasien mendapatkan mutasi gen dari salah satu orang tua. Kedua, DNA pasien sudah bermutasi secara cepat, atau menjadi cacat.

Dua penyakit akibat faktor genetik yang sangat dikenal adalah sindrom Marfan dan epidermolysis bullosa (EB). Sindrom Marfan disebabkan oleh kelainan pada DNA yang seharusnya memproduksi protein fibrillin-1. Pengidap penyakit ini biasanya memiliki jari tangan dan kaki yang panjang dan mirip dengan laba-laba, serta badan yang kurus dan tinggi. Sedangkan EB biasanya membuat kulit menjadi sangat sensitif.

Kedua jenis penyakit ini adalah penyakit langka.

Autoimun – penyakit dapat berubah menjadi autoimun saat sistem kekebalan tubuh menjadi sangat aktif dan mulai menyerang jaringan ikat yang masih sehat. Penyebab sebenarnya dari penyakit autoimun masih belum diketahui, tetapi beberapa ahli berpendapat ini diakibatkan oleh kondisi bawaan. Contohnya, pasien yang menderita lupus sistemik akan lebih mungkin memiliki anggota keluarga lainnya yang juga didiagnosis memiliki masalah serupa. Karena jaringan diserang oleh antibodi, jaringan tersebut akan meradang sampai akhirnya akan rusak.

Beberapa jenis penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat adalah :

  • Scleroderma – Pada scleroderma, jaringan ikat dan kulit akan mengeras, menebal, dan berkontraksi. Kondisi ini bisa diklasifikasikan sebagai penyakit yang menyerang satu bagian tubuh saja, yang berarti hanya menyerang kulit, atau juga sebagai penyakit sistemik, yang dapat menyerang organ internal dan organ vital.

  • Rheumatoid arthritis (RA) – Ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh merusak membran yang ditemukan di antara sendi yang disebut synovium. RA dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen dan cacat tubuh.

  • Systemic lupus erythematosus (SLE) – Juga dikenal sebagai penyakit lupus, SLE adalah peradangan kronis yang menyerang organ dalam dan kulit.

  • Infeksi – Salah satu contoh klasik dari kelainan jaringan ikat yang diakibatkan oleh infeksi adalah selulitis. Bakteri dapat menyebabkan peradangan pada lemak subkutan (yang berada di bawah kulit) dan lapisan dermis.

  • Cedera – Cedera yang parah dapat menyebabkan perubahan struktur jaringan ikat, sehingga menimbulkan bekas luka.

Gejala Utama Kelainan Jaringan Ikat

  • Pembengkakan pada kulit dan organ dalam
  • Rasa sakit di sekujur tubuh, yang bisa ringan maupun sangat menyakitkan
  • Sendi yang menjadi kaku
  • Tulang, sendi, gigi, dan kulit menjadi mudah rusak
  • Otot melemah
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Perubahan bentuk tubuh (contohnya pembengkokan tulang belakang yang berlebihan dan tubuh yang sangat kurus)

Karena banyaknya jenis kelainan jaringan ikat, gejala yang muncul pun bisa berbagai macam. Di sisi lain, ada kemungkinan seseorang didiagnosis menderita lebih dari satu kelainan jaringan ikat. Ini biasanya disebut sebagai kelainan gabungan.

Meskipun dapat muncul dalam tahap ringan, gejala dari kelainan jaringan ikat bisa menjadi lebih parah dan memengaruhi fungsi organ vital seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Hal ini nantinya dapat menyebabkan kegagalan organ-organ tersebut.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Kelainan jaringan ikat dapat muncul sejak saat kanak-kanak atau saat dewasa. Karenanya, diagnosis dapat diberikan oleh spesialis anak atau spesialis penyakit dalam. Tergantung dari kelainan yang diderita, dokter spesialis seperti ahli dermatologi dan ahli rheumatologi rheumatologist dapat mendiagnosis, menangani, dan merawat pasien yang terjangkit penyakit tersebut.

Sebagian dari penyakit ini dapat memunculkan gejala yang tampak pada tubuh, dan karenanya dokter yang berpengalaman mungkin dapat mendiagnosisnya dalam jangka waktu singkat. Sedangkan, dokter lain mungkin perlu melakukan serangkaian pemeriksaan darah, fisik, dan pengambilan gambar santi sebelum dapat mengkonfirmasi penyakit tersebut.

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat mengobati kelainan jaringan ikat. Namun, kelainan ini masih dapat dikontrol. Penanganan penyakit ini sangat penting untuk:

  • Memastikan organ tubuh, terutama organ vital, berfungsi senormal mungkin
  • Memperlambat perkembangan penyakit
  • Mencegah dan mengurangi komplikasi yang dapat muncul

Pengobatan dan perawatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Obat peredam sistem imun untuk berbagai macam penyakit autoimun.
  • Pembedahan
  • Obat-obatan lain seperti beta blocker atau pengencer darah
  • Perubahan pola makan
  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Mengurangi stres supaya tidak sering kambuh
  • Penopang atau alat penyokong lainnya jika ada perubahan struktur tubuh yang signifikan, seperti pembengkokan tulang belakang
  • Transplantasi organ vital, jika organ vital sudah rusak dan tidak bisa diobati
    Rujukan:

  • National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases: "Questions and Answers about Heritable Disorders of Connective Tissue," "Handout on Health: Scleroderma," "What Are Heritable Disorders of Connective Tissue? Fast Facts: An Easy-to-Read Series of Publications for the Public."

  • NYU Langone Medical Center: "Ehlers-Danlos Syndrome."

Bagikan informasi ini: