Apa itu Gangguan Saraf Tulang Belakang

Saraf tulang belakang adalah pusat penghubung saraf yang mengomunikasikan otak dengan bagian bagian tubuh. sebagai bagian dari sistem saraf pusat, saraf tulang belakang juga berperan dalam memastikan keefektifan otak dalam mengontrol organ dan anggota gerak.

Saraf tulang belakang terdiri dari jutaan saraf dan jaringan lunak, terletak di dalam kolum vertebra dan dilindungi dalam struktur tulang belakang yang keras. Selain itu, cairan yang disebut dengan cerebral spinal fluid (CSF) mengelilingi saraf tulang belakang untuk mencegah keruksakan akibat kolum vertebra.

Lapisan lapisan proteksi ini berperan sebagai lingkungan yang ideal untuk saraf tulang belakang. Namun, beberapa cedera dapat merusak saraf tulang belakang, yang berujung pada komplikasi, baik permanen dan mengancam nyawa. Saraf dari tulang belakang keluar melalui dua lokasi yang berbeda. Saraf yang keluar dari bagian atas membawa informasi ke leher, tangan, otot dan organ yang mengontrol pernapasan. Sementara saraf yang keluar dari bagian bawah diperuntukkan bagian punggung bawah, ekstrimitas bawah, kandung kemih, perut dan juga organ seksual. Ketika kerusakan terjadi, satu atau lebih organ organ tersebut mengalami kerusakan, tergantung kepada lokasi dan keparahan kerusakan itu sendiri.

Penyebab Gangguan Saraf Tulang Belakang

Kerusakan saraf tulagn belakang dapat diakibatkan melalui cedera traumatik maupun non-traumatik. Cedera traumatik didefinisikan sebagai terjadinya benturan kepada kolum vertebrae, yang akan merusak tulang belakang di beberapa lokasi. Hal ini dapat terjadi akibat benda tumpul, benda tajam, atau luka tusukan akibat tertembak.

Di sisi lain, cedera non-traumatik diakibatkan karena adanya penyakit atau kelainan kongenital (bawaan lahir). Beberapa hal yang paling sering menjadi penyebab di antaranya adalah tumor, penyakit auto imun, penyakit degeneratif, inflamasi, dan infeksi.

Kelainan tulang belakang dapat berkembang seiring berjalannya waktu ataupun efek termanifestasi seketika.

Gejala Utama Gangguan Saraf Tulang Belakang

Tanda dan gejala dari cedera saraf tulang belakang sering terjadi secara langsung. Beberapa tanda tersering seperti hilangnya kemampuan untuk menggerakan dan merasakan kaki, hilangnya kontrol dari kadung kemih dan perut, keram, kesulitan bernapas, rasa sakit atau menggelitik, dan berubahnya fungsi seksual.

Pada kasus cedera parah, pasien juga dapat merasakan rasa sakit yang sangat pada punggung, lemah dan hilangnya kemampuan koordinasi, paralisis dari beberapa bagian tubuh, juga terganggunya pernapasan.

Cedera dari saraf tulang belakang diklasifikasikan menjadi cedera komplit dan tidak komplit. Cedera disebut komplit ketika hilangnya sensasi dan kemampuan untuk bergerak secara total. Jika masih terasa sedikit sensasi, cedera disebut sebagai tidak komplit.

Ketika paralisis terjadi, hal ini disebut sebagai tetraplegia (terganggunya semua organ, badan, dan juga anggota gerak) atau paraplegia (beberapa bagian tubuh, organ, dan anggota gerak).

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ketika Anda terlibat dalam sebuah kecelakaan yang mungkin dapat mencederai tulang belakang, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tidak bergerak dan menunggu emergensi medis datang. Pada kasus di mana Anda merasa adanya cedera pada tulang belakang, segera konsultasi kepada dokter layanan primer.

Orang yang mengalami kecelakaan akan segera dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit. Selain mengecek adanya tanda tanda cedera pada seluruh tubuh, dokter juga akan menginspeksi bagian tulang belakang dengan hati hati untuk memastikan tanda dan gejala apabila terjadi kerusakan.

Ketika pasen menunjukan tanda dan gejalan tidak stabil untuk merespon pertanyaan dari dokter, pasien akan menjalankan beberapa tes lanjutan untuk mengetahui seberapa parah cedera yang terjadi. Beberapa tes seperti CT scan, Rontgen, dan MRI. Namun, tes tes ini hanya menunjukan kondisi sementara dari pasien. tanda dan gejala lain hanya dapat terlihat setelah memar menghilang.

Jika pasen berada dalam kondisi stabil dan memar telah menghilnag, tes neurologi akan dilaksanakan utnuk menentukan keparahan cedera secara menyeluruh. Pemeriksaan neurologi meliputi kekukatan dan adanya sensasi pada otot di beberapa bagian tubuh.

Hal penting yang harus dipahami adalah bahwa kerusakan dari saraf tulang belakang bersifat irreversible atau tidak dapat kembali seperti semula. Namun, pengobatan dapat mencegah bertambah parahnya kondisi dan mencegah terlibatnya bagian tubuh lain.

Ketika cedera pada tulang belakang dikarenakan beberapa penyakit, maka harus segera disembuhkan. Beberapa penyakit mungkin belum memiliki penyembuhan, namun sebagian besar penyakit dapat dicegah tingkat keparahannya dengan mengontrol beberapa gejala.

Rujukan:

  • National Institute of Neurological Disorders and Stroke: "NINDS Spinal Cord Injury Information Page."

  • National Spinal Cord Injury Association.

Bagikan informasi ini: