Apa itu Gigi Rusak?

Gigi rusak adalah masalah gigi yang paling sering dialami oleh semua orang, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Di masa lalu, kondisi ini dapat diselesaikan dengan pencabutan. Namun, karena perkembangan di bidang kedokteran gigi dan juga teknologi, pencabutan gigi menjadi pilihan terakhir pada kebanyakan kasus gigi rusak.

Gigi adalah bagian yang paling kuat dari tubuh. Enamel yang menutupinya memberikan kekuatan, sehingga dapat bertahan dari pemakaian dan keausan, seperti mengunyah dan menggeretakan gigi. Namun, jika mendapatkan terlalu banyak tekanan, gigi dapat rusak. Terlebih lagi, jika enamel gigi telah rusak karena lubang, kekuatan gigi menurun secara signifikan, hingga pada kondisi di mana sedikit tekanan dapat menyebabkan kerusakan.

Gigi yang retak dapat membuat pulpa dan akar gigi rentan terhadap bakteri. Jika tidak diobati, bakteri dapat menyebabkan infeksi yang memicu beragam komplikasi seperti adanya nanah yang dapat naik ke otak, lalu menyebabkan infeksi otak.

Oleh karena itu, gigi rusak harus diperbaiki secepat mungkin untuk mencegah kondisinya memburuk. Kebanyakan, gigi rusak menunjukkan gejala seperti nyeri dan sensitivitas, yang mengharuskan kunjungan ke dokter gigi. Namun, sebagian orang tidak mengalami gejala meskipun ada masalah gigi yang muncul. Jika mereka tidak mengunjungi dokter gigi secara rutin, kemungkinan besar komplikasi akan berkembang.

Penyebab Gigi Rusak

Gigi dapat rusak, jika mendapatkan tekanan yang begitu besar. Ini dapat berupa tekanan dari luar, seperti dorongan ke mulut saat perkelahian atau pertandingan olahraga, atau tekanan dari dalam, seperti mengunyah dan menggeretakkan gigi. Sebagian orang memiliki kecenderungan menggeretakkan gigi saat tidur dan mereka perlu menggunakan mouth guard pada malam hari untuk mencegah kerusakan gigi.

Penyebab lain, rusaknya gigi adalah lubang. Saat bakteri menumpuk pada gigi, maka dapat membuat lubang kecil yang disebut cavity, yang dapat memengaruhi struktur gigi dan melemahkannya. Seiring waktu, gigi akan menjadi sangat lemah, bahkan sedikit tekanan dapat mematahkannya.

Gejala Utama Gigi Rusak

Gejala dari gigi rusak adalah nyeri dan sensitivitas pada makanan dan minuman panas atau dingin. Gigi dapat menjadi sangat sensitif bahkan saat meminum air putih dapat menyakitkan. Namun, banyak orang tidak merasakan gejala apapun.

Patahan pada gigi dapat muncul pada tempat berbeda, seperti sepanjang mahkota atau vertikal dari akar ke mahkota. Jika retakannya tidak besar dan hanya muncul di mahkota, sangat mungkin orang tersebut tidak merasakan gejala, hingga sarafnya terinfeksi.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Setiap orang perlu melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, bahkan jika giginya terlihat baik-baik saja. Namun, jika Anda memiliki gigi rusak, Anda perlu menggunjungi ahli endodontik, ahli perlindungan gigi, secepat mungkin sehingga gigi dapat diselamatkan.

Setelah memeriksa gigi yang terdampak dan gusi di sekitarnya, ahli endodontik akan menyarankan perawatan. Tindakan ini tergantung besar dan lokasi retakkan. Pada sebagian kasus, dokter gigi merekomendasikan tambalan gigi atau bahan bonding untuk menutupnya. Namun, jika retakannya besar, dokter gigi biasanya menyarankan perawatan saluran akar.

Jika retakannya kecil dan tersembunyi, dokter kemungkinan memilih menggunakan tambalan gigi untuk menutup retakannya. Namun, jika retakannya terlihat dan memengaruhi senyuman Anda, dokter gigi akan merekomendasikan dental bonding. Pada tindakan ini, dokter akan mengasarkan permukaan gigi dan mengoleskan bahan adhesive yang diikutin dengan zat bonding. Lalu, dokter gigi akan membentuk bahan bonding, sehingga terlihat sama dengan gigi asli. Pada titik ini, bahan binding masih lunak dan mudah dibentuk. Untuk mengeraskannya, dokter gigi akan memaparkan sinar ultraviolet ke gigi.

Perawatan saluran akar termasuk membuka jalan masuk pada bagian atas gigi untuk mendapatkan akses ke pulpa dan akar. Lalu, dokter gigi akan menggunakan instrumen gigi khusus untuk mengangkat pulpa dan saraf. Tanpa keduanya, gigi tidak lagi sensitif dan rentan terhadap infeksi.

Lalu, gigi akan diisi dengan bahan dan bagian terbuka akan ditutup dengan tambalan. Langkah selanjutnya adalah memasang mahkota gigi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Jika gigi sudah sangat rusak, maka tidak layak untuk diselamatkan, dokter gigi akan melakukan pencabutan. Namun, Anda akan memiliki pilihan untuk menganti gigi yang hilang dengan implan. Implan gigi dapat dipasangkan secara langsung setelah gigi asli dicabut atau setelah luka sembuh dan tulang telah disesuaikan.

Menggantikan gigi yang hilang dengan implan gigi dapat mencegah kerusakan gigi di sekitarnya. Gigi yang hilang menyebabkan tekanan tidak merata dan akan mengganti pola gigitan Anda. Ini akan menyebabkan gigi lain mendapatkan tekanan tambahan, sehingga akan aus lebih cepat. Dengan implan gigi di bagian yang kosong, pola gigitan akan dan senyuman Anda akan kembali normal.

Rujukan:

  • American Association of Endodontiksts

  • Pfenninger JL, Fowlder GC. Management of dental injuries and reimplantation of an avulsed tooth. In: Pfenninger JL, Fowlder GC, eds. Pfenninger & Fowler's Procedures for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2011:chap 81

Bagikan informasi ini: