Apa itu Masalah Limpa?

Limpa adalah organ yang berukuran sebesar kepalan kecil yang terletak pada sisi kiri perut. Organ ini berada dekat dengan perut dan pankreas, yaitu organ yang memproduksi insulin, yang merupakan hormon untuk mengatur gula darah. Organ ini dilindungi oleh tulang rusuk, sehingga tidak langsung terasa ketika disentuh.

Limpa adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh karena limpa juga menyimpan dan menghasilkan sel darah putih, yang membantu memerangi ancaman seperti bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi seperti meningitis dan pneumonia, serta penyakit lainnya. Limpa mengatur produksi trombosit, yaitu jenis sel darah yang penting untuk pembekuan darah. Limpa juga dapat menyimpan trombosit dan juga merupakan bagian dari sistem limfatik serta karena limpa membantu dalam pengaturan cairan di dalam tubuh.

Limpa memiliki kemampuan untuk menyaring sel darah merah. Karena limpa terdiri dari banyak pembuluh darah (yang menyebabkan warnanya menjadi ungu), organ ini menyaring sel darah merah ketika darah melaluinya. Darah merah yang sudah tua atau rusak akan dipecah, tetapi komponen yang berguna seperti oksigen diusahakan untuk diselamatkan.

Limpa dapat terserang penyakit atau rusak biasanya karena kecelakaan. Ketika hal ini terjadi, dokter akan menilai apakah limpa masih dapat diobati atau diselamatkan. Jika tidak, limpa akan diangkat. Setelah limpa keluar dari tubuh, fungsi vital organ akan diteruskan ke hati.

Penyebab Masalah Limpa

Berikut ini adalah beberapa masalah limpa yang paling umum dan kemungkinan penyebabnya:

  • Splenomegali – Ini adalah istilah lain untuk pembesaran limpa. Beberapa alasan yang paling umum adalah infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit. Kanker dan kondisi yang mempengaruhi darah atau sistem limfatik juga dapat menyebabkan kondisi ini. Penyakit peradangan seperti artritis rematoid juga terkait dengan ukuran abnormal limpa. Terkadang, limpa membesar ketika terjadi penumpukan jaringan lunak abses atau tumbuh kista (tumor ganas).

  • Limpa pecah – Limpa pecah merupakan salah satu kerusakan organ. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai terkoyaknya limpa, yang berarti hanya sebagian dari organ robek atau rusak. Bagaimanapun, limpa membutuhkan perhatian medis segera karena dapat menyebabkan pendarahan internal dan syok. Salah satu penyebab paling umum dari limpa pecah adalah kecelakaan, khususnya tabrakan kendaraan.

  • Hipersplenisme – Ini adalah istilah untuk menggambarkan suatu limpa yang terlalu aktif. Limpa mungkin menyaring sel darah merah sebelum waktunya. Kondisi ini dapat dikaitkan dengan kanker getah bening, penyakit peradangan, sirosis hati, dan malaria.

  • Penyerapan limpa – Ini adalah kondisi medis yang berhubungan dengan penyakit sel sabit, yaitu gangguan darah bawaan yang ditandai oleh adanya darah merah yang berbentuk tidak normal seperti sabit. Karena sel ini dapat rusak dengan mudah dan cepat, kemungkinan tidak terdapat oksigen yang cukup dalam darah, yang mengakibatkan terjadinya anemia. Sel sabit juga dapat menumpuk pada limpa ketika sel darah merah disaring, yang dapat menyebabkan limpa membesar dan fungsi organ berkurang.

  • Aksesori limpa – Aksesori limpa adalah limpa tambahan. Limpa ini tidak memiliki fungsi dan pada dianggap tanpa efek samping.

  • Trombositopenia – Sebuah kondisi di mana tidak terdapat cukup trombosit dalam aliran darah karena limpa mencoba untuk menahan sebagian besar trombosit.

  • Asplenia – Suatu kondisi di mana limpa tidak berfungsi secara normal. Orang tersebut juga ada kemungkinan tidak memiliki limpa, namun jarang terjadi.

Gejala Utama Masalah Limpa

  • Anemia
  • Kelelahan
  • Lemah otot
  • Mudah memar
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Merasa cepat kenyang meskipun hanya makan dalam jumlah kecil
  • Nyeri pada daerah limpa
  • Infeksi kronis, sering, atau berulang
  • Mudah terjadi pendarahan
  • Sakit perut
  • Penyakit kuning (warna kekuningan pada kulit biasanya terjadi karena kerusakan hati atau penyakit sel sabit)
  • Kepala ringan
  • Disorientasi atau kebingungan
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Seorang internis untuk pasien dewasa dan dokter anak untuk pasien anak-anak dapat dengan segera mendiagnosa masalah limpa. Jika kondisinya terkait dengan darah, hematologi mungkin menjadi bagian dari tim. Jika kondisinya menyerang sistem limfatik, seorang imunologi (dokter spesialis dalam sistem kekebalan tubuh) adalah dokter terbaik. Dalam kasus limpa pecah, dokter igd dapat menangani pasien.

Berikut adalah cara untuk mendiagnosa masalah limpa:

  • Pemeriksaan fisik – Dokter dapat merasakan limpa dengan menekan lembut ke sisi kiri perut dekat tulang rusuk. Jika dapat dirasakan, limpa mungkin telah membesar.

  • USG – USG adalah cara yang baik untuk mengetahui ukuran limpa.

  • Tes darah – Tes ini mungkin akan diminta jika dokter curiga masalah limpa berhubungan dengan infeksi atau gangguan yang berkaitan dengan darah. Kelainan dari salah satu rentang darah, terutama jika perbedaannya signifikan atau besar, memerlukan penyelidikan lebih jauh.

  • Tes pencitraan – Biasanya, tes pencitraan seperti MRI atau CT scan tidak diperlukan terutama karena pembesaran limpa sudah dapat dirasakan. Namun mungkin dapat membantu untuk menilai lebih lanjut sejauh mana kerusakan limpanya.

Jika limpa pecah dan keadaan tersebut darurat, biasanya langkah terbaik adalah dengan menjalani operasi. Robekan atau luka gores dapat segera diperbaiki, atau seluruh limpa dapat diangkat dalam tindakan yang dikenal sebagai spelenktomi melalui laparoskopi. Dalam proses ini, sayatan kecil dibuat di sisi kiri perut; dan menggunakan laparoskop, yaitu semacam alat satelit dengan pencahayaan dan kamera, dokter melokasikan limpa, dengan menggunakan siaran langsung sebagai pemandu, dan beroperasi dengan menggunakan alat-alat bedah kecil. Tindakan ini lebih sering dipilih karena bersifat rendah risiko dan risiko bedah seperti infeksi yang minimal.

Jika masalah limpa menjalar kepada kondisi lain seperti infeksi atau kelainan darah, mengobati penyebab yang mendasarinya juga dapat mengatasinya.

Rujukan:

  • Nemours Foundation: "Spleen and Lymphatic System."
Bagikan informasi ini: