Apa itu Striktur Anastomosis Gastrointestinal?

Striktur anastomosis gastrointestinal adalah pada penyempitan pada sambungan bedah antara dua struktur pada saluran GI. Untuk lebih memahami kondisi ini, penting untuk mengerti istilahnya satu persatu.

  • Saluran gastrointestinal - Saluran yang juga dikenal dengan nama, saluran GI atau saluran pencernaan ini terdiri dari organ yang berada di antara mulut dan anus. Termasuk esofagus, perut, dan usus kecil serta besar. Saluran ini berfungsi mencerna makanan yang dikonsumsi seseorang. Fungsi lainnya adalah menyerap nutrisi dan membuang kotoran (feses).

  • Anastomosis - Ini mengacu pada sambungan bedah yang menggabungkan dua struktur. Sambungan ini dibuat saat bagian yang sakit pada saluran pencernaan harus diangkat. Kemudian, kedua ujung yang tersisa dihubungkan kembali. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan aliran normal makanan atau cairan lambung di saluran pencernaan.

  • Striktur - Istilah ini mengacu pada penyempitan bagian tubuh.

Kondisi ini serius, bahkan dalam beberapa kasus bisa berakibat fatal. Kondisi ini dapat membatasi aliran makanan di saluran pencernaan. Ini juga bisa mencegah feses keluar dari tubuh. Saat hal tersebut terjadi demikian, maka penyumbatan dapat terbentuk. Kemudian, dapat memicu sembelit dan sakit perut. Selain itu kondisi ini juga meningkatkan risiko infeksi pada saluran pencernaan.

Striktur anastomosis gastrointestinal memengaruhi hingga 13% pasien yang telah menjalani reseksi lambung. Bisa terjadi beberapa hari atau minggu setelah operasi. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berkembang beberapa tahun setelah operasi.

Penyebab Striktur Anastomosis Gastrointestinal

Tidak jelas apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Namun, ada beberapa faktor yang diketahui berperan dalam perkembangannya. Seperti

  • Jaringan parut dan suplai darah yang tidak memadai di sambungan

  • Merokok dan konsumsi obat-obatan tertentu secara berkepanjangan - Kedua hal ini dapat memicu munculnya sobekan dan bisul pada sambungan

  • Penyakit tertentu di saluran pencernaan, seperti kanker perut.

  • Anastomotic leak (AL) - Banyak kasus AL yang menyebabkan striktur anastomosis. Salah satunya apabila sambungan yang baru dibuat gagal sembuh dengan sepenuhnya. Hal ini menyebabkan isi perut bocor ke jaringan di sekitarnya. AL adalah kondisi serius yang harus segera diobati. Jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan perdarahan internal dan infeksi fatal.

  • Tumor di saluran GI - Pertumbuhan abnormal dapat menyumbat sambungan.

Sejumlah kecil kasus disebabkan penggunaan teknik bedah yang buruk.

Gejala Utama Striktur Anastomosis Gastrointestinal

Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala. Hal ini tergantung pada parahnya striktur. Jika sambungan hanya sedikit menyempit, maka gejalanya ringan. Ini karena makanan dan kotoran masih bisa melewati saluran pencernaan. Namun, jika penyumbatannya parah, bisa menyebabkan konstipasi kronis dan sakit perut. Tanda lainnya termasuk kehilangan nafsu makan, demam, dan diare. Selain itu, muntah dan pembengkakan pada perut juga sangat umum terjadi.

Jika sambungan mengalami kebocoran, pasien akan menunjukkan gejala lainnya. Ini termasuk tanda-tanda infeksi, seperti denyut jantung cepat, tekanan darah rendah, dan penurunan intensitas buang air kecil. Rembesnya darah dari luka bedah juga sering terjadi.

Pasien yang menderita anastomosis disarankan untuk melihat tanda-tanda ini. Jika mereka mengalami salah satunya, mereka harus segera menemui dokter. Pengobatan sejak dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kondisi ini dapat diobati oleh spesialis gastroenterologi. Ia merupakan dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan penyakit pada sistem pencernaan. Biasanya, spesialis tersebut akan meminta pasien menjalani beberapa tes untuk mendiagnosa kondisi, di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik - Ini dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kondisi pasien. Yang paling umum adalah perut bengkak. Hal ini terjadi saat kotoran atau makanan menumpuk, sehingga menyebabkan penyumbatan.

  • Mengulas riwayat kesehatan - Pasien juga ditanya tentang riwayat dan gejala medis mereka. Mereka perlu memberi tahu dokter mereka apakah mereka memiliki anastomosis. Hal ini dapat membantu dokter mengetahui penyebab gejala mereka lebih cepat.

  • Uji kontras dan tes pencitraan - Dengan menggunakan tes ini, dokter dapat memastikan apakah sambungan tersumbat atau menyempit. Dokter juga dapat memastikan apakah ada jaringan atau tumor di sekitarnya yang menimbulkan tekanan. Hal ini penting diketahui, guna memilih pilihan pengobatan terbaik bagi pasien.

Pilihan pengobatan meliputi:

  • Dilatasi balon endoskopi - Prosedur ini digunakan untuk memperlebar sambungan yang menyempit. Hal ini dilakukan dengan menggunakan endoskopi. Ini adalah tabung tipis dan fleksibel dengan balon di ujungnya. Ini dimasukkan ke dalam saluran pencernaan melalui mulut. Kemudian menuju ke sambungan yang menyempit. Sesampainya di sana, balon itu dikembangkempiskan membuat koneksi semakin lebar. Stent atau ring mungkin diletakkan di sambungan tersebut agar tidak menyempit lagi.

  • Pembedahan - Pembedahan menjadi pilihan penting jika kondisinya disebabkan oleh tumor. Tumor dapat diangkat dengan operasi tradisional atau operasi lubang kunci, tergantung pada ukuran dan lokasinya.

  • Rekonstruksi sambungan - Jika masalah terjadi karena kematian jaringan, dokter bedah dapat menghilangkan sambungan sepenuhnya. Kemudian, dokter akan membuat sambungan lain untuk disatukan kembali dengan dua ujung saluran pencernaan yang tersisa.

Rujukan:

  • Mahmoud NN, Bleier JIS, Aarons CB, Paulson EC, Shanmugan S, Fry RD. Colon and rectum. In: Townsend CM Jr., Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 20th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2017:chap 51.

  • Rullier E, Laurent C, Garrelon L, et al. Risk factors for anastomotic leakage after resection of rectal cancer. Br J Surg. 1998;85:355–358.

Bagikan informasi ini: