Apa itu Gangren?

Dalam istilah umum, gangren adalah kondisi kematian jaringan tubuh. Biasanya, ini terjadi saat pasokan darah kepada bagian tubuh tertentu terhenti.

Setiap penjuru tubuh memerlukan pasokan darah kaya oksigen yang rutin. Ini cara mereka mendapatkan gizi yang dibutuhkan untuk tetap bertahan hidup. Melalui cara yang sama, mereka akan mendapatkan pasokan sel darah putih, yang bertugas melawan infeksi. Jika pasokan darah terhenti, sel-sel dan jaringan tubuh akan mati dalam beberapa jam.

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi aliran darah normal. Faktor yang paling umum, di antaranya penyempitan pembuluh darah dan pembentukan darah beku. Kemungkinan lain adalah disebabkan oleh trauma dan infeksi bakteri yang sangat parah.

Gangren dapat berupa kering atau basah. Gangren kering timbul saat jaringan mengering karena kekurangan pasokan darah. Sedangkan gangren basah terjadi akibat infeksi yang membuat nanah menjadi. Jika pasien terkena infeksi, gangren kering akan berkembang menjadi basah. Di antara keduanya, gangren basah bersifat lebih serius karena dapat membuat infeksi menyebar ke bagian tubuh lain. Ada empat jenis gangren basah, yaitu:

  • Gangren internal - Ini merusak organ-organ dalam tubuh. Selain itu, gangren internal dapat merusak usus, usus buntu, dan kantung empedu.

  • Gangren gas - Ini akan terjadi saat bakteri melepaskan gas-gas mematikan di dalam tubuh. Kondisi ini merupakan darurat. Ada kemungkinan pasien akan tewas jika tidak segera diobati.

  • Gangren Fournier - Gangren basah ini menyerang alat kelamin. Siapa pun dari segala usia dapat terjangkit penyakit ini, namun lebih rentan pada pria lansia. Faktor risikonya meliputi alkoholisme dan diabetes, serta sistem kekebalan tubuh yang buruk.

  • Gangren Meleney - Kondisi ini terjadi pasca operasi, umumnya operasi perut dan toraks. Ini akan berkembang dalam beberapa hari atau minggu setelah operasi, serta ditandai dengan nyeri yang amat hebat.

Penyebab Gangren

Penyebab utama gangren adalah kekurangan pasokan darah. Hal ini dapat terjadi akibat:

  • Arteri tersumbat. Ini dapat timbul sebagai akibat dari penumpukan plak atau terbentuknya darah beku.

  • Trauma - Cedera traumatis disebabkan oleh luka tusuk atau luka tembak dapat memutus arteri. Luka juga dapat mempermudah patogen untuk memasuki tubuh. Hal ini meningkatkan risiko infeksi, kemudian membuat jaringan dan sel-sel mati.

  • Radang dingin - Kondisi ini akan terjadi jika seseorang cukup lama terkena paparan udara dingin yang hebat. Ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Saat kondisi itu terjadi, aliran darah menuju tangan, kaki, dan wajah akan terhenti.

Orang-orang yang mengidap kondisi yang dapat merusak pembuluh darah, berisiko lebih tinggi terjangkit gangren. Kondisi itu termasuk diabetes dan penyakit pembuluh darah, serta obesitas dan merokok. Orang-orang yang juga berisiko tinggi adalah mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta yang mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Gejala Utama Gangren

Tanda awal dari gangren adalah pembengkakan dan perubahan warna kulit. Kulit yang tampak berubah menjadi kebiruan atau kehitaman. Pembengkakan dan lepuh berisi air juga muncul pada kulit, lalu berkembang. Gejala-gejala baru akan muncul. Kulit akan menjadi kebal terhadap sentuhan. Luka pada kulit ini juga dapat mengeluarkan cairan yang sangat bau. Tanda-tanda lainnya termasuk nyeri berat yang diikuti dengan mati rasa.

Jika terdapat infeksi, gejala-gejala pun akan muncul. Ini termasuk demam tinggi, pusing, kehilangan nafsu makan, serta menggigil dan detak jantung yang sangat cepat.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Efek gangren tidak dapat dihilangkan. Pengobatan yang tersedia untuk gangren bertujuan untuk:

  • Mencegah perkembangan gangren.

  • Mengobati komplikasi yang telah teejadi dan mencegah komplikasi baru.

  • Mengangkat jaringan yang mati.

  • Mencegah atau mengobati infeksi.

  • Mengobati gangguan kesehatan yang menyebabkan gangren.

Jaringan mati dapat diangkat melalui prosedur debridemen atau melalui operasi konvensional. Jaringan mati dapat dipotong oleh peralatan operasi atau zat kimia tertentu. Pengangkatan jaringan mati mencegah perluasan infeksi. Bahkan pada kasus yang parah diperlukan amputasi (di antaranya pada jemari, lengan, tangan, jemari kaki, dan kaki). Pasien juga dapat diberi prostesis setelah operasi.

Antibiotik juga merupakan bagian dari pengobatan. Obat-obatan bekerja dengan membantu melawan infeksi. Ini juga mencegah perkembangan infeksi baru. Ada beberapa kasus yang juga mengikutsertakan terapi oksigen hiperbarik untuk mempercepat proses penyembuhan. Untuk terapi ini, pasien harus berada di kamar khusus, tempat dia akan menghirup kadar oksigen 100%. Terapi ini memberi pasokan oksigen tambahan untuk mendukung proses penyembuhan alami tubuh. Ini dikenal dapat menambah kekuatan sel-sel darah putih untuk membunuh bakteri. Terapi ini juga merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru dan meredakan pembengkakan.

Kondisi yang menyertai penyakit ini juga akan diobati. Contohnya, pembekuan darah diobati dengan cara mengonsumsi obat pengencer darah. Darah beku juga dapat diobati melalui operasi. Prosedur ini dapat mengangkat darah beku dan juga memperlebar pembuluh darah. Diabetes dan tekanan darah tinggi, akan terus diredam dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.

Saat didiagnosis dan diobati dengan cepat, prognosis bagi pasien gangren kering sangatlah bagus. Namun, tidak sebagus itu bagi pasien gangren basah. Ini benar adanya, terutama jika infeksi telah menyebar hingga ke aliran darah. Kasus seperti itu dapat berujung pada kematian, kecuali jika segera ditangani dengan terapi antibiotik dan melalui prosedur debridemen. Gangren gas memiliki prognosis yang lebih buruk lagi. Ini dikaitkan dengan angka kematian yang tinggi. Sebab, gangren gas membuat infeksi menyebar ke aliran darah dengan sangat cepat.

Rujukan:

  • Lipworth AD, et al., eds. Necrotizing soft tissue infections: Necrotizing fasciitis, gangrenous cellulitis, and myonecrosis. In: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 8th ed. New York, N.Y.: McGraw-Hill; 2016. http://accessmedicine.mhmedical.com.

  • Yang, Z.; Hu, J.; Qu, Y.; Sun, F.; Leng, X.; Li, H.; Zhan, S. (2013). “Interventions for treating gas gangrene (Protocol)”. Cochrane Database of Systematic Reviews (6): Article number: CD010577.

  • Ziegler-Graham K, MacKenzie EJ, Ephraim PL, Travison TG, Brookmeyer R (March 2008). “Estimating the prevalence of limb loss in the United States: 2005 to 2050”. Arch Phys Med Rehabil. 89 (3): 422–9. PMID 18295618. doi:10.1016/j.apmr.2007.11.005.

Bagikan informasi ini: