Apa itu Kista Ganglion?

Kista ganglion adalah benjolan jinak atau non-kanker yang tumbuh dari lapisan kapsul sendi atau tendon. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, namun banyak peneliti menyakini bahwa pertumbuhan kista ganglion dipicu oleh kondisi di mana jaringan yang mengelilingi tendon atau tonjolan sendi tidak berada pada tempatnya.

Kista ganglion sangat umum terjadi. Hal ini sering berkembang di dekat tendon atau persendian tangan dan pergelangan tangan, akan tetap jarang ditemukan di daerah pergelangan kaki dan daerah lutut. Pada banyak kasus, kista ini tidak berbahaya ataupun memerlukan pengobatan. Namun, jika posisi kista memengaruhi ligamen tertentu atau menekan saraf, pasien akan merasakan sakit dan mengalami beberapa kesulitan. Guna meredakan hal tersebut, pasien cukup dengan mengistirahatkan sendi yang terkena dan melakukan pengeringan cystfluid. Pada kasus yang cukup parah, mungkin diperlukan pembedahan terbuka atau pembedahan arthroscopic untuk menghilangkan kista dan tangkainya.

Penyebab Kista Ganglion

Meskipun kista ganglion sangat umum terjadi, tapi pemicunya belum dipahami secara total. Para dokter berpendapat jika kista ini bisa terbentuk karena tekanan yang signifikan pada sendi. Pada kasus yang parah, kista ini dapat menyebabkan kapsul sendi pecah. Bila ini terjadi, maka cairan sinovial akan bocor ke jaringan yang mengelilingi sendi.

Selanjutnya, reaksi antara jaringan dan cairan sinovial dapat menyebabkan terbentuknya dinding kistik, lalu cairan tersebut akan terpompa ke dalam kista setiap kali pergelangan tangan digerakkan. Beberapa dokter juga percaya bahwa tekanan sendi dapat menyebabkan jaringan ikat merosot, sekaligus merangsang sel mesenkhimal untuk mensekresikan mukus, yaitu suatu konstituen glikoprotein lendir.

Ada juga teori lain yang menunjukkan bahwa kista ini bisa muncul karena adanya cacat pada tendon sendi atau kapsul yang melapisinya, sehingga menyebabkan jaringan ikat sendi terjepit.

Faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kista ganglion, antara lain:

  • Jenis kelamin dan usia - Kista ganglion biasanya terjadi pada wanita berusia antara 15 sampai 40 tahun

  • Cedera tendon atau sendi sebelumnya

  • Terlalu sering digunakan - Diyakini bahwa kondisi ini bisa disebabkan karena penggunaan sendi tertentu secara berulang

  • Osteoarthritis - Disebut juga penyakit sendi degeneratif, osteoarthritis adalah kondisi kronis yang paling umum terjadi pada sendi

Gejala Utama Kista Ganglion

Pada banyak kasus, pasien yang terkena kista ganglion tidak menunjukkan gejala apapun selain munculnya benjolan yang dapat dilihat mata dan tidak bisa digerakkan. Namun, ada juga pasien yang menunjukkan gejala seperti nyeri dan pembengkakan karena kista mulai menekan saraf yang melewati sendi.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kista ganglion sangat jarang membutuhkan tindakan medis darurat, kecuali jika penyakit tersebut telah menyebabkan rasa sakit yang parah sehingga menghambat seseorang melakukan aktivitas tertentu. Penyakit ini dapat didiagnosis oleh dokter umum (GP) ataupun ahli ortopedi, spesialis tulang dan sendi. Biasanya, rekam medis pasien dan pemeriksaan fisik terhadap benjolan (di mana dokter menyinari kista untuk melihat apakah kista tersebut tumbuh keluar dari sendi atau lapisan tendon) sudah cukup untuk membuat diagnosis. Apabila ada keraguan atau jika dokter membutuhkan informasi tambahan guna menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya, dokter akan meminta pasien menjalani tes pencitraan, seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan ultrasound. Keduanya memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam benjolan dan mendeteksi isinya. Terlebih lagi, dokter dapat mendeteksi apakah hal tersebut disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah atau pada arteri. Walaupun jarang, namun rontgen juga bisa dilakukan dengan tujuan untuk meyakini apakah kondisinya disebabkan oleh tumor tulang atau fraktur.

Pengobatan

Karena kista ganglion bukan merupakan kanker dan tidak menimbulkan ancaman medis yang signifikan, maka pengobatan tidak selalu diperlukan. Jika tidak ada gejala, dokter biasanya hanya menasihati pasien untuk waspada dan memantau kondisi mereka sendiri. Pasien perlu kembali ke dokter apabila terjadi perubahan yang tidak biasa. Sendi yang terkena kista dapat diimobilisasi dengan menggunakan penjepit agar sendi tersebut dapat diistirahatkan hingga sembuh. Setelah pembengkakan akibat kista telah mereda, pasien mulai dapat melakukan latihan spesifik yang dapat membantu memperkuat dan memperbaiki rentang gerak sendi.

Jika pasien terus mengalami rasa sakit atau jika rasa sakitnya kambuh meski telah menggunakan belat atau penjepit, maka dokter sering menyarankan untuk dilakukan aspirasi. Pada tindakan tersebut, isi kista dikeringkan dengan menggunakan jarum. Meskipun memberikan efek yang cepat karena dapat mengurangi ukuran benjolan tersebut secara signifikan, namun aspirasi jarum memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Hal itu dapat terjadi karena aspirasi tidak menghilangkan sambungan ke selubung sendi atau tendon. Hal ini memungkinkan kista ganglion yang lain untuk tumbuh kembali.

Kapan Bedah Dapat Dipertimbangkan

Prosedur pembedahan merupakan pilihan pengobatan terakhir untuk kista ganglion. Prosedur ini dapat dilakukan jika sudah mencoba semua metode non-bedah, termasuk aspirasi jarum, namun belum kondisi pasien belum juga membaik. Prosedur ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan pada kasus di mana kista terus berulang kembali. Tujuan dari prosedur pembedahan adalah untuk menghilangkan kista dan tangkainya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode terbuka tradisional di mana ahli bedah menciptakan sayatan tepat di atas kista ganglion. Pilihan lainnya adalah operasi lubang kunci (arthroscopic), yang menggunakan beberapa lubang kecil di mana sebuah arthroscope (tabung fleksibel dengan lampu dan kamera) dan instrumen bedah mini lainnya dimasukkan. Kedua teknik ini sangatlah efektif, namun operasi arthroscopic memiliki beberapa keuntungan seperti waktu pemulihan yang lebih cepat dan meminimalkan risiko operasi yang umum, seperti infeksi, jaringan parut, dan perdarahan.

Proses menghilangkan kista ganglion seringkali merupakan prosedur rawat jalan, yang berarti pasien diizinkan pulang ke rumah pada hari yang sama asalkan tidak ada komplikasi yang terjadi. Kemudian, pasien akan disarankan untuk membatasi gerakan tangan dan juga pergelangan tangan agar luka lebih cepat sembuh dan terhindar dari iritasi.

Pembedahan untuk menghilangkan kista ganglion umumnya aman namun tetap memiliki risiko komplikasi. Pada sejumlah kecil kasus, pasien mengalami hal berikut:

  • Nyeri, bisa ditangani dengan obat penghilang rasa sakit

  • Bengkak di tempat kista dihilangkan, dapat dihilangkan dengan cara dikompres air dingin

  • Infeksi, bisa dicegah dengan minum antibiotik dan memastikan luka tetap bersih

  • Meninggalkan bekas luka

Rujukan:

  • Chassat, R., Nourissat, G., Chaumeil, G., Dumontier, C. (2006, September). Arthroscopic treatment of dorsal ganglion cyst at the wrist. About 54 cases. Chirurgie de la Main, 25(3-4), 146-51. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17175801

  • Frontera WR, et al. Hand and wrist ganglia. In: Essentials of Physical Medicine and Rehabilitation: Musculoskeletal Disorders, Pain, and Rehabilitation. 3rd ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2015. http://www.clinicalkey.com.

Bagikan informasi ini: