Apa itu Gangguan Tangan pada Anak?

Gangguan tangan pada anak adalah kondisi bawaan yang menyerang bagian tangan dan lengan, misalnya tulang, otot, tendon, ligamen, dan sendi. Jenis gangguannya beragam dengan tingkat keparahan yang juga berbeda-beda. Mulai dari cedera ringan hingga tumor, bahkan menimbulkan kecacatan. Beberapa gangguan tangan tidak bersifat serius dan dapat sembuh dengan sendirinya saat anak bertambah dewasa. Namun ada beberapa gangguan yang membuat anak kesulitan menggunakan tangannya.

Penyebab Gangguan Tangan pada Anak

Sebagian besar gangguan tangan telah diderita oleh anak sejak lahir. Kondisi ini diyakini dipicu oleh kelainan genetik. Namun sebagian besar kasus gangguan tangan, tidak diketahui penyebab pastinya.

Proses pembentukan tangan sangatlah rumit dan terdiri dari beberapa langkah. Pertama, tubuh akan memiliki tangan yang berbentuk seperti dayung yang lama-kelamaan membelah menjadi jari tangan. Gangguan pada proses perkembangan janin dapat menyebabkan kelainan pada pembentukan jari, sehingga jari menjadi cacat. Kecacatan ini terjadi saat tangan diperkirakan mulai terbentuk, saat kehamilan memasuki minggu keenam dan ketujuh.

Namun, beberapa gangguan tangan juga dapat disebabkan oleh penyakit lain dan terjadi saat anak telah bertambah usia. Sebagai contoh, cacat pada tangan dapat disebabkan oleh rusaknya struktur tertentu pada tangan. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh trauma atau penyakit lain, misalnya osteomielitis.

Gejala Utama Gangguan Tangan pada Anak

Berikut ini adalah jenis gangguan tangan dan gejalanya:

Gangguan tangan bawaan

  • Syndactyly – Ini adalah cacat bawaan pada tangan yang paling umum. Saat ini, kasus syndactyly dapat ditemukan pada 1 dari setiap 2.000 – 3.000 bayi. Syndactyly memiliki dua kategori utama; sydactyly sederhana yang hanya menyerang jaringan halus dan syndactyly kompleks yang menyerang tulang dan kuku. Kondisi ini ditandai dengan semua jari yang saling menempel, sehingga berbentuk seperti jaring.

  • Polydactyly – Kondisi ini ditandai dengan jari yang berjumlah lebih dari sepuluh saat lahir. Dianggap sebagai kelainan bawaan, polydactyly diyakini terjadi saat pertumbuhan janin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sindrom keturunan atau kelainan gen yang menyebabkan satu jari terbelah menjadi dua jari.

  • Trigger finger – Kondisi ini terjadi saat ada penebalan pada otot dan tendon yang ada di bawah jari pertama. Kondisi yang juga dikenal sebagai congenital trigger ini kemungkinan akan ditangani dengan operasi.

  • Tangan Apert – Kondisi ini adalah penyakit bawaan yang menyebabkan cacat pada tangan anak. Kondisi ini berkaitan dengan sindrom Apert, yang juga dapat menyebabkan cacat pada tengkorak, wajah, atau kaki anak. Tangan Apert memiliki empat ciri yang umum: jempol yang lebih pendek dengan tulang radius yang bengkok, syndactyly pada jari telunjuk sampai jari manis pada kasus yang kompleks (yang berarti tulang dan sendi juga mengalami kerusakan), syndactyly yang menyerang jaringan halus pada jari keempat, dan symbrachyphalangism. Ciri-ciri tersebut dapat muncul pada jenis tangan Apert yang berbeda, misalnya tangan sekop (tipe 1), tangan sarung tangan (tipe 2), dan tangan tapak kuda (tipe 3). Tangan tapak kuda adalah jenis yang paling parah, di mana semua jari akan menyatu menjadi suatu struktur yang padat dan tulangnya saling bertabrakan. Namun, kondisi ini juga yang paling jarang terjadi.
    Kondisi yang diperoleh

  • Tangan radial club – Walaupun cukup jarang, gangguan tangan ini akan menyebabkan cacat pada salah satu atau kedua tangan karena kurangnya radius tangan.

  • Kista ganglion – Kista ganglion adalah kista yang biasanya tumbuh pada bagian dorsum pergelangan tangan.
  • Cedera pada jaringan di bawah kuku (nail bed) – Ini adalah cedera yang menyerang nail bed atau ujung jari. Gangguan yang didapatkan ini bisa diakibatkan oleh trauma pada tangan anak.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Gangguan tangan pada anak harus ditangani oleh dokter spesialis tangan anak dan dokter bedah anak. Kedua dokter ini akan menggunakan teknik bedah dan non-bedah untuk menangani gangguan tangan. Akan tetapi, teknik bedah hanya akan digunakan saat diperlukan.

Pengobatan non-bedah dapat dilakukan dengan memasang belat. Sedangkan metode pembedahan dapat meliputi operasi terbuka yang bertujuan untuk memperbaiki jaringan halus atau pencangkokan tulang, apabila gangguan terjadi pada tulang tangan.

Pada umumnya, pengobatan akan lebih mudah dilakukan apabila hanya kulit dan jaringan halus yang ditangani, karena keduanya lebih lunak dan mudah untuk diubah. Apabila gangguan tangan juga menyerang tulang dan sendi, maka risiko proses pengubahan akan bertambah. Risiko tersebut harus ikut dipertimbangkan selama proses pengobatan.

Rujukan:

  • American Orthopedic Society

  • American Orthopedic Society

Bagikan informasi ini: