Apa itu Masalah Kornea

Kornea adalah lapisan transparan yang berada di bagian depan mata. Lapisan tersebut terbuat dari sel-sel dan protein dan berperan penting, terutama dalam membelokkan cahaya. Setelah cahaya dibelokkan, cahaya akan masuk pada lensa mata, yang kemudian akan mempertajam fokus cahaya sebelum meneruskannya ke retina, yang akan merubah cahaya yang dipantulkan menjadi sinyal yang dapat diinterpretasi oleh otak. Sebagai lapisan luar mata, kornea juga berfungsi sebagai pelindung mata terhadap kuman dan penyebab iritasi lainnya yang dapat menyebabkan [iritasi mata] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/infeksi-mata). Sementara itu, kornea menjaga kesehatan kondisinya sendiri dengan air mata.

Kornea memiliki kemampuan untuk memperbaiki kondisinya sendiri jika terjadi luka minor. Namun, kornea tetap rentan terserang masalah lainnya, termasuk degenerasi dan infeksi. Kondisi semacam ini dapat mempengaruhi penglihatan, yang pada akhirnya dapat menghambat gerak seseorang dan mengurangi kualitas hidupnya.

Penyebab Masalah Kornea

Berikut beberapa penyebab terjadinya masalah pada kornea mata:

Alergen – tubuh kita dirancang untuk selalu mengetahui dan menghilangkan ancaman dari bakteri dan virus. Tubuh juga dapat menganggap alergen (substansi yang dapat menyebabkan alergi) seperti serbuk sari sebagai suatu ancaman. Saat sistem kekebalan tubuh diaktifkan oleh tubuh untuk mengatasi ancaman semacam ini, sebuah zat kimia yang bernama histamine akan dilepaskan. Karenanya, histamine adalah produk alami dari sistem pertahanan tubuh. Namun, saat sistem kekebalan tubuh kita bekerja terlalu kuat, jumlah zat histamine yang diproduksi juga menjadi bertambah, yang mungkin membuat reaksi yang berlawanan oleh tubuh, seperti mata yang berair atau memerah.

Patogen – beberapa jenis infeksi pada kornea disebabkan oleh patogen, terutama bakteri dan virus. Termasuk diantaranya adalah yang menyebabkan penyakit herpes zoster atau cacar ular api, peradangan selaput mata, dan peradangan mata atau keratitis. Bakteri atau virus dapat masuk ke dalam tubuh saat ada bagian kornea yang robek atau saat seseorang menggunakan lensa kontak yang terkontaminasi. Tergantung dari sumber infeksinya, kondisi tersebut mungkin dapat menular ke orang lain.

Bawaan – masalah kornea dapat dianggap sebagai masalah bawaan atau pengaruh keturunan jika tidak ada penyebab lain yang dapat ditemukan dan jika masalahnya menyerang kedua mata sama kuatnya. Kasus yang biasa ditemukan adalah dysthrophy mata, di mana sel eptihelium, yang merupakan lapisan terluar dari kornea, mulai rusak atau jika ada timbunan lapisan yang berawan pada kornea, yang keduanya dapat mengurangi kemampuan penglihatan secara signifikan.

Kegagalan Refraksi (pembelokan cahaya) – terkadang, bentuk kornea, yang bentuknya berupa seperti kubah, tidak sempurna. Ini dapat menyebabkan kegagalan pembelokan cahaya, yang dapat menyebabkan pandangan yang menyimpang. Kegagalan ini akan membuat seseorang sulit melihat benda-benda jauh (myopia) atau benda-benda yang dekat (hyperopia). Kondisi ini juga dapat menyebabkan astigmatisma.

Gejala Utama Masalah Kornea

  • Ketidakmampuan untuk memfokuskan pandangan dengan jelas pada satu objek
  • Rasa sakit pada mata
  • Pandangan yang kabur
  • Keluar cairan dari mata
  • Air mata terus menerus keluar tanpa sebab
  • Merasakan seperti ada yang menyangkut pada mata
  • Perubahan pada penglihatan
  • Mata yang memerah
  • Sensitivitas yang tidak normal pada cahaya

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Ada dua spesialis yang dapat Anda hubungi sebagai tempat berkonsultasi mengenai masalah pada mata. Jika masalah yang Anda alami menyangkut kegagalan pembelokan cahaya, maka anda dapat mengunjungi [ahli kacamata] [optometrist](https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/opticians) untuk mengatasi masalah anda dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak yang tepat.

Jika masalah yang Anda alami lebih kompleks atau menyangkut bagian dari kornea, maka anda perlu mengunjungi ahli oftalmologi (ahli penyakit mata).

Jenis perawatan untuk masalah pada kornea tergantung dari penyebabnya, yang akan terbagi sebagai berikut:

  • Jika masalahnya adalah kegagalan pembelokan cahaya, maka pasien akan disarankan utnuk memakai kacamata atau lensa kontak, yang bentuknya ada berbagai macam, untuk memperbaiki penglihatan Anda.

  • Jika masalahnya adalah karena infeksi, obat-obatan seperti obat anti-virus atau anti-fungi lebih disarankan. Jika masalahnya menular, sangat disarankan untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain sampai masalahnya sudah sembuh. Sebagai bentuk pencegahan, pengidap masalah karena infeksi ini disarankan untuk tidak berbagi penggunaan baju atau perlengkapan lainnya dengan orang lain. Pasien juga akan disarankan untuk mencuci tangan secara teratur.

  • Jika masalahnya adalah karena turunan, maka ahli oftalmologi akan memonitor perkembangan penyakitnya secara berkala. Biasanya, butuh beberapa tahun sampai gejalanya muncul, dan dalam kasus tertentu, tidak ada gejala yang muncul. Untuk pasien yang berisiko tinggi, mereka akan disarankan untuk mengunjungi dokter setidaknya setahun sekali untuk melakukan pemonitoran.

  • Jika masalah pada kornea ini sudah menjadi parah, tujuan dari perawatannya adalah untuk menjaga kemampuan penglihatan semaksimal mungkin. Pada kasus ketaronokus, (perubahan bentuk kornea menjadi kerucut), penggunaan lensa kontak akan membantu pada tahap awalnya, tetapi transplantasi kornea akan diperlukan bila kerusakan kornea sudah dianggap cukup parah.

  • Jika penyebabnya adalah penyakit yang sudah ada, maka mengobati perkembangan penyakit tersebut biasanya akan menyembuhkan masalah kornea.

Rujukan:

  • Yanoff M, Cameron D. Diseases of the visual system. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 431.

  • Groos Jr. EB, Chang BH. Complications of Contact Lenses. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2013:vol 4; chap 27.

Bagikan informasi ini: