Apa itu Gastroenteritis?

Gastroenteritis (flu lambung) adalah penyakit umum yang menyebabkan muntah dan diare. Penyakit ini biasanya terjadi akibat infeksi oleh virus-virus yang membuat lapisan usus meradang. Jamur, parasit, dan bakteri juga dapat menyebabkan penyakit ini.

Di sejumlah negara, gastroenteritis adalah salah satu penyebab umum pasien menjalani rawat inap. Di Amerika Serikat, penyakit ini menyerang sekitar 180 juta orang dan menyebabkan kematian pada sekitar 5.000 orang tiap tahun.

Sebaliknya, pada orang yang sehat, penyakit ini dapat sembuh dalam dua minggu, tanpa pengobatan apa pun. Namun, gastroenteritis dapat menjadi serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Ini termasuk bayi, lansia, dan orang dengan penyakit tertentu, seperti HIV atau AIDS.

Seseorang dapat menderita flu lambung setelah memakan makan yang terkontaminasi atau kurang matang dan tidak bersih, menggunakan peralatan yang sama dengan orang yang telah terinfeksi, serta meminum air yang terkontaminasi. Namun, hal ini dapat dicegah dengan sering mencuci tangan, mendapatkan vaksin rotavirus, dan menghindari kontak langsung atau berdekatan dengan siapa saja yang mengidap flu lambung.

Pasien flu lambung berisiko tinggi mengalami dehidrasi karena umumnya mereka menderita diare dan muntah secara bersamaan. Oleh sebab itu, pengobatan mereka berfokus untuk segera mengganti cairan yang hilang (terapi rehidrasi oral). Namun, kasus yang lebih parah kemungkinan memerlukan pasokan cairan melalui infus.

Penyebab Gastroenteritis

Beberapa virus, bakteri, parasit, dan jamur dapat menyebabkan penyakit ini. Di antaranya, yang paling umum adalah rotavirus (pada anak-anak) dan norovirus (pada orang dewasa). Ini juga dapat disebabkan oleh bakteri tertentu, seperti Escherichia coli (E. coli) dan Campylobacter. Risiko infeksi lebih tinggi pada lansia dan anak yang masih sangat kecil karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah.

Penyakit ini dapat menyebabkan lokalisasi epidemik karena sangat mudah menular. Seorang anak dengan flu lambung dapat menginfeksi seluruh teman sekelasnya hanya dalam hitungan jam. Itulah sebabnya, dokter lebih memilih jika pasien segera dirawat di rumah.

Gastroenteritis juga dapat terjadi karena penyebab yang tidak menular, seperti:

  • Obat-obatan tertentu, khususnya obat-obatan antiinflamasi non-steroid

  • Laktosa, bagi orang dengan kondisi intoleransi laktosa

  • Gluten, bagi mereka yang menderita penyakit seliak

  • Penyakit Crohn

Gejala Utama Gastroenteritis

Gejala utama penyakit gastroenteritis adalah muntah dan diare cair, yang sering kali memicu dehidrasi. Pasien yang mengalami dehidrasi yang sangat parah dapat terlihat dari mulut dan kulitnya yang kering. Gejala lainnya, termasuk mual, nyeri lambung, keram, sakit kepala, dan demam.

Dehidrasi dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan serius dengan sangat cepat. Ini terutama bagi anak kecil karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terlalu berkembang. Sebaiknya mereka langsung diberi pasokan cairan. Ini dapat dilakukan bahkan sebelum mereka didiagnosis mengidap gastroenteritis. Anak-anak yang sakit tidak diperbolehkan masuk sekolah hingga gejala-gejala mereka sembuh.

Gejala gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit. Kondisi seperti ini harus segera ditangani sebelum pasien mendapatkan pengobatan untuk flu lambung. Penyakit-penyakit ini di antaranya:

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Diagnosis gastroenteritis biasanya tidak perlu diperkuat dengan tes diagnostik. Sebagian besar dokter mampu mendiagnosis hanya dengan memeriksa gejala pasien. Dokter pun biasanya tidak perlu menentukan penyebab dari penyakit ini. Hal ini karena pengobatan akan tetap sama, meski disebabkan oleh bakteri atau virus.

Namun, kultur tinja akan diperlukan pada keadaan tertentu. Contohnya saat terdapat darah pada tinja. Ini juga dilakukan jika dokter menduga pasien keracunan makanan atau baru saja pulang dari bepergian ke negara terbelakang.

Gastroenteritis sangat jarang bersifat serius. Penyakit ini sering kali hilang tanpa pengobatan apa pun. Namun, dokter biasanya memberikan resep obat-obatan dan suplemen untuk melegakan gejalanya. Di antaranya obat-obatan antimuntah dan larutan rehidrasi oral.

Pada kasus dehidrasi yang parah, pasien kemungkinan akan dirawat di rumah sakit. Di sana, mereka akan diberi cairan infus. Pipa nasogaster juga dapat digunakan pada pasien anak.

Gastroenteritis pada anak dapat dicegah dengan vaksin rotavirus. Ini terbukti efektif dalam meredakan penyakit yang parah, terutama untuk pasien bayi. Banyak negara di belahan dunia ini yang mengalami penurunan rentang gastroenteritis yang sangat drastis setelah mengadakan program imunisasi nasional.

Rujukan:

  • Tate JE, Burton AH, Boschi-Pinto C, Steele AD, Duque J, Parashar UD (February 2012). “2008 estimate of worldwide rotavirus-associated mortality in children younger than 5 years before the introduction of universal rotavirus vaccination programmes: a systematic review and meta-analysis”.

  • Zollner-Schwetz, I; Krause, R (August 2015). “Therapy of acute gastroenteritis: role of antibiotics.”. Clinical Microbiology and Infection. 21 (8): 744–9.

Bagikan informasi ini: