Apa itu Nutrisi Diabetes?

Pasien dengan diabetes memerlukan diet gizi khusus untuk secara efektif mengatur kadar gula darah mereka seraya memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Dengan kebutuhan nutrisi yang sama seperti orang lain, tantangan terbesar penderita diabetes terletak pada batasan dietnya. Hal ini dikarenakan segala sesuatu yang mereka makan memiliki efek langsung pada tingkat gula darah mereka, yang berarti ada pembatasan tertentu yang harus dipertimbangkan. Pembatasan ini menempatkan mereka dalam bahaya yaitu tidak terpenuhinya kebutuhan gizi mereka.

Siapa yang Perlu Menjalani Pengaturan Nutrisi Diabetes dan Hasil yang Diharapkan

Sebuah rencana gizi diabetes adalah suatu keharusan bagi semua pasien yang menderita diabetes mellitus, kondisi dimana kadar glukosa darah seseorang lebih tinggi dari normal. Seorang pasien dapat memperoleh rencana gizi yang tepat dengan bantuan ahli gizi terdaftar yang mengkhususkan diri dalam manajemen diabetes.

Sebuah rencana gizi adalah bagian penting dari manajemen diabetes untuk memastikan bahwa pasien mendapat nutrisi yang tepat. Rencana ini telah digunakan untuk manajemen penyakit sejak 3500 SM. Meskipun pengembangan pengobatan berbasis insulin membuat rencana makan pasien lebih fleksibel, apa yang mereka makan perlu dimonitor. Seorang penderita diabetes yang mengikuti rencana gizi yang baik sebagai bagian dari pengobatannya memiliki peluang yang baik untuk pulih.

Selain itu, rencana gizi diabetes sangat penting untuk mencegah penyakit. Pencegahan diabetes memerlukan tiga tahapan yang berbeda, dimulai dengan pencegahan primer dimana pasien berisiko tinggi diidentifikasi dan perubahan kritis atas gaya hidup serta pola makan diimplementasikan. Lalu, ada pencegahan sekunder, dimana nutrisi yang tepat digunakan sebagai teknik terapi, dan pencegahan tersier, dimana nutrisi yang tepat digunakan untuk mengelola komplikasi diabetes untuk memperpanjang hidup pasien.

Namun, tidak ada rencana diet diabetes khusus yang bekerja untuk semua pasien. Meskipun saat ini ada banyak rencana diet yang bermanfaat bagi penderita diabetes seperti rencana diet rendah karbohidrat dan rencana rendah lemak, perubahan dan penyesuaian tertentu seringkali masih diperlukan. Dengan demikian, dalam banyak kasus, setiap pasien diberikan rencana makan yang dirancang khusus dengan memperhitungkan faktor-faktor tertentu kondisi mereka, riwayat kesehatan, dan bahkan gaya hidup. Rencana makan akan membantu menjaga pasien di jalur yang benar dengan merinci jenis dan jumlah tertentu dari makanan yang dapat mereka konsums baik di waktu makan dan makanan ringan sebagai selingan.

Cara Kerja Pengaturan Nutrisi Diabetes

Sebuah rencana gizi diabetes biasanya terdiri dari:

  • Rekomendasi diet seimbang - Kebanyakan pasien diabetes harus mengkonsumsi makanan yang terdiri dari 40 sampai 60 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 30 persen lemak. Karbohidrat dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran, produk susu, kacang-kacangan, dan bahan-bahan berbasis pati, sedangkan protein dapat diperoleh dari daging, ikan, produk susu, dan unggas. Meskipun demikian, ada batasan-batasan tertentu. Sebagai contoh, meskipun daging dianggap sebagai sumber protein yang baik, diet diabetes mengutamakan ikan dan unggas daripada daging merah. Selain itu, penting bahwa daging yang dikonsumsi adalah karena terdapat proteinnya dan bukan karena konten lemaknya, yang berarti pasien perlu untuk membuang beberapa lemak yang ditemukan di sebagian besar daging. Di sisi lain, lemak dapat diperoleh dari mentega dan margarin, selain dari lemak yang ditemukan dalam daging. Juga penting bagi penderita diabetes untuk mengkonsumsi banyak serat, terutama serat tanaman.

  • Keterbatasan - keterbatasan tertentu lainnya juga dirinci. Misalnya, penderita diabetes dapat mengkonsumsi produk susu untuk kandungan protein dan lemak, tetapi akan sangat baik jika mereka menggunakan produk dengan persentase lemak yang rendah. Untungnya, saat ini ada produk susu yang non-lemak atau rendah lemak. Selain itu, biarpun unggas merupakan sumber protein yang baik, akan tetapipasien harus menahan diri untuk mengkonsumsi kulitnya, karena kulit mengandung banyak lemak.

  • Pembatasan makanan - rencana gizi diabetes biasanya jugadmendaftar jenis makanan yang pasien harus hindari. Umumnya mereka disarankan untuk menghindari makanan yang digoreng dan minuman beralkohol. Kebanyakan rencana gizi diabetes juga memiliki daftar pertukaran, atau daftar makanan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti produk makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes.

  • Kadar konsumsi gula dan garam - Berlawanan dengan anggapan bahwa penderita diabetes tidak bisa mengkonsumsi gula, sebenarnya mungkin bagi penderita diabetes untuk mengkonsumsi gula selama dimasukkan ke dalam rencana diet seimbang, yang berarti asupan gula terbatas dalam jumlah dan frekuensi tertentu. Hal yang sama berlaku untuk jumlah garam yang dapat mereka gunakan dalam mengolah makanan mereka.

  • Jadwal makan - Penderita diabetes juga disarankan mengenaijadwal makan yang ideal dan jumlah makanan yang dikonsumsi selama makan. Makan dengan porsi kecil sepanjang hari dianggap lebih ideal daripada makan dengan porsi besar dalam tiga waktu makan utama dalam sehari.

  • Rekomendasi perubahan gaya hidup - Perubahan kebiasaan makan sangat baik jika didukung dengan perubahan gaya hidup untuk mengelola diabetes.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pengaturan Nutrisi Diabetes

Gizi diabetes yang tepat berperan penting dalam mencegah risiko potensial dan komplikasi diabetes. Orang yang menderita penyakit ini menghadapi risiko tinggi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, seperti:

Komplikasi ini muncul karena tingginya kadar glukosa darah pasien yang tersisa untuk waktu yang lama. Pleh sebab itu, penting untuk mengikuti rencana diet yang tepat dengan ketat. Bahkan, telah terbukti bermanfaat bagi banyak pasien diabetes yang telah hidup tanpa komplikasi selama beberapa dekade. Pasien yang tidak menjalankan rencana gizi mereka serius, menghadapi risiko lebih tinggi terkena komplikasi seiring berkembangnya penyakit.

Namun, penting bagi pasien juga memahami keterbatasan rencana gizi mereka. Meskipun mengikuti diet seimbang dapat membantu mencegah komplikasi potensial, hal ini bukanlah satu-satunya fitur dalam rencana pengobatan mereka. Rencana makan harus didukung dengan olahraga teratur, manajemen stres, dan perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok atau minum minuman beralkohol.

Rujukan:

  • American Diabetes Association. Carbohydrate counting. Available at http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/planning-meals/carb-counting. Accessed December 8, 2012.

  • American Diabetes Association. Nutrition recommendations and interventions for diabetes: a position statement of the American Diabetes Association. Diabetes Care. 2008;31:S61-S78.

Bagikan informasi ini: